keboncinta.com- Wudhu merupakan salah satu bentuk bersuci yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Selain membersihkan anggota tubuh tertentu, wudhu juga menjadi syarat sah bagi pelaksanaan sholat ketika seseorang berada dalam keadaan hadas kecil.
Setelah menyelesaikan wudhu, umat Islam dianjurkan membaca doa dan zikir yang diajarkan Rasulullah SAW.
Bacaan tersebut mengandung kesaksian tentang keesaan Allah SWT, pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW, serta permohonan agar termasuk golongan orang yang bertobat dan menyucikan diri.
Berikut bacaan doa setelah wudhu dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
Salah satu doa yang umum diamalkan setelah berwudhu adalah:
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Latin:
Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluhū.
Baca Juga: Hukum Membaca Al-Qur'an Tanpa Wudhu, Bolehkah melalui HP?
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Bacaan tersebut memiliki dasar dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.
Selain bacaan syahadat, terdapat doa tambahan yang dikenal luas dalam amalan setelah wudhu.
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin:
Allāhummaj'alnī minat-tawwābīna waj'alnī minal-mutaṭahhirīn.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."
Tambahan doa tersebut tercantum dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Imam Tirmidzi.
Namun, para ahli hadis memiliki pembahasan mengenai kekuatan sanad tambahan lafaz tersebut. Karena itu, perlu dibedakan antara bacaan syahadat setelah wudhu yang memiliki dasar kuat dalam Shahih Muslim dan tambahan doa yang status periwayatannya diperselisihkan.
Salah satu keutamaan doa setelah wudhu dijelaskan dalam Shahih Muslim Nomor 234a.
Rasulullah SAW menerangkan bahwa seorang Muslim yang menyempurnakan wudhunya kemudian membaca kesaksian tentang keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW akan dibukakan delapan pintu surga.
Ia dapat memasuki surga melalui pintu yang dikehendakinya.
Keutamaan tersebut menunjukkan bahwa wudhu tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, melainkan juga memiliki nilai ibadah dan zikir.
Sebagaimana namanya, doa setelah wudhu dibaca sesudah seseorang menyelesaikan rangkaian wudhunya.
Secara umum, bacaan ini diamalkan setelah membasuh kedua kaki dan menyelesaikan seluruh rukun wudhu.
Seseorang dapat membacanya sebelum beranjak menuju tempat sholat.
Tidak terdapat keharusan membaca doa tersebut dengan suara keras.
Membacanya secara perlahan dengan memahami maknanya dapat membantu menghadirkan kekhusyukan.
Baca Juga: Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa setelah wudhu termasuk amalan sunah dan bukan rukun wudhu.
Karena itu, seseorang yang lupa membaca doa setelah wudhu tidak perlu mengulangi wudhunya hanya karena meninggalkan bacaan tersebut.
Keabsahan wudhu ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat wudhu, bukan oleh bacaan doa setelahnya.
Dalam mazhab Syafi'i, rukun wudhu mencakup niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.
Lafaz doa yang bersumber dari hadis sebaiknya dipelajari menggunakan bahasa Arab sebagaimana diriwayatkan.
Bagi orang yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi Latin dapat digunakan sebagai alat bantu sementara.
Namun, tulisan Latin tidak selalu mampu menggambarkan makhraj dan panjang pendek bacaan secara sempurna.
Karena itu, pembaca dianjurkan mempelajari pelafalan yang benar melalui guru atau sumber bacaan yang dapat dipercaya.
Memahami terjemahan juga penting agar doa tidak hanya dibaca secara lisan, tetapi disertai kesadaran mengenai maknanya.
Selain berzikir, umat Islam juga mengenal anjuran melaksanakan sholat sunah dua rakaat setelah wudhu.
Dalam hadis Shahih Muslim Nomor 234a, terdapat penjelasan mengenai keutamaan seseorang yang menyempurnakan wudhu kemudian melaksanakan dua rakaat sholat dengan menghadirkan perhatian hati.
Sholat tersebut dikenal sebagai sholat sunah wudhu.
Namun, pelaksanaannya merupakan amalan sunah tersendiri dan bukan syarat sah wudhu.
Dengan membiasakan doa setelah wudhu, umat Islam dapat melengkapi aktivitas bersuci dengan zikir, pengakuan keimanan, dan permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kemampuan untuk bertobat serta menjaga kesucian diri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir