KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendorong pembangunan daerah berbasis penelitian, data, dan inovasi.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kuningan dan lembaga penelitian dari dua perguruan tinggi.
Kedua perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) serta Universitas Kuningan (Uniku).
Penandatanganan dilakukan pada Selasa, 3 November 2026, sebagaimana diumumkan melalui publikasi resmi UM Kuningan pada tanggal yang sama.
KERJA SAMA PERGURUAN TINGGI DAN PEMDA
Baca Juga: 5 Potensi Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Khasiat dan Risikonya
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempertemukan kemampuan akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan perencanaan pembangunan pemerintah daerah.
Melalui kemitraan ini, penelitian yang dilakukan dosen dan akademisi diharapkan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Penandatanganan LoI antara Bappeda dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Kuningan dilakukan oleh Kepala Bidang Perencanaan, Data, Evaluasi, dan Penelitian dan Pengembangan Bappeda, Nugraha Abadi, bersama Kepala LPPM UM Kuningan, Oman Hadiana.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, serta Rektor UM Kuningan, Wawang Anwarudin.
Kemitraan ini menjadi tindak lanjut operasional dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan UM Kuningan yang sebelumnya ditandatangani pada 22 Mei 2025.
PENANGANAN STUNTING JADI SALAH SATU FOKUS
Salah satu sasaran kerja sama adalah pengembangan penelitian terapan pada bidang kesehatan.
Penelitian diharapkan membantu pemerintah daerah memahami persoalan kesehatan masyarakat melalui pengumpulan dan analisis data yang lebih baik.
Penanganan stunting menjadi salah satu isu yang mendapatkan perhatian dalam agenda kemitraan.
Selain itu, perguruan tinggi diharapkan mendukung kajian mengenai peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan kebijakan sosial.
Riset yang dilakukan tidak hanya diarahkan menghasilkan laporan akademik, tetapi juga rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DASAR
Di bidang pendidikan, kerja sama mencakup penelitian tentang peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar serta pendidikan anak usia dini.
Perguruan tinggi berperan membantu menganalisis kebutuhan pendidikan dan mengidentifikasi persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Hasil penelitian selanjutnya diharapkan dapat disusun menjadi rekomendasi kebijakan atau policy brief.
Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelibatan akademisi lintas bidang menjadi perhatian karena persoalan pendidikan dan kesehatan sering kali membutuhkan pendekatan dari lebih dari satu disiplin ilmu.
PELESTARIAN ANGKLUNG JUGA DIPRIORITASKAN
Selain pembangunan pada sektor layanan dasar, kolaborasi Bappeda dan perguruan tinggi mencakup pelestarian angklung sebagai salah satu warisan budaya daerah.
Penelitian diarahkan untuk memperkuat dokumentasi sejarah, identitas budaya, serta pengembangan potensi angklung di Kabupaten Kuningan.
Salah satu fokus yang diumumkan adalah penelusuran dan verifikasi sejarah angklung diatonis yang berkaitan dengan karya Daeng Sutigna.
Kegiatan tersebut juga mencakup rencana penyusunan peta jalan pengembangan angklung, pelestarian monumen Tugu Angklung, serta penguatan kegiatan edukasi dan promosi budaya.
Melalui kajian akademik, informasi sejarah diharapkan dapat didokumentasikan secara lebih sistematis.
Hasilnya juga berpotensi digunakan sebagai materi pendidikan, promosi budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif.
DUKUNG INOVASI DAN SISTEM DATA DAERAH
Kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan penelitian dan pelestarian budaya.
Perguruan tinggi juga diharapkan membantu perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi layanan publik.
Agenda kerja sama mencakup analisis data kesehatan dan pendidikan, pengembangan sistem informasi, serta dukungan terhadap dasbor inovasi yang sedang dirintis Bappeda Kabupaten Kuningan.
Pertukaran data dibatasi pada informasi nonrahasia yang dapat digunakan sesuai ketentuan.
Selain itu, terdapat rencana pengembangan teknologi tepat guna pada bidang peternakan, farmasi, dan kesehatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat juga dapat diwujudkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik inovasi dan pendampingan desa binaan.
KERJA SAMA TEKNIS DIRENCANAKAN 2027
Penting diketahui bahwa dokumen yang ditandatangani pada 3 November 2026 merupakan Letter of Intent atau pernyataan kehendak kerja sama.
Dokumen tersebut menandai komitmen awal, tetapi bukan berarti seluruh program penelitian dan pendanaannya telah ditetapkan secara final.
Pengaturan teknis kegiatan, pembagian hak dan kewajiban, serta pembiayaan direncanakan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan disusun pada 2027.
Dengan demikian, pelaksanaan program berikutnya masih memerlukan koordinasi dan penetapan mekanisme lebih lanjut.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap penelitian perguruan tinggi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan pelestarian budaya lokal.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir