Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Belasan Ruang SMPN 1 Luragung Kuningan Rusak Diterjang Angin Kencang, Disdikbud Siapkan Penanganan Darurat

Belasan Ruang SMPN 1 Luragung Kuningan Rusak Diterjang Angin Kencang, Disdikbud Siapkan Penanganan Darurat

03 November 2026 | 14:47

KebonCinta.com — Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan SMP Negeri 1 Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin, 2 November 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan pada atap dan plafon sejumlah ruang sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan peninjauan lokasi pada Selasa, 3 November 2026, untuk menentukan langkah penanganan.

BELASAN RUANG SEKOLAH TERDAMPAK

Baca Juga: Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman, Amankah? Ini Risiko dan Cara Menggunakannya 

Berdasarkan keterangan Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Carlan, hasil peninjauan sementara menunjukkan kerusakan plafon pada 11 ruang kelas.

Dari jumlah tersebut, lima ruang kelas disebut mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, laporan Kuningan Online yang diterbitkan pada 3 November menyebut sebanyak 14 ruangan terdampak berdasarkan informasi pihak sekolah.

Rincian laporan tersebut meliputi 13 ruang kelas dan satu laboratorium komputer.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan cakupan atau hasil pendataan yang dilaporkan, sehingga jumlah final kerusakan perlu dikonfirmasi setelah proses pemeriksaan selesai.

PLAFON RUNTUH DAN RUANG KELAS TERGENANG

Dalam laporan Kuningan Online, kondisi kerusakan berbeda pada setiap ruangan.

Ruang kelas 7.1 dan 8.1 dilaporkan mengalami kerusakan berat berupa plafon yang runtuh serta air hujan yang masuk hingga menyebabkan genangan.

Sejumlah ruang kelas lainnya mengalami kebocoran atap dan genangan air.

Laporan tersebut juga menyebut adanya kerusakan plafon dan pergeseran bagian dinding pada beberapa ruangan kelas IX.

Sementara itu, laboratorium komputer dilaporkan mengalami atap rembes dan genangan.

Kerusakan tersebut menyebabkan sejumlah ruangan tidak dapat digunakan seperti biasa sampai kondisinya dinyatakan aman.

DISDIKBUD KUNINGAN TINJAU LOKASI

Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Carlan, melakukan peninjauan bersama unsur BPBD, pemerintah Kecamatan Luragung, Bidang Pembinaan SMP, dan pihak sekolah pada Selasa, 3 November.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi bangunan sekaligus membahas langkah yang dapat ditempuh agar kegiatan pendidikan tidak terganggu berkepanjangan.

Carlan menyampaikan bahwa kerusakan tersebut merupakan dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem.

Ia juga meminta pihak sekolah segera menyiapkan langkah antisipasi karena sebagian ruang belajar belum dapat digunakan dengan aman.

KEGIATAN PEMBELAJARAN PERLU DIATUR ULANG

Disdikbud menginstruksikan kepala sekolah bersama para guru menyusun strategi pembelajaran sementara.

Langkah tersebut diperlukan agar siswa tetap memperoleh layanan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas yang tersedia.

Pengaturan kelas sementara harus memperhatikan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Namun, hingga laporan 3 November diterbitkan, belum ada keterangan terperinci mengenai jadwal pengalihan kelas atau lokasi pembelajaran sementara yang telah ditetapkan secara final.

Pihak sekolah masih perlu menyesuaikan kegiatan dengan