KebonCinta.com - Posisi Matahari yang terlihat dari permukaan Bumi ternyata tidak selalu sama sepanjang tahun. Pada periode tertentu, Matahari tampak berada lebih ke utara, sedangkan pada waktu lainnya bergeser ke selatan.
Perubahan posisi tersebut dikenal sebagai gerak semu tahunan Matahari.
Fenomena ini berkaitan dengan revolusi Bumi dan kemiringan sumbu rotasinya.
Lantas, bagaimana gerak semu tahunan Matahari terjadi dan apa pengaruhnya terhadap kondisi Bumi?
Baca Juga: Mengapa Musim Bisa Berganti? Pahami Pengaruh Revolusi Bumi dan Kemiringan Sumbu Bumi
Gerak semu tahunan Matahari merupakan perubahan posisi tampak Matahari terhadap ekuator langit sepanjang tahun.
Perubahan tersebut terjadi karena Bumi bergerak mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring sekitar 23,4 derajat.
Akibatnya, posisi Matahari yang terlihat dari Bumi seolah-olah bergeser secara bertahap antara wilayah utara dan selatan ekuator langit.
Gerakan tersebut berbeda dengan gerak semu harian Matahari yang terutama disebabkan oleh rotasi Bumi.
Baca Juga: Apa Itu Rotasi Bumi? Kenali Pengertian, Arah Perputaran, dan Waktu yang Dibutuhkan
Sekitar 20 atau 21 Maret, Matahari tampak berada di sekitar ekuator langit.
Setelah itu, posisi semunya bergerak semakin ke utara hingga mencapai titik paling utara sekitar 20 atau 21 Juni.
Selanjutnya, Matahari tampak bergerak kembali menuju ekuator dan mencapainya sekitar 22 atau 23 September.
Pergerakan kemudian berlanjut ke selatan hingga mencapai titik paling selatan sekitar 21 atau 22 Desember.
Setelah itu, posisi tampak Matahari kembali bergerak menuju utara.
Tanggal-tanggal tersebut dapat sedikit berubah berdasarkan tahun.
Baca Juga: Apa Dampaknya Jika Oksigen di Bumi Tiba-Tiba Hilang? Begini Penjelasan Sains
Perubahan posisi tampak Matahari memengaruhi sudut datang sinar Matahari dan durasi penyinaran di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut turut berperan dalam pergantian musim, perubahan panjang siang dan malam, serta variasi suhu sepanjang tahun.
Di wilayah tropis, perubahan posisi Matahari juga berkaitan dengan waktu ketika Matahari berada hampir tepat di atas kepala pada tengah hari.
Fenomena ini dapat diamati melalui perubahan arah dan panjang bayangan.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Oksigen Hilang dari Bumi Selama 5 Detik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Dengan memahami gerak semu tahunan, siswa dapat mengetahui hubungan antara revolusi Bumi, kemiringan sumbu, dan perubahan penyinaran Matahari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir