Pendidikan
Rahman Abdullah

Apa Dampaknya Jika Oksigen di Bumi Tiba-Tiba Hilang? Begini Penjelasan Sains

Apa Dampaknya Jika Oksigen di Bumi Tiba-Tiba Hilang? Begini Penjelasan Sains

22 September 2026 | 17:17

Keboncinta.comm-- Oksigen merupakan salah satu komponen utama yang menopang kehidupan di planet Bumi. Manusia dan banyak makhluk hidup lainnya menggunakannya setiap saat untuk menjalankan berbagai proses penting di dalam tubuh.

Karena tersedia secara alami di udara, keberadaan oksigen sering kali tidak begitu disadari. Namun, bagaimana jika oksigen di atmosfer Bumi tiba-tiba menghilang, bahkan hanya selama lima detik?

Pertanyaan tersebut kerap menjadi bahan pembahasan dalam berbagai skenario ilmiah populer. Jika benar-benar terjadi, hilangnya oksigen tentu akan berkaitan dengan berbagai proses biologis, kimia, dan fisik di Bumi.

Meski demikian, sejumlah gambaran mengenai apa yang akan terjadi ketika oksigen menghilang selama lima detik perlu dipahami secara hati-hati. Tidak semua klaim yang beredar sesuai dengan karakteristik ilmiah oksigen dan atmosfer Bumi.

Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Ikut Seleksi Ulang, Peralihan Direncanakan Januari 2027

Mengapa Oksigen Sangat Penting bagi Kehidupan?

Tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk menjalankan respirasi seluler, yaitu proses yang memungkinkan sel menghasilkan energi untuk menjalankan fungsinya.

Kebutuhan tersebut juga berlaku pada banyak jenis hewan dan organisme lain yang menggunakan oksigen dalam proses metabolisme.

Peran oksigen tidak berhenti pada tubuh makhluk hidup. Unsur ini juga terlibat dalam berbagai proses yang berlangsung di lingkungan, atmosfer, dan biosfer Bumi.

Karena itu, perubahan drastis terhadap jumlah oksigen bebas di atmosfer akan memiliki konsekuensi yang luas. Namun, dampaknya tidak selalu terjadi dalam bentuk seperti yang sering digambarkan dalam konten populer.

Apakah Langit Akan Langsung Berubah Menjadi Gelap?

Salah satu anggapan yang sering muncul dalam skenario hilangnya oksigen adalah langit akan seketika berubah menjadi hitam.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Warna biru langit berkaitan dengan hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul gas di atmosfer. Nitrogen dan oksigen merupakan bagian dari gas yang berperan dalam proses tersebut.

Artinya, menghilangnya oksigen saja tidak otomatis membuat langit menjadi gelap total seperti kondisi malam hari.

Meski demikian, jika komposisi atmosfer berubah secara ekstrem, kondisi atmosfer secara keseluruhan tentu ikut berubah. Jadi, dampaknya tetap besar, tetapi tidak harus mengikuti gambaran populer bahwa langit langsung menjadi hitam.

Baca Juga: Wajib Dipahami Guru, Ini Perbedaan ASLM dan Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Siswa

Oksigen dan Ozon Bukan Hal yang Sama

Oksigen sering dikaitkan dengan ozon karena keduanya tersusun dari unsur yang sama. Namun, struktur dan fungsinya berbeda.

Oksigen yang umum terdapat di atmosfer berupa O₂, sedangkan ozon terdiri atas tiga atom oksigen atau O₃.

Ozon terutama terdapat di lapisan stratosfer dan memiliki fungsi penting karena menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet berbahaya yang berasal dari Matahari.

Karena perbedaan tersebut, hilangnya oksigen bebas di atmosfer selama beberapa detik tidak dapat disamakan dengan lenyapnya lapisan ozon.

Kerusakan ozon yang berlangsung dalam jangka panjang memang dapat meningkatkan jumlah radiasi ultraviolet yang mencapai permukaan Bumi. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap manusia dan organisme lainnya.

Namun, kedua fenomena tersebut merupakan persoalan yang berbeda.

Apakah Air Laut dan Sungai Akan Ikut Menghilang?

Ada pula anggapan bahwa apabila oksigen menghilang dari Bumi, air di lautan, sungai, dan permukaan tanah akan ikut lenyap.

Pemikiran tersebut muncul karena air memang mengandung unsur oksigen. Akan tetapi, oksigen yang menjadi bagian dari air berbeda dengan oksigen bebas yang terdapat di atmosfer.

Air memiliki rumus H₂O, yang berarti molekulnya tersusun atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Oksigen dalam molekul air terikat secara kimia dengan hidrogen.

Sementara itu, oksigen yang kita hirup dari udara berbentuk molekul O₂.

Perbedaan ini penting. Hilangnya oksigen bebas di atmosfer dalam waktu singkat tidak berarti atom oksigen yang menjadi bagian dari molekul air juga ikut menghilang.

Dengan demikian, lautan dan sungai tidak otomatis lenyap hanya karena oksigen atmosfer mengalami perubahan secara tiba-tiba.

Baca Juga: Pendaftaran Pesantren Nyaman Belajar 2026 Masih Dibuka, Ada Bantuan Renovasi Asrama hingga Rp25 Juta

Bumi Pernah Memiliki Atmosfer dengan Oksigen Sangat Rendah

Komposisi atmosfer Bumi ternyata tidak selalu seperti sekarang. Pada masa awal sejarah planet ini, oksigen bebas belum tersedia dalam jumlah seperti yang ditemukan di atmosfer modern.

Bumi telah mengalami perubahan atmosfer selama miliaran tahun. Salah satu faktor penting dalam peningkatan oksigen adalah aktivitas organisme fotosintetik, termasuk sianobakteri.

Perubahan besar kemudian terjadi dalam sejarah atmosfer melalui peristiwa yang dikenal sebagai Great Oxidation Event atau Peristiwa Oksidasi Besar.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar 2,4 miliar tahun lalu dan ditandai dengan meningkatnya kadar oksigen di atmosfer secara signifikan.

Kenaikan kadar oksigen kemudian membawa perubahan besar terhadap lingkungan Bumi dan menjadi bagian penting dalam perjalanan evolusi kehidupan.

Apakah Oksigen Bisa Habis pada Masa Depan?

Pertanyaan mengenai kemungkinan berkurangnya oksigen Bumi di masa depan juga tidak terlepas dari perubahan jangka panjang yang akan dialami planet ini.

Dalam skala waktu miliaran tahun, Matahari akan terus mengalami perubahan. Peningkatan luminositas Matahari pada masa mendatang dapat memengaruhi kondisi iklim dan berbagai siklus yang berlangsung di Bumi, termasuk siklus karbon.

Dalam jangka waktu yang sangat panjang, perubahan tersebut berpotensi membuat kondisi planet semakin sulit mendukung kehidupan seperti yang dikenal saat ini.

Namun, kapan dan bagaimana perubahan kadar oksigen akan berlangsung bergantung pada berbagai proses serta model ilmiah. Karena itu, klaim bahwa oksigen Bumi pasti akan habis pada tahun tertentu sebaiknya tidak dianggap sebagai kepastian ilmiah.

Baca Juga: Pesantren Bisa Dapat Stimulan Rp25 Juta dari BAZNAS, Simak Syarat dan Prioritas PNB 2026

Menjaga Kualitas Lingkungan Tetap Penting

Terlepas dari berbagai skenario ekstrem mengenai hilangnya oksigen, menjaga lingkungan tetap sehat merupakan langkah yang tetap relevan.

Hutan, ekosistem, dan ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Upaya mengurangi pencemaran udara juga menjadi bagian dari usaha mempertahankan kualitas lingkungan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Penggunaan kendaraan bermotor secara lebih bijak, pemanfaatan transportasi umum, serta pengurangan aktivitas yang menghasilkan polusi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas udara.

Oksigen memang tersedia setiap saat sehingga sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Tags:
Sains ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna