Parenting
Rahman Abdullah

Anak Suka Membantah? Jangan Langsung Dimarahi, Ini 5 Cara Menghadapinya

Anak Suka Membantah? Jangan Langsung Dimarahi, Ini 5 Cara Menghadapinya

02 November 2026 | 16:34

Jangan sampai orang tua melarang anak membentak, tetapi justru melakukan hal serupa ketika sedang marah.

Konsistensi membantu anak memahami batasan perilaku. Ia juga belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang perlu dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Anak Susah Diminta Tolong? Ini 8 Cara Melatihnya agar Lebih Peduli dan Mau Membantu 

4. Berikan Pilihan agar Anak Belajar Mandiri

Sebagian anak sering membantah karena ingin merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri. Hal ini dapat muncul ketika mereka mulai tumbuh dan ingin menentukan pilihan secara mandiri.

Orang tua bisa mengarahkan keinginan tersebut dengan memberikan pilihan yang tetap berada dalam batas aturan keluarga.

Sebagai contoh, daripada memerintahkan anak langsung mandi, orang tua dapat bertanya apakah ia ingin mandi sekarang atau setelah menyelesaikan satu permainan. Anak tetap memiliki kesempatan memilih, tetapi tanggung jawabnya tidak dihilangkan.

Cara ini membuat anak merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mengarahkan perilakunya tanpa harus terus-menerus berdebat.

5. Berikan Contoh Cara Berkomunikasi yang Baik

Anak banyak belajar melalui perilaku yang dilihat setiap hari. Jika orang tua terbiasa berbicara dengan nada kasar, meremehkan pendapat orang lain, atau membentak ketika berbeda pandangan, anak bisa meniru kebiasaan tersebut.

Karena itu, orang tua perlu menunjukkan bagaimana menyampaikan ketidaksetujuan secara santun. Gunakan kalimat yang jelas, tidak merendahkan, dan tetap menghargai lawan bicara.

Ketika anak berhasil mengungkapkan pendapat dengan baik, berikan apresiasi. Misalnya, katakan bahwa orang tua senang karena anak sudah berusaha berbicara dengan tenang meskipun memiliki pendapat berbeda.

Penguatan positif seperti ini dapat membantu anak memahami perilaku yang diharapkan dan mendorongnya untuk mengulang kebiasaan tersebut.

Pahami Perkembangan Anak, Jangan Hanya Fokus pada Bantahannya

Kebiasaan membantah perlu dilihat sesuai usia dan perkembangan anak. Pada tahap tertentu, anak memang sedang belajar mengenali keinginan, membangun kemandirian, serta memahami batasan yang diberikan orang tua.

Meski demikian, bukan berarti semua bentuk bantahan harus dibiarkan. Orang tua tetap perlu membimbing anak agar mampu membedakan antara menyampaikan pendapat dan bersikap tidak sopan.

Jika perilaku menentang berlangsung terus-menerus, sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, disertai agresivitas, atau membuat hubungan keluarga semakin sulit, orang tua dapat berkonsultasi dengan psikolog anak atau tenaga profesional yang sesuai.

Baca Juga: Pendidikan Karakter Sejak Dini Sangat Penting, Ini Pengaruhnya bagi Masa Depan Anak 

Pada akhirnya, menghadapi anak yang suka membantah membutuhkan kesabaran, ketegasan, dan komunikasi yang baik. Dengan menjadi pendengar sekaligus teladan, orang tua dapat membantu anak belajar mengungkapkan pendapat tanpa harus melukai perasaan orang lain.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Anak membantah Pola Asuh Pendidikan Anak

Komentar Pengguna