ASN & Karier
M. Panji Maulana

Apa Itu Gaji Induk Susulan? Kenali Perbedaannya dengan Kekurangan Gaji dan THR

Apa Itu Gaji Induk Susulan? Kenali Perbedaannya dengan Kekurangan Gaji dan THR

26 Oktober 2026 | 19:42

KebonCinta.com – Dalam administrasi penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN), terdapat beberapa istilah yang terdengar mirip tetapi mempunyai pengertian berbeda. Di antaranya adalah gaji induk, gaji susulan, kekurangan gaji, dan Tunjangan Hari Raya atau THR.

Perbedaan tersebut penting dipahami karena setiap pembayaran memiliki dasar, alasan pengajuan, serta mekanisme administrasi tersendiri.

Sebagai contoh, seorang pegawai yang baru diangkat mungkin belum menerima gaji pada bulan pertama bekerja. Sementara itu, pegawai lain sudah menerima gaji bulanan, tetapi nominal yang masuk belum mencerminkan kenaikan pangkat terbaru.

Kedua keadaan tersebut tidak selalu diselesaikan melalui jenis pembayaran yang sama.

Sebagian masyarakat menggunakan istilah "gaji induk susulan" untuk menggambarkan gaji bulanan yang baru diterima setelah waktu pembayaran normal.

Namun, dalam klasifikasi administrasi pembayaran yang digunakan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, gaji induk dan gaji susulan merupakan jenis pembayaran yang dibedakan.

Lantas, apa pengertian masing-masing dan bagaimana cara membedakannya dari kekurangan gaji maupun THR?

Apa Itu Gaji Induk?

Gaji induk merupakan pembayaran gaji yang dilakukan secara rutin setiap bulan kepada pegawai yang berhak menerimanya.

Menurut penjelasan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya I, gaji induk menjadi pembayaran bulanan yang mencakup gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji sesuai ketentuan.

Bagi pegawai pada satuan kerja pemerintah pusat, pembayaran gaji induk umumnya dilakukan pada tanggal 1 atau hari kerja pertama bulan berkenaan.

Besaran yang diterima setiap pegawai dapat berbeda berdasarkan pangkat, golongan, masa kerja, jabatan, status keluarga, dan ketentuan penghasilan yang berlaku.

Gaji induk bukan hanya gaji pokok.

Dalam administrasi penggajian, terdapat komponen tunjangan yang dapat diperhitungkan sesuai hak masing-masing pegawai.

Namun, tidak seluruh jenis tambahan penghasilan otomatis termasuk dalam komponen gaji induk.

Sebagai contoh, tunjangan kinerja mempunyai mekanisme serta ketentuan tersendiri pada banyak instansi.

Apa Itu Gaji Susulan?

Gaji susulan adalah pembayaran gaji pegawai yang belum dibayarkan pada waktu seharusnya.

KPPN Barabai menjelaskan bahwa gaji susulan dapat terjadi ketika pembayaran gaji seorang pegawai tidak dilakukan tepat pada saat yang bersangkutan mulai melaksanakan tugas.

Keadaan ini dapat terjadi pada pegawai yang baru diangkat, pegawai yang mengalami perpindahan tempat tugas, atau kasus administratif tertentu yang menyebabkan pembayaran tertunda.

Gaji susulan dapat mencakup satu bulan atau lebih sesuai hak yang belum dibayarkan.

Dalam ketentuan administrasi, pembayaran tersebut disusun secara tersendiri atau terpisah dari daftar gaji induk.

Karena itu, apabila masyarakat menyebut "gaji induk susulan", istilah yang lebih tepat untuk dipahami dalam konteks pembayaran gaji bulanan yang terlambat ialah gaji susulan.

Mengapa Gaji Susulan Bisa Terjadi?

Ada sejumlah keadaan yang dapat menyebabkan gaji pegawai belum masuk dalam pembayaran bulanan.

Pertama, pegawai baru mulai bekerja.

Misalnya, seorang CPNS mulai melaksanakan tugas berdasarkan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT), tetapi administrasi penggajiannya belum selesai diproses.

Dalam keadaan tersebut, pembayaran hak gaji yang belum diterima dapat diproses melalui mekanisme gaji susulan sesuai persyaratan.

Kedua, pegawai mengalami mutasi.

Seorang PNS yang berpindah dari satu satuan kerja ke satuan kerja lain mungkin mengalami perubahan unit pembayar gaji.

Jika pengalihan administrasi belum selesai ketika daftar gaji bulanan disusun, pembayaran dapat memerlukan mekanisme susulan.

Ketiga, terdapat penundaan akibat proses administrasi.

Dalam kasus tertentu, pembayaran gaji dapat terhenti atau tertunda dan kemudian perlu diselesaikan setelah hak pegawai dipastikan.

Namun, penyebab serta tindak lanjutnya harus diperiksa berdasarkan dokumen resmi.

Tidak setiap gaji yang terlambat masuk rekening otomatis diproses melalui gaji susulan.

Contoh Perhitungan Gaji Susulan

Misalnya, seorang pegawai telah memenuhi ketentuan untuk memperoleh gaji bulanan, tetapi belum menerima pembayaran selama dua bulan.

Untuk mempermudah pemahaman, anggap hak pembayaran yang belum diterima sebesar Rp4.000.000 setiap bulan.

Perhitungannya:

2 bulan × Rp4.000.000 = Rp8.000.000

Dengan demikian, nilai hak pembayaran dua bulan tersebut adalah Rp8.000.000 sebelum memperhitungkan potongan dan penyesuaian yang berlaku.

Namun, angka tersebut hanya ilustrasi.

Perhitungan sebenarnya harus dilakukan berdasarkan komponen penghasilan, tanggal mulai berhak, status kepegawaian, pajak, potongan, dan dokumen administrasi.

Untuk CPNS, misalnya, penentuan hak awal pembayaran perlu memperhatikan SPMT serta ketentuan khusus mengenai penggajian.

Jangan langsung menggunakan tanggal yang tercantum pada satu dokumen tanpa memeriksa ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Kekurangan Gaji atau Rapel?

Kekurangan gaji merupakan pembayaran selisih ketika pegawai telah menerima gaji, tetapi jumlah yang dibayarkan lebih kecil daripada hak yang seharusnya.

Menurut KPPN Sinjai, kekurangan gaji dapat terjadi karena adanya kenaikan besaran komponen penghasilan yang belum diterapkan tepat pada waktunya.

Contohnya adalah kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, perubahan jabatan, atau penyesuaian komponen tertentu.

Dengan demikian, perbedaannya dapat dilihat dari kondisi pembayaran awal.

Pada gaji susulan, pembayaran gaji untuk periode tertentu belum dilakukan.

Sementara itu, pada kekurangan gaji, pembayaran sudah dilakukan, tetapi nominalnya belum sesuai hak terbaru.

Istilah rapel sering digunakan masyarakat untuk menyebut pembayaran selisih penghasilan yang tertunda.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Berkala PPPK Setiap 2 Tahun, Cek Syarat dan Berkas yang Wajib Disiapkan

Contoh Perhitungan Kekurangan Gaji

Misalnya, seorang pegawai memperoleh kenaikan gaji berkala yang berlaku mulai Juli.

Sebelum kenaikan, komponen gaji yang diperhitungkan sebesar Rp3.500.000 per bulan.

Setelah kenaikan, nominal yang seharusnya diterima menjadi Rp3.650.000.

Namun, karena perubahan administrasi belum diterapkan, pegawai masih menerima nominal lama selama Juli, Agustus, dan September.

Selisih setiap bulan adalah:

Rp3.650.000 − Rp3.500.000 = Rp150.000

Apabila selisih tersebut berlaku selama tiga bulan, maka:

3 × Rp150.000 = Rp450.000

Nilai Rp450.000 tersebut merupakan contoh kekurangan pembayaran yang perlu diselesaikan.

Angka tersebut belum memperhitungkan kemungkinan perubahan komponen lain serta ketentuan potongan.

Pembayaran sebenarnya harus didasarkan pada hasil perhitungan resmi instansi.

Tabel Perbedaan Gaji Induk dan Kekurangan Gaji

Berikut ringkasan perbedaan berdasarkan pengertian serta mekanisme pembayarannya.

Jenis PembayaranPengertianContoh Kondisi
Gaji indukGaji rutin bulananGaji pegawai yang dibayarkan setiap bulan
Gaji susulanGaji periode tertentu yang belum dibayarkanGaji pertama pegawai baru tertunda
Kekurangan gajiSelisih hak penghasilan yang belum dibayarkanKenaikan pangkat belum masuk perhitungan
THRPembayaran khusus menjelang hari raya sesuai ketentuanTHR ASN tahun anggaran tertentu

Perbedaan utamanya terletak pada tujuan dan dasar pembayaran.

Gaji induk berkaitan dengan penghasilan bulanan normal.

Gaji susulan menyelesaikan gaji yang belum dibayarkan.

Kekurangan gaji menyelesaikan selisih penghasilan.

Sementara itu, THR merupakan pembayaran khusus yang mempunyai peraturan tersendiri.

Apakah Gaji Susulan Sama dengan THR?

Gaji susulan tidak sama dengan THR.

Tunjangan Hari Raya merupakan penghasilan yang diberikan kepada kelompok penerima yang memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan pemerintah pada tahun berjalan.

Untuk tahun 2026, ketentuan THR dan gaji ketiga belas diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026.

Pelaksanaan teknis pembayaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2026.

Dalam ketentuan tersebut, pembayaran THR dilakukan melalui mekanisme tersendiri dan terpisah dari pembayaran gaji bulanan.

Artinya, walaupun pegawai menerima THR pada rekening yang sama dengan gaji, status dan dasar pembayarannya tetap berbeda.

Apa Saja Komponen THR ASN 2026?

Untuk aparatur negara yang memenuhi persyaratan dan pembayarannya bersumber dari APBN, THR tahun 2026 dapat mencakup beberapa komponen sesuai kategori penerima.

Komponen tersebut antara lain gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tunjangan kinerja sesuai ketentuan.

Namun, terdapat pengecualian dan pengaturan khusus bagi kelompok penerima tertentu.

Misalnya, guru dan dosen yang memenuhi kondisi yang ditetapkan dapat memperoleh komponen berdasarkan tunjangan profesi atau tunjangan kehormatan sesuai ketentuan.

Peraturan juga menetapkan sejumlah tunjangan dan insentif yang tidak diperhitungkan dalam THR.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh penghasilan yang biasa masuk ke rekening pegawai pasti akan menjadi komponen THR.

Besaran pembayaran harus mengikuti status pegawai, jenis penghasilan, dan peraturan yang berlaku.

Apakah THR Bisa Dibayarkan secara Susulan?

Dalam administrasi pembayaran, THR juga dapat memiliki mekanisme pembayaran susulan atau kekurangan apabila terdapat hak yang belum dibayarkan sesuai aturan.

Namun, hal tersebut tidak menjadikan THR sama dengan gaji susulan bulanan.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 mengatur penerbitan Surat Perintah Membayar Langsung atau SPM-LS tersendiri untuk THR dan gaji ketiga belas, termasuk mekanisme pembayaran kekurangan atau susulan yang relevan.

Dengan demikian, istilah "susulan" dapat digunakan dalam konteks beberapa jenis pembayaran.

Yang perlu diperhatikan adalah jenis hak penghasilan yang sedang dibayarkan, bukan hanya kata "susulan" yang muncul pada keterangannya.

Apakah Gaji Ke-13 Sama dengan Kekurangan Gaji?

Gaji ketiga belas juga bukan kekurangan gaji.

Gaji ke-13 merupakan pembayaran khusus bagi penerima yang memenuhi ketentuan pemerintah.

Walaupun menggunakan istilah gaji, pembayaran tersebut berbeda dari gaji induk yang diterima secara rutin setiap bulan.

Sementara itu, kekurangan gaji timbul karena terdapat selisih penghasilan yang belum dibayarkan pada periode tertentu.

Sebagai contoh, seorang pegawai dapat menerima gaji bulanan, kemudian pada periode lain menerima gaji ke-13 sesuai ketentuan.

Jika terdapat kenaikan pangkat yang belum diperhitungkan, pegawai juga mungkin mempunyai hak atas kekurangan gaji.

Setiap pembayaran harus mempunyai dasar administrasi masing-masing.

Baca Juga: Jadwal dan Rincian Lengkap THR serta Gaji ke-13 ASN 2026, Ini Besaran dan Mekanismenya

Bagaimana Mekanisme Pengajuan Gaji Susulan?

Untuk pegawai pada satuan kerja pemerintah pusat, proses pembayaran melibatkan pengelola administrasi kepegawaian dan penggajian.

Dokumen yang diperlukan bergantung pada penyebab pembayaran.

Misalnya, pengajuan gaji susulan pegawai baru dapat memerlukan dokumen pengangkatan, SPMT, dan kelengkapan lain sesuai ketentuan.

Sementara itu, pengajuan bagi pegawai yang mengalami mutasi dapat membutuhkan dokumen perpindahan dan administrasi penghentian atau pengalihan pembayaran sebelumnya.

Setelah dokumen diperiksa, satuan kerja melakukan perhitungan melalui aplikasi penggajian serta mengajukan pembayaran sesuai prosedur perbendaharaan.

KPPN kemudian menjalankan fungsi pemeriksaan dan pencairan sesuai kewenangannya.

Mekanisme pegawai pemerintah daerah dapat mempunyai pengaturan administrasi berbeda berdasarkan sistem pengelolaan keuangan daerah.

