Parenting
Rahman Abdullah

Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini

Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini

02 November 2026 | 18:33

KebonCinta.com-- Mengajak anak untuk melaksanakan shalat terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Ada anak yang mudah mengikuti ketika diingatkan, tetapi ada pula yang lebih memilih bermain, menonton televisi, atau melakukan kegiatan lain saat waktu shalat tiba.

Kondisi ini sering membuat orang tua merasa kesulitan. Apalagi, membiasakan anak menjalankan ibadah bukan hanya tentang mengajarkan gerakan dan bacaan shalat, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa shalat merupakan kewajiban seorang Muslim.

Namun, membangun kebiasaan ibadah pada anak membutuhkan proses. Anak perlu mengenal, memahami, dan merasakan suasana menyenangkan ketika belajar shalat. Karena itu, pendekatan yang digunakan sebaiknya tidak hanya berupa perintah atau teguran.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua agar anak lebih tertarik dan terbiasa melaksanakan shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Anak Suka Membantah? Jangan Langsung Dimarahi, Ini 5 Cara Menghadapinya 

1. Orang Tua Harus Memberikan Contoh secara Langsung

Anak cenderung belajar dengan memperhatikan perilaku orang-orang terdekatnya. Karena itu, cara paling sederhana untuk mengenalkan kebiasaan shalat adalah melalui keteladanan orang tua.

Ketika waktu shalat tiba, usahakan ayah dan ibu segera bersiap untuk beribadah. Ajak anak melihat proses mengambil wudu, menyiapkan perlengkapan shalat, hingga melaksanakan ibadah bersama.

Anak yang terbiasa menyaksikan orang tuanya menjaga shalat akan lebih mudah memahami bahwa ibadah tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan keluarga.

Daripada hanya meminta anak shalat, tunjukkan terlebih dahulu bagaimana orang tua menjalankannya secara konsisten.

2. Ajak Anak Shalat Bersama dengan Suasana Menyenangkan

Mengajak anak shalat berjamaah di rumah bisa menjadi salah satu cara membangun kedekatan sekaligus mengenalkan ibadah.

Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berdiri di samping mereka ketika shalat. Untuk anak yang masih belajar, tidak perlu langsung menuntut kesempurnaan dalam setiap gerakan dan bacaan.

Berikan bimbingan secara perlahan sesuai usia dan kemampuannya. Jika anak melakukan kesalahan, jelaskan dengan bahasa sederhana tanpa mempermalukannya.

Suasana ibadah yang hangat dan penuh kasih sayang dapat membuat anak merasa nyaman. Dengan begitu, shalat tidak hanya dipandang sebagai kegiatan yang diperintahkan, tetapi juga sebagai kebiasaan keluarga.

3. Kenalkan Makna Shalat dengan Bahasa yang Mudah Dipahami

Anak mungkin belum memahami alasan mengapa seorang Muslim harus melaksanakan shalat lima waktu. Jika orang tua hanya memberikan perintah tanpa penjelasan, anak bisa menganggap ibadah sebagai kewajiban yang membatasi waktu bermainnya.

Cobalah menjelaskan makna shalat menggunakan kalimat sederhana. Misalnya, shalat merupakan cara seorang Muslim mengingat Allah, bersyukur atas nikmat-Nya, dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Penjelasan dapat disesuaikan dengan usia anak. Orang tua juga bisa menggunakan cerita tentang kisah nabi atau pengalaman sehari-hari untuk membantu anak memahami pentingnya ibadah.

Ketika anak mulai mengenal makna shalat, diharapkan tumbuh pemahaman yang lebih baik, bukan sekadar mengikuti perintah orang tua.

Baca Juga: Anak Tidak Selalu Mendapatkan Apa yang Diinginkan, Ini 5 Cara Melatihnya agar Siap Menghadapi Kenyataan Hidup 

4. Buat Rutinitas dan Pengingat Waktu Shalat

Kebiasaan akan lebih mudah terbentuk apabila dilakukan secara teratur. Orang tua dapat membantu anak mengenali lima waktu shalat dengan membuat jadwal sederhana di rumah.

Misalnya, ketika azan Zuhur berkumandang, keluarga mulai bersiap untuk beribadah. Setelah itu, anak dapat kembali melanjutkan aktivitasnya.

Gunakan pengingat yang mudah dipahami, seperti kalender ibadah, jadwal shalat bergambar, atau alarm dengan suara azan.

Meski demikian, pengingat sebaiknya tidak digunakan sebagai alat untuk menakut-nakuti anak.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Anak susah shalat pendidikan agama Shalat anak

Komentar Pengguna