Keboncinta.com — Pernikahan dalam Islam dibangun di atas kasih sayang, tanggung jawab, dan komitmen untuk saling menjaga. Karena itu, memohon pasangan yang setia merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kesetiaan bukan hanya dituntut dari suami atau istri, melainkan harus dijaga oleh keduanya. Sikap jujur, amanah, saling menghormati, dan menjaga kepercayaan menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah tangga.
Selain berusaha memperbaiki hubungan, umat Islam dapat memanjatkan doa agar Allah memberikan pasangan yang baik dan menjaga keharmonisan keluarga.
Berikut salah satu redaksi doa yang tercantum dalam buku Risalah Doa dan Zikir Keluarga.
Arab:
اَللَّهُمَّ يَا رَبِّ أَنْتَ حَسْبِيْ عَلَى زَوْجِيْ/زَوْجَتِيْ، عَطِّفْ قَلْبَهُ/قَلْبَهَا عَلَيَّ وَسَخِّرْ لِيْ قَلْبَهُ/قَلْبَهَا وَحَبِّبْنِيْ إِلَيْهِ/إِلَيْهَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin:
Allāhumma yā Rabbi anta ḥasbī ‘alā zaujī/zaujatī, ‘aṭṭif qalbahu/qalbahā ‘alayya wa sakhkhir lī qalbahu/qalbahā wa ḥabbibnī ilaihi/ilaihā, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah yang mencukupiku. Lembutkanlah hati suami/istriku kepadaku, tumbuhkanlah kasih sayang di antara kami, dan jadikanlah aku dicintai olehnya. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Redaksi ini merupakan doa yang disusun dalam literatur doa keluarga, bukan doa yang secara khusus ditetapkan Rasulullah SAW dalam hadis sahih. Doa tersebut dapat dibaca sebagai permohonan pribadi, dengan tetap mengutamakan kasih sayang dan kebaikan bersama.
Baca Juga: Doa Melindungi Anak dari Godaan Setan dan Bisikan Buruk, Ini Penjelasan Imam An-Nawawi
Doa ini bersumber langsung dari Al-Qur’an, yakni Surah Al-Furqan ayat 74.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin:
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yun, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Ayat ini mengajarkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak hanya diukur dari kecocokan perasaan, tetapi juga dari ketakwaan dan kebaikan perilaku anggota keluarga. Pasangan yang menyejukkan hati adalah mereka yang saling menguatkan dalam kebaikan.
Arab:
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ
Latin:
Allāhumma allif baina qulūbinā wa aṣliḥ żāta baininā wahdinā subulas-salām.
Artinya:
“Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukkanlah kepada kami jalan-jalan keselamatan.”
Redaksi ini dapat digunakan sebagai doa umum untuk memohon keharmonisan. Jangan menganggapnya sebagai doa khusus tentang kesetiaan yang pasti bersumber dari hadis sahih tanpa keterangan riwayat yang jelas.
Berdoa hendaknya dilakukan dengan ikhlas, penuh harap, dan disertai keyakinan kepada Allah. Umat Islam dianjurkan memulai doa dengan memuji Allah dan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Beberapa waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa antara lain:
Menghadap kiblat dan berwudu juga termasuk adab yang baik, meskipun bukan syarat sah berdoa.
Memohon pasangan yang setia mengajarkan seseorang untuk menyerahkan urusan hati kepada Allah sekaligus memperbaiki kualitas dirinya. Doa juga dapat memberikan ketenangan batin, mendorong introspeksi, serta menguatkan komitmen membangun keluarga yang harmonis.
Namun, doa perlu berjalan bersama ikhtiar nyata. Suami dan istri harus menjaga komunikasi, kejujuran, tanggung jawab, serta saling menghormati batasan dalam hubungan. Kesetiaan tidak dapat dibangun hanya dengan meminta pasangan berubah, tetapi juga melalui keteladanan dan komitmen kedua belah pihak.
Baca Juga: Ingin Punya Tetangga Baik? Ini Doa dan Adab Bertetangga Menurut Rasulullah
1. Apa doa dari Al-Qur’an untuk memohon pasangan setia?
Salah satunya adalah doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74 yang memohon pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati serta keluarga yang bertakwa.
2. Bolehkah menyebut nama pasangan ketika berdoa?
Boleh. Seseorang dapat menyebut nama pasangannya dalam doa selama permohonannya baik dan tidak bertujuan merugikan atau mengendalikan orang lain.
3. Kapan waktu terbaik memohon kesetiaan pasangan?
Di antaranya sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, serta ketika sujud.
4.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir