Keboncinta.com-- Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Teknologi yang sebelumnya lebih banyak digunakan di luar lingkungan sekolah kini semakin mudah ditemukan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Bagi guru, kehadiran AI menawarkan sejumlah peluang untuk mendukung pekerjaan. Teknologi ini dapat membantu mencari gagasan bahan ajar, menyusun aktivitas pembelajaran, membuat latihan soal, merangkum materi, hingga memberikan pilihan media yang dapat digunakan di kelas.
Meski demikian, kemampuan mengoperasikan berbagai aplikasi AI saja belum cukup. Guru juga perlu memiliki kompetensi digital agar pemanfaatan teknologi berlangsung secara tepat, aman, dan tetap sejalan dengan tujuan pendidikan.
Baca Juga: TKA 2026 Segera Dimulai, Siswa SMA dan SMK Wajib Manfaatkan Simulasi
Di tengah perkembangan teknologi, peran guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Guru juga perlu memiliki kemampuan untuk menilai informasi, memilih sumber yang dapat dipercaya, serta memahami teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Aspek keamanan data juga menjadi perhatian. Ketika teknologi digital digunakan dalam lingkungan sekolah, informasi pribadi peserta didik harus diperlakukan secara hati-hati.
Selain itu, guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa agar tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
AI memang dapat membantu menghasilkan materi pembelajaran dalam waktu relatif singkat. Namun, hasil yang diberikan teknologi tetap perlu diperiksa sebelum digunakan untuk peserta didik.
Guru harus memastikan informasi yang dihasilkan sesuai dengan materi, tidak mengandung kekeliruan, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
Kemampuan profesional guru tetap diperlukan karena teknologi tidak selalu dapat memahami konteks kelas, karakter siswa, maupun tujuan pembelajaran secara menyeluruh.
Dengan demikian, AI lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung pekerjaan guru, bukan sebagai pengganti peran profesional pendidik.
Baca Juga: Cara Cek Data DTSEN Pakai NIK KTP secara Online, Ini Langkah dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran juga perlu diarahkan agar tidak membuat peserta didik hanya bergantung pada jawaban instan.
Teknologi dapat digunakan sebagai pemantik agar siswa lebih aktif mengembangkan kemampuan berpikir. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, menguji informasi, membandingkan berbagai sumber, menyelesaikan persoalan, hingga menghasilkan karya.
Dengan pendekatan tersebut, penggunaan AI tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses berpikir siswa tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar.
Guru juga dapat memberikan tugas yang mengharuskan siswa menjelaskan alasan, menganalisis informasi, atau mengembangkan gagasan sendiri sehingga teknologi digunakan sebagai pendukung proses belajar.
Penggunaan AI di sekolah juga memiliki aspek etika yang perlu diperhatikan. Informasi pribadi peserta didik harus dilindungi dan tidak boleh sembarangan dimasukkan ke dalam layanan teknologi.
Guru juga perlu memastikan sumber informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan AI harus disesuaikan dengan usia, kondisi, serta kebutuhan peserta didik.
Pemahaman tersebut penting agar perkembangan teknologi tidak menimbulkan persoalan baru dalam proses pembelajaran.
Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan aplikasi, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai keamanan, etika, dan penggunaan informasi secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Satgas Bencana hingga KUA, Respons Darurat Akan Dibuat Berjenjang
Peningkatan kemampuan digital guru menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi perubahan pendidikan berbasis teknologi.
Pelatihan yang diberikan kepada guru sebaiknya tidak hanya mengajarkan cara menggunakan berbagai aplikasi AI. Lebih dari itu, guru perlu memahami bagaimana menentukan teknologi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Tidak semua kegiatan belajar membutuhkan bantuan AI. Dalam situasi tertentu, pembelajaran tanpa teknologi justru dapat memberikan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Karena itu, kemampuan memilih kapan AI digunakan dan kapan metode pembelajaran lain lebih tepat menjadi bagian penting dari kompetensi digital guru.
Kehadiran AI dapat membuka berbagai kemungkinan dalam kegiatan belajar mengajar. Namun, teknologi tetap merupakan sarana yang digunakan untuk mendukung proses pendidikan.
Kualitas pembelajaran pada akhirnya tetap dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru yang memiliki kompetensi digital tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menilai manfaat, risiko, dan relevansinya dalam pembelajaran.
Baca Juga: TPG September 2026 Mulai Diproses, Guru Perlu Pantau Info GTK dan Tahapan Pencairannya
Dengan demikian, pemanfaatan AI di sekolah sebaiknya berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi profesional dan digital guru. Teknologi dapat membantu proses pendidikan, tetapi arah dan kualitas pembelajaran tetap berada pada bagaimana guru menggunakannya secara bijak.***