Pendidikan
Rahman Abdullah

Apa Bedanya Asesmen Nasional dan Ujian Nasional? Simak Penjelasannya

Apa Bedanya Asesmen Nasional dan Ujian Nasional? Simak Penjelasannya

12 Oktober 2026 | 14:08

KebonCinta.com-- Dunia pendidikan Indonesia terus mengalami perubahan, termasuk dalam sistem evaluasi pembelajaran. Salah satu perubahan yang banyak menimbulkan pertanyaan adalah peralihan dari Ujian Nasional (UN) menuju Asesmen Nasional (AN). 

Keduanya sama-sama berkaitan dengan pendidikan, tetapi memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut penting bagi siswa, orang tua, dan guru agar tidak lagi menganggap setiap asesmen sebagai penentu kelulusan.

Baca Juga: Apa saja yang Diujikan dalam TKA Antropologi SMA? Simak Materi dan Kompetensinya 

Mengenal Perbedaan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional

Ujian Nasional dan Asesmen Nasional merupakan dua bentuk evaluasi pendidikan yang memiliki pendekatan berbeda. Jika UN dahulu digunakan untuk mengukur capaian belajar siswa secara individual pada akhir jenjang pendidikan, AN dirancang untuk memperoleh gambaran mengenai mutu pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah.

Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Asesmen Nasional tidak menggantikan fungsi evaluasi hasil belajar individual seperti yang dahulu dijalankan UN. AN lebih berfokus pada pemetaan kualitas pendidikan sebagai dasar perbaikan pembelajaran. 

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya perubahan fokus evaluasi, dari pengukuran capaian akademik siswa pada akhir jenjang menuju pemetaan mutu pendidikan secara lebih menyeluruh.

1. Tujuan Pelaksanaan yang Berbeda

Perbedaan mendasar antara UN dan AN terletak pada tujuan penyelenggaraannya.

Ujian Nasional dahulu digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa berdasarkan materi pelajaran tertentu. Hasilnya menjadi salah satu bagian penting dalam evaluasi pendidikan pada masa pelaksanaannya.

Sementara itu, Asesmen Nasional bertujuan memetakan mutu pendidikan melalui pengukuran kompetensi dasar siswa, karakter, serta kondisi lingkungan belajar. Hasilnya digunakan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah untuk menentukan langkah perbaikan.

Dengan demikian, AN tidak berorientasi pada pemeringkatan kemampuan setiap peserta didik, melainkan membantu mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam sistem pembelajaran.

Baca Juga: Memahami Asesmen Formatif dalam Kurikulum Merdeka, Cara Guru Mengetahui Perkembangan Belajar Siswa 

2. Peserta yang Mengikuti Asesmen

Pada masa pelaksanaan UN, siswa pada tingkat akhir jenjang pendidikan menjadi peserta ujian. Ujian tersebut berlaku bagi siswa yang memenuhi ketentuan untuk mengikuti UN pada jenjangnya.

Berbeda dengan itu, Asesmen Nasional dirancang untuk melibatkan peserta didik yang dipilih sebagai sampel pada jenjang tertentu. Selain siswa, guru dan kepala sekolah juga berpartisipasi sesuai instrumen yang ditetapkan.

Keterlibatan guru dan kepala sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai proses pembelajaran dan lingkungan pendidikan. Informasi tersebut membantu menjelaskan kondisi sekolah, bukan sekadar hasil yang diperoleh siswa.

Ketentuan peserta dan teknis pelaksanaan AN mengikuti kebijakan resmi yang berlaku pada tahun penyelenggaraan.

3. Aspek yang Diukur Tidak Sama

Ujian Nasional berfokus pada pencapaian belajar siswa dalam mata pelajaran yang diujikan. Sebaliknya, Asesmen Nasional menilai beberapa aspek yang lebih luas untuk memetakan mutu pendidikan.

AN menggunakan tiga instrumen utama, yaitu:

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam proses belajar.
  • Survei Karakter: memotret karakter serta sikap yang relevan dengan proses pendidikan.
  • Survei Lingkungan Belajar: mengumpulkan informasi mengenai kondisi dan kualitas lingkungan pembelajaran di sekolah.

Ketiga instrumen tersebut memberikan informasi yang dapat digunakan untuk memahami kekuatan dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan. 

Karena cakupannya berbeda, hasil AN tidak dapat disamakan dengan nilai UN yang dahulu digunakan untuk menggambarkan pencapaian akademik siswa secara individual.

Baca Juga: Asesmen Sumatif Bukan Sekadar Nilai, Ini Perannya dalam Pembelajaran 

4. Hasil Asesmen Nasional Bukan Penentu Kelulusan

Salah satu hal yang sering ditanyakan masyarakat adalah apakah Asesmen Nasional menentukan kelulusan siswa.

Jawabannya, Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan peserta didik. Hasil AN tidak berupa nilai individual yang digunakan untuk menetapkan seorang siswa lulus atau tidak lulus. Kelulusan merupakan kewenangan satuan pendidikan berdasarkan ketentuan penilaian yang berlaku. 

Hasil AN justru dimanfaatkan untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran dan merancang program peningkatan mutu sekolah.

Artinya, siswa yang menjadi peserta AN tidak perlu memandang kegiatan tersebut sebagai ujian kelulusan. Meski demikian, mereka tetap perlu mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh agar informasi yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi pembelajaran secara lebih akurat.

5. Hasil AN Digunakan untuk Memperbaiki Kualitas Sekolah

Hasil evaluasi pendidikan akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan perubahan nyata.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Asesmen Nasional ujian nasional Tujuan Asesmen Nasional pendidikan

Komentar Pengguna