Keboncinta.com-- Membangun kedekatan antara orang tua dan anak tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Percakapan sederhana setiap hari justru dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan.
Salah satu momen yang bisa dimanfaatkan adalah ketika anak baru pulang dari sekolah. Orang tua dapat mengajaknya berbicara mengenai berbagai hal yang dialami sepanjang hari.
Percakapan tersebut bukan sekadar untuk mengetahui kegiatan anak di sekolah. Lebih dari itu, komunikasi setelah pulang sekolah dapat menjadi ruang bagi anak untuk menceritakan perasaan, pengalaman, keberhasilan, maupun kesulitan yang mereka hadapi.
Agar percakapan tidak terasa seperti interogasi, orang tua bisa menggunakan pertanyaan sederhana dan terbuka. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dicoba.
Baca Juga: Anak Susah Diatur? Ini 5 Cara Mengajarkan Disiplin Tanpa Ancaman, Yuk Disimak
Pertanyaan ini dapat membantu anak mengingat kembali pengalaman menyenangkan yang terjadi di sekolah.
Biarkan anak bercerita tanpa buru-buru mengarahkan pembicaraan. Ketika orang tua menunjukkan ketertarikan terhadap cerita tersebut, anak dapat merasa bahwa pengalaman mereka dianggap penting dan layak didengarkan.
Kebiasaan sederhana ini juga dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua.
Orang tua juga dapat mengajak anak mengenali pencapaian kecil yang mereka lakukan selama berada di sekolah.
Tidak harus berupa nilai tinggi atau prestasi besar. Keberanian menjawab pertanyaan guru, menyelesaikan tugas, membantu teman, atau mencoba sesuatu yang baru juga dapat menjadi hal yang membanggakan.
Dengan membicarakan pengalaman tersebut, anak belajar menghargai usaha yang telah mereka lakukan sekaligus mengembangkan rasa percaya diri.
Baca Juga: Bolehkah Anak Kecil Main HP? Ini Aturan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Tidak semua pengalaman anak di sekolah berjalan menyenangkan. Karena itu, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan hal-hal yang membuat mereka kesulitan.
Pertanyaan ini dapat membuka ruang bagi anak untuk berbagi ketika menghadapi tugas yang sulit, masalah dengan teman, atau situasi lain yang membuat mereka tidak nyaman.
Orang tua sebaiknya mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan nasihat. Sikap tersebut dapat membuat anak merasa memiliki tempat yang aman untuk bercerita.
Anak mungkin menemukan lagu, cerita, permainan, kegiatan, atau pelajaran tertentu yang menarik selama berada di sekolah.
Tanyakan hal apa yang paling mereka sukai dan ingin dilakukan kembali di rumah. Dari jawaban tersebut, orang tua dapat mengetahui minat anak sekaligus mengembangkan kegiatan sederhana yang mendukung proses belajar mereka.
Dengan begitu, pengalaman yang diperoleh anak di sekolah dapat berlanjut menjadi aktivitas positif bersama keluarga.
Pertanyaan berbentuk angka bisa membuat percakapan terasa lebih santai dan menyenangkan.
Minta anak memberikan nilai untuk pengalaman mereka sepanjang hari. Setelah itu, orang tua dapat melanjutkan dengan pertanyaan seperti, “Kenapa kamu memilih angka itu?”
Jawaban anak dapat membantu orang tua memahami suasana hati mereka tanpa membuat percakapan terasa terlalu serius.
Baca Juga: Jangan Dianggap Kenakalan Biasa, Ini Tanda Bullying pada Anak yang Perlu Diketahui
Kehidupan sosial anak di sekolah juga penting untuk diketahui orang tua. Dengan bertanya tentang teman, anak memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka saat bermain dan berinteraksi.
Dari percakapan tersebut, orang tua dapat mengenal lebih jauh lingkungan pertemanan anak serta mengetahui bagaimana mereka berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan teman sebaya.