Pendidikan
Al Fina

Abdul Mu'ti Akui Pemerintah Belum Bisa Beri Banyak untuk Guru, Ini Janjinya di Bulan Guru Nasional 2026

Abdul Mu'ti Akui Pemerintah Belum Bisa Beri Banyak untuk Guru, Ini Janjinya di Bulan Guru Nasional 2026

30 Oktober 2026 | 16:05

KebonCinta.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Bulan Guru Nasional 2026 pada Jumat (30/10/2026). Perayaan yang berlangsung sepanjang November ini bukan sekadar menyambut Hari Guru Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menyoroti kontribusi dan kesejahteraan para pendidik.

Dalam peluncuran yang berlangsung di SMPN 216 Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pengakuan bahwa pemerintah masih memiliki keterbatasan dalam memenuhi berbagai kebutuhan guru.

Ia mengakui belum semua hal yang diharapkan para pendidik dapat diberikan oleh pemerintah. Meski demikian, Mu'ti menegaskan bahwa upaya perbaikan akan terus dilakukan agar kehidupan guru menjadi lebih baik.

Baca Juga: Pendaftaran Anugerah GTK Kemenag 2026 Dibuka 1 November! Cek Syarat, Dokumen, dan Jadwal Lengkapnya 

"Kami dengan rendah hati menyampaikan bahwa banyak hal yang memang belum bisa diberikan oleh pemerintah. Tetapi kami berusaha untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi," tutur Mu'ti dalam peluncuran Bulan Guru Nasional di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pembukaan perayaan tahun ini. Sebab, penghargaan terhadap guru tidak hanya berkaitan dengan seremoni, tetapi juga menyangkut perhatian berkelanjutan terhadap kehidupan para pendidik.

Guru Memiliki Misi Lebih Besar daripada Sekadar Mengajar

Selain menyinggung upaya pemerintah, Abdul Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang telah mendedikasikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa.

Menurutnya, guru bukan sekadar pekerjaan yang dijalankan untuk memenuhi tanggung jawab profesional. Di dalamnya terdapat misi besar untuk membentuk manusia yang berpengetahuan, beradab, dan memiliki akhlak mulia.

Mu'ti menyebut tugas tersebut sebagai misi profetik atau misi kenabian. Artinya, guru memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membimbing perkembangan karakter peserta didik.

"Misi guru itu adalah misi profetik, misi di mana kita melaksanakan tugas kenabian, mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik anak-anak kita supaya beradaban dan berakhlak mulia," sambungnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui nilai akademik. Pembentukan karakter, moral, dan kemampuan peserta didik dalam kehidupan sosial juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab pendidikan.

Bulan Guru Nasional 2026 Mengusung Tema Guru Hebat, Indonesia Kuat

Bulan Guru Nasional 2026 akan berlangsung sepanjang November dengan mengangkat tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat".

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan.

"Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi para guru dan tenaga kependidikan. Melalui momen ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama atas besarnya peran guru dalam hidup kita semua, serta rasa bangga terhadap profesi mulia seorang guru," ujar Nunuk.

Berbagai agenda akan digelar di tingkat pusat, daerah, hingga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kegiatan tersebut mencakup kampanye cerita inspiratif guru, Pekan Guru Fest, seminar, webinar, aktivitas literasi, hingga pengembangan kompetensi.

Para pendidik juga dapat merayakan momentum tersebut secara langsung di sekolah melalui kegiatan berbagi pengalaman dan praktik baik pembelajaran.

Apresiasi Guru Tidak Boleh Berhenti pada Perayaan

Peluncuran Bulan Guru Nasional menjadi pengingat bahwa guru memegang peran penting dalam menentukan arah pendidikan Indonesia. Dedikasi mereka tidak hanya terlihat ketika menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga saat mendampingi peserta didik membangun karakter dan meraih cita-cita.

Karena itu, pengakuan mengenai keterbatasan pemerintah perlu diikuti dengan upaya perbaikan yang berkelanjutan. Perhatian terhadap kebutuhan pendidik, pengembangan kompetensi, dan lingkungan kerja yang mendukung menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan.

Nunuk pun berharap peringatan tahun ini dapat mendorong masyarakat untuk memberikan penghargaan kepada guru melalui tindakan nyata.

"Semoga Bulan Guru Nasional menjadi penanda bahwa kita sama-sama menghargai guru, bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam langkah nyata," sambungnya.

Dengan demikian, tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat" diharapkan tidak hanya menjadi slogan perayaan November, tetapi juga semangat bersama untuk meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru.Abdul Mu'ti Akui Pemerintah Belum Bisa Beri Banyak untuk Guru, Ini Janjinya di Bulan Guru Nasional 2026.***

Tags:
kemendikdasmen bulan guru nasional

Komentar Pengguna