KebonCinta.com - Buku tugas sudah terbuka, tetapi anak justru menunduk dan mulai menangis. Ketika ditanya, jawabannya hanya, “Aku tidak bisa.” Situasi seperti ini dapat membuat orang tua bingung harus membantu dari mana.
Tangisan saat mengerjakan PR tidak otomatis berarti anak membutuhkan les. Orang tua perlu memahami apa yang terjadi sebelum menentukan bentuk bantuan yang sesuai.
Coba perhatikan kapan tangisan muncul. Apakah anak baru pulang sekolah, belum makan, atau menghadapi tugas yang instruksinya belum dipahami?
Baca Juga: Bukan Hanya Makanan, Ini 7 Kelompok Produk yang Perlu Memperhatikan Ketentuan Wajib Halal
Jangan langsung meminta anak menyelesaikan semuanya. Beri kesempatan untuk menenangkan diri, kemudian ajak berbicara dengan kalimat sederhana.
Pertanyaan seperti “Bagian mana yang terasa sulit?” dapat membuka percakapan. Hindari memberi label malas atau membandingkannya dengan teman, karena hal itu tidak menjelaskan sumber kesulitannya.
Orang tua layak memberi perhatian lebih ketika kejadian serupa terus berulang. Misalnya, anak selalu menangis saat menghadapi hitungan tertentu atau terus menunda tugas membaca.
Catat pelajaran, jenis soal, dan bagian yang paling sering membuatnya berhenti. Perhatikan juga apakah anak memahami contoh, tetapi kebingungan ketika bentuk pertanyaan berubah.
Baca Juga: Cara Mengurus Ijazah Hilang atau Rusak, Ini Dokumen dan Prosedur yang Perlu Disiapkan
Pola tersebut dapat menjadi bahan untuk membicarakan kebutuhan belajar anak dengan guru. Catatan yang konkret lebih membantu daripada sekadar mengatakan anak sulit belajar.
Pendampingan tidak harus berupa pemberian jawaban. Orang tua dapat membantu membaca instruksi, membagi tugas menjadi beberapa bagian, atau meminta anak menjelaskan apa yang sudah dipahaminya.
Berikan kesempatan mencoba satu langkah terlebih dahulu. Jika masih bingung, gunakan contoh sederhana tanpa mengambil alih seluruh pekerjaan.
Apresiasi usahanya saat mau mencoba kembali. Tujuannya adalah membantu anak memahami proses pengerjaan dan merasa aman untuk bertanya.
Baca Juga: Cara Membuat Rubrik Penilaian Proyek Siswa Lengkap dengan Contoh Indikator
Bila kesulitan terus muncul meski sudah didampingi, diskusikan dengan wali kelas. Dari situ, orang tua dapat menentukan bantuan tambahan yang sesuai, termasuk pendampingan belajar bila diperlukan, berdasarkan kebutuhan anak yang teramati, bukan hanya karena satu kejadian.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir