Kesehatan
Al Fina

Banyak yang Minum Susu Sebelum Tidur, tetapi Benarkah Lebih Sehat? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Banyak yang Minum Susu Sebelum Tidur, tetapi Benarkah Lebih Sehat? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

06 November 2026 | 20:08

KebonCinta.com - Segelas susu hangat sebelum tidur sudah lama menjadi kebiasaan sebagian orang. Minuman ini dianggap dapat memberikan rasa nyaman sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Di sisi lain, ada pula yang lebih memilih minum susu pada pagi hari atau ketika sedang makan. Perbedaan kebiasaan tersebut memunculkan pertanyaan: apakah susu memang lebih bermanfaat jika dikonsumsi pada waktu tertentu?

Mengutip Healthline, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa satu waktu konsumsi susu secara khusus memberikan manfaat kesehatan umum yang lebih besar dibandingkan waktu lainnya.

Artinya, kamu bisa menyesuaikan waktu minum susu dengan kebutuhan tubuh. Namun, ada beberapa hal yang menarik untuk diketahui, terutama terkait konsumsi susu pada malam hari dan kesehatan pencernaan.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Kuota PPG 2026 Lebih dari 40 Ribu Guru, Cek Kriteria dan Syaratnya! 

1. Minum Susu Sebelum Tidur Tidak Wajib Dilakukan

Kebiasaan minum susu sebelum tidur sering dikaitkan dengan manfaat bagi tubuh. Susu memang mengandung protein dan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh.

Mengonsumsinya pada malam hari dapat menjadi cara untuk menambah asupan nutrisi, terutama bagi orang yang belum memenuhi kebutuhan protein harian.

Namun, tidak ada aturan bahwa susu harus diminum menjelang tidur agar manfaatnya lebih maksimal.

Jika lebih nyaman minum susu pada pagi atau siang hari, kebiasaan tersebut juga tidak menjadi masalah selama sesuai dengan kebutuhan nutrisi.

2. Susu Bisa Dikonsumsi Bersama Makanan

Susu dapat menjadi pelengkap menu sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Dalam satu gelas susu sapi utuh berukuran sekitar 240 mililiter, terdapat kurang lebih 149 kalori, 8 gram protein, 8 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat.

Selain itu, susu mengandung kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin D yang mendukung berbagai fungsi tubuh.

Kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi. Sementara itu, kalium dan magnesium membantu mendukung fungsi otot, saraf, serta pengaturan tekanan darah.

Mengonsumsi susu bersama makanan dapat menjadi cara praktis untuk melengkapi asupan gizi sehari-hari.

3. Benarkah Susu Bisa Melancarkan Pencernaan?

Sebagian orang percaya bahwa minum susu secara rutin dapat membantu memperlancar buang air besar.

Namun, bukti ilmiah belum cukup untuk menjadikan susu biasa sebagai solusi utama bagi masalah pencernaan atau sembelit.

Respons tubuh terhadap susu juga berbeda-beda. Orang yang mengalami intoleransi laktosa, misalnya, dapat merasakan kembung, sakit perut, atau diare setelah mengonsumsi susu yang mengandung laktosa.

Karena itu, jika susu justru membuat perut tidak nyaman, penting untuk memperhatikan jenis produk dan jumlah yang dikonsumsi.

4. Yogurt dan Kefir Bisa Menjadi Pilihan untuk Mendukung Kesehatan Usus

Jika tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan pencernaan, produk susu fermentasi seperti yogurt dan kefir dapat dipertimbangkan.

Keduanya dibuat melalui proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme tertentu. Produk dengan kultur hidup dapat mengandung bakteri bermanfaat yang berpotensi mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Mikrobiota usus merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam berbagai proses tubuh.

Sejumlah produk fermentasi juga dikaitkan dengan manfaat terhadap fungsi pencernaan, termasuk keteraturan buang air besar pada kondisi tertentu.

Meski begitu, manfaatnya bergantung pada jenis produk, kandungan mikroorganisme, serta kondisi setiap individu.

5. Perhatikan Respons Tubuh terhadap Laktosa

Tidak semua orang dapat mencerna laktosa dengan baik. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu.

Pada orang dengan intoleransi laktosa, tubuh tidak menghasilkan cukup enzim laktase untuk memecah gula tersebut.

Akibatnya, setelah minum susu dapat muncul keluhan seperti perut kembung, banyak gas, kram perut, hingga diare.

Jika mengalami gejala tersebut, kamu bisa mempertimbangkan susu bebas laktosa atau produk fermentasi yang lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang.

Namun, apabila keluhan sering terjadi atau cukup mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Jadi, Lebih Baik Minum Susu Pagi atau Malam?

Tidak ada waktu yang wajib dipilih oleh semua orang. Minum susu saat makan dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, sedangkan mengonsumsinya setelah olahraga dapat mendukung pemulihan otot.

Jika ingin menjadikannya bagian dari rutinitas malam, hal tersebut juga boleh dilakukan selama tidak menimbulkan gangguan pencernaan atau membuat tidur tidak nyaman.

Untuk mendukung kesehatan usus, yogurt dan kefir dengan kultur hidup bisa menjadi alternatif yang menarik.

Intinya, waktu terbaik minum susu bukan ditentukan oleh jam tertentu, melainkan oleh kebutuhan nutrisi, toleransi tubuh, dan kebiasaan makan yang dijalani.***

Tags:
Minum susu Kesehatan

Komentar Pengguna