Mengapa Gaji Belum Masuk meskipun SK Sudah Terbit?

Terbitnya surat keputusan kepegawaian merupakan bagian penting dalam penetapan status atau perubahan hak pegawai.

Namun, proses pembayaran juga membutuhkan kelengkapan administrasi dan penentuan waktu mulai berhak.

Misalnya, pegawai baru dapat memerlukan SPMT sebagai dokumen penting untuk menentukan awal pembayaran gaji.

Begitu pula pegawai mutasi mungkin membutuhkan penyelesaian dokumen dari instansi sebelumnya.

Karena itu, SK yang sudah diterbitkan tidak selalu berarti pembayaran langsung dapat dilakukan pada hari yang sama.

Pegawai perlu menanyakan status proses kepada pengelola kepegawaian atau penggajian pada satuan kerjanya.

Cara Memeriksa Jika Gaji Belum Dibayarkan

Apabila pegawai belum menerima gaji sesuai waktu yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Pertama, periksa rekening untuk memastikan tidak terjadi keterlambatan informasi transaksi.

Kedua, periksa slip atau rincian gaji apabila sudah tersedia.

Ketiga, cocokkan periode yang belum dibayar dengan dokumen pengangkatan, kenaikan pangkat, atau mutasi.

Keempat, hubungi petugas pengelola administrasi belanja pegawai, bendahara, atau unit keuangan yang berwenang.

Kelima, tanyakan apakah pembayaran sedang diproses sebagai gaji susulan, kekurangan gaji, atau jenis pembayaran lain.

Pegawai juga dapat meminta penjelasan mengenai dokumen yang masih perlu dilengkapi.

Hindari menyimpulkan adanya kesalahan atau pelanggaran hanya berdasarkan keterlambatan tanpa memeriksa proses administrasi.

Apakah Semua Keterlambatan Pembayaran Disebut Gaji Susulan?

Tidak selalu.

Istilah yang digunakan perlu sesuai dengan jenis hak dan proses administrasinya.

Misalnya, apabila gaji bulan berjalan sudah diproses tetapi transfer tertunda akibat gangguan perbankan, keadaan tersebut belum tentu menjadi pengajuan gaji susulan yang baru.

Demikian pula ketika perubahan kenaikan gaji belum masuk dalam sistem, pembayaran selisih lebih sesuai dipahami sebagai kekurangan gaji.

Petugas penggajian perlu menentukan klasifikasi berdasarkan dokumen serta mekanisme resmi.

Hal ini penting karena jenis pembayaran memengaruhi cara pencatatan, perhitungan, dan pertanggungjawaban.

Pentingnya Menyimpan Dokumen Kepegawaian

Pegawai sebaiknya menyimpan dokumen yang berkaitan dengan perubahan hak penghasilan.

Misalnya, SK pengangkatan, SK kenaikan pangkat, surat kenaikan gaji berkala, dokumen mutasi, dan SPMT.

Dokumen tersebut dapat membantu ketika diperlukan pemeriksaan pembayaran.

Simpan pula slip gaji dan informasi transaksi yang relevan pada tempat aman.

Jangan membagikan dokumen yang memuat NIP, nomor rekening, dan data pribadi melalui media sosial atau grup publik.

Jika membutuhkan klarifikasi, gunakan saluran resmi instansi.

Memahami Jenis Pembayaran agar Tidak Keliru Menafsirkan Penghasilan

Perbedaan gaji induk, gaji susulan, kekurangan gaji, dan THR bukan hanya persoalan istilah.

Setiap jenis pembayaran berkaitan dengan hak keuangan serta proses administrasi yang berbeda.

Gaji induk merupakan penghasilan rutin bulanan, sedangkan gaji susulan digunakan ketika hak gaji pada periode tertentu belum dibayarkan.

Kekurangan gaji berkaitan dengan selisih komponen penghasilan yang belum diterima, sementara THR merupakan pembayaran khusus sesuai peraturan pemerintah.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pegawai dapat lebih mudah membaca informasi penggajian, menyiapkan dokumen yang diperlukan, serta menyampaikan pertanyaan secara tepat kepada pengelola keuangan instansi.

Pemahaman yang baik juga membantu masyarakat tidak langsung menyamakan seluruh pembayaran tambahan sebagai bonus, karena sebagian pembayaran sebenarnya merupakan penyelesaian atas hak penghasilan yang telah timbul sebelumnya.

Tags:
Gaji Induk Susulan Gaji Susulan ASN Kekurangan Gaji THR ASN 2026 gaji pns Administrasi Kepegawaian

Komentar Pengguna