Surah Al-Falaq
Tulisan Arab:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ٥
Latin:
Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya:
"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'" (QS Al-Falaq: 1–5).
Surah An-Nas
Tulisan Arab:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١
مَلِكِ النَّاسِۙ ٢
اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِۖ ٤
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦
Latin:
Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya:
"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'" (QS An-Nas: 1–6).
Ketiga surah tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari zikir dan ruqyah untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi anak.
Dalam buku Quantum Doa karya Syukriadi Sambas dan kawan-kawan, dijelaskan beberapa adab ketika memanjatkan doa. Di antaranya adalah:
Selain memperhatikan adab tersebut, orang tua hendaknya berdoa dengan hati yang tulus dan tidak tergesa-gesa. Doa dapat dibaca langsung di dekat anak atau ketika orang tua sedang memohon pertolongan Allah dalam salat.
Setiap waktu merupakan kesempatan bagi seorang muslim untuk berdoa. Namun, terdapat beberapa waktu yang dikenal memiliki keutamaan untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Mengacu pada buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafi'ie el-Bantanie, beberapa waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berdoa antara lain:
Orang tua dapat memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk memohon kesembuhan dan keselamatan bagi anak. Meski demikian, doa tidak harus menunggu waktu tertentu. Kapan pun anak sakit, orang tua dapat langsung memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Membaca doa untuk anak sakit merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan orang tua. Namun, doa sebaiknya tidak menggantikan usaha medis. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha mencari kesembuhan sekaligus bertawakal kepada Allah SWT.
Ketika anak mengalami demam, batuk, nyeri, atau gejala penyakit lainnya, orang tua perlu memberikan perawatan yang tepat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Jika muncul tanda bahaya, seperti sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, atau anak tampak sangat lemah, segera cari pertolongan medis.
Pada akhirnya, kesembuhan merupakan kehendak Allah SWT. Orang tua dapat terus mendampingi anak, memberikan pengobatan, menjaga kebutuhan istirahat dan nutrisinya, serta tidak berhenti memanjatkan doa.
Semoga Allah SWT mengangkat penyakit anak-anak yang sedang sakit, memberikan kekuatan kepada mereka, dan menganugerahkan kesabaran kepada setiap orang tua yang sedang mendampingi buah hatinya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir