KebonCinta.com - Pelatihan guru tidak selalu harus berlangsung melalui kegiatan tatap muka yang selesai dalam beberapa hari. Peningkatan kompetensi juga dapat dilakukan melalui komunitas belajar yang memungkinkan pendidik terus bertukar pengalaman.
Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program STEPS-CoP yang diluncurkan Kementerian Agama bersama British Council pada Oktober 2026.
Program ini menggunakan konsep Communities of Practice atau komunitas praktik untuk mendukung pengembangan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan mengajar guru Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Communities of Practice merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan individu dengan bidang pekerjaan atau minat serupa untuk belajar melalui interaksi dan pengalaman bersama.
Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini memungkinkan guru mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi saat mengajar. Misalnya, seorang guru mengalami kesulitan memperkenalkan kosakata Bahasa Inggris kepada murid yang belum terbiasa menggunakan bahasa asing.
Melalui komunitas praktik, guru dapat bertukar ide mengenai penggunaan gambar, permainan, atau aktivitas komunikasi sederhana.
Strategi yang dianggap sesuai kemudian dapat dicoba dalam pembelajaran dan dievaluasi bersama.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya mengandalkan penyampaian materi dalam satu kegiatan, STEPS-CoP menekankan proses pengembangan profesional secara berkelanjutan.
Guru didorong untuk saling berbagi pengalaman dan mempelajari praktik pembelajaran yang berhasil diterapkan oleh rekan sejawat.
Kemenag dan British Council menyiapkan 68 pemimpin komunitas praktik melalui kegiatan Training of Trainers. Para fasilitator tersebut akan mendukung pembentukan dan penggerakan komunitas belajar di 34 kabupaten/kota.
Kebutuhan guru dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris tidak selalu sama.
Sebagian guru mungkin membutuhkan penguatan kosakata dan pengucapan, sementara guru lainnya memerlukan dukungan dalam merancang kegiatan pembelajaran.
Melalui komunitas praktik, kebutuhan tersebut dapat dibahas berdasarkan pengalaman nyata di kelas.
Pendekatan ini juga membuka kesempatan bagi guru untuk terus belajar setelah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi.
Dengan demikian, STEPS-CoP tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga membangun budaya belajar bersama di lingkungan madrasah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir