Keboncinta.com-- Menjelang ujian atau presentasi, pelajar sering kali menambah jam belajar hingga larut malam. Cara tersebut dianggap dapat memberikan waktu lebih banyak untuk menguasai materi yang akan dihadapi keesokan harinya.
Namun, belajar lebih lama bukan satu-satunya strategi yang bisa dicoba. Ada pola belajar yang memanfaatkan waktu sebelum tidur, kemudian dilanjutkan dengan review singkat pada pagi hari.
Strategi ini didasarkan pada referensi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science. Polanya sederhana, yakni belajar, tidur, kemudian mengulas kembali materi pada pagi hari.
Cara tersebut dapat menjadi alternatif bagi pelajar yang ingin mempersiapkan ujian atau presentasi tanpa harus memaksakan diri belajar sampai tubuh benar-benar kelelahan.
Baca Juga: Jelang TKA 2026, Ini Kisi-Kisi Matematika SMA/SMK dan Materi yang Harus Dikuasai
Tidur sering dianggap sebagai waktu ketika aktivitas belajar dihentikan. Padahal, dalam strategi ini, tidur justru ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian belajar.
Pola yang dapat dicoba adalah belajar → tidur → review. Dengan pola tersebut, pelajar mempelajari materi secara aktif sebelum beristirahat, kemudian memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Setelah bangun, materi yang sebelumnya dipelajari kembali ditinjau secara singkat. Dengan demikian, pelajar tidak harus terus membaca ketika konsentrasi sudah menurun akibat rasa lelah.
Strategi ini dapat diterapkan ketika seseorang harus menghadapi presentasi pada pagi hari. Pada malam sebelumnya, materi sebaiknya tidak hanya dibaca berulang-ulang.
Cobalah mempelajari materi secara aktif dengan mengucapkan poin-poin penting menggunakan suara sendiri. Setelah menyebutkan satu bagian, berhenti sejenak dan coba ingat kembali informasi yang ingin disampaikan.
Misalnya, jika harus mempresentasikan beberapa topik, cobalah menjelaskan setiap bagian tanpa terus melihat slide. Cara ini membuat otak berusaha memanggil kembali informasi yang telah dipelajari.
Setelah sesi belajar selesai, berikan waktu untuk beristirahat dan tidur. Keesokan paginya, lakukan pemeriksaan singkat terhadap materi sebelum ujian atau presentasi dimulai.
Baca Juga: Fasilitasi Kuliah Guru 2026, Ini Kesempatan 32.828 Pendidik Tingkatkan Kualifikasi Akademik
Tinjauan singkat pada pagi hari berfungsi untuk kembali mengingat informasi yang sudah dipelajari pada malam sebelumnya.
Pelajar tidak harus mengulang seluruh materi dari awal. Waktu yang tersedia dapat difokuskan pada bagian-bagian penting, seperti poin utama, urutan pembahasan, istilah yang perlu diingat, serta materi yang masih terasa sulit.
Review singkat juga dapat membantu memastikan bahwa tidak ada bagian penting yang terlewat sebelum ujian atau presentasi dimulai.
Dengan cara tersebut, waktu belajar pada pagi hari dapat digunakan secara lebih efisien tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk membaca seluruh materi kembali.
Agar strategi tersebut lebih efektif, pelajar dapat menggabungkannya dengan teknik belajar aktif.
Setelah membaca materi, tutup buku atau sumber belajar, kemudian coba jelaskan kembali menggunakan kalimat sendiri. Pelajar juga dapat membuat pertanyaan untuk dirinya sendiri dan berusaha menjawabnya tanpa melihat catatan.
Mengucapkan jawaban dengan suara keras juga dapat menjadi salah satu cara untuk menguji sejauh mana materi benar-benar dipahami.
Intinya, jangan hanya mengandalkan aktivitas membaca berulang. Usahakan otak benar-benar bekerja untuk mengingat, menjelaskan, dan menerapkan informasi yang telah dipelajari.
Baca Juga: TPG September 2026 Masuk Tahap Siap Bayar, Kapan Dana Guru Masuk Rekening?
Menambah waktu belajar tidak selalu berarti hasil belajar akan semakin baik. Ketika tubuh dan pikiran sudah terlalu lelah, kemampuan untuk berkonsentrasi dan memahami informasi dapat ikut menurun.
Karena itu, jeda juga perlu menjadi bagian dari rutinitas belajar. Beberapa menit tanpa gangguan, misalnya dengan memejamkan mata dan menjauhkan diri dari ponsel, dapat digunakan untuk memberikan kesempatan kepada pikiran agar lebih tenang.
Waktu istirahat juga tidak harus selalu diisi dengan membuka media sosial atau melakukan scrolling. Memberikan jeda tanpa distraksi dapat menjadi pilihan ketika tubuh mulai membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Strategi belajar sebelum tidur kemudian melakukan review pada pagi hari menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan tanpa henti.
Efektivitas belajar juga berkaitan dengan bagaimana seseorang mengulang informasi, menggunakan waktu istirahat, mengurangi gangguan, dan menjaga waktu tidur.
Baca Juga: Pendaftaran TKA dan AN 2026 Segera Ditutup, Sekolah Wajib Cek Data Dapodik
Bagi pelajar yang sedang menghadapi ujian maupun presentasi, pola belajar malam, tidur cukup, lalu melakukan review singkat pada pagi hari dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dicoba.
Dengan mengatur waktu secara lebih bijak, persiapan belajar dapat tetap dilakukan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat hanya demi menambah durasi belajar.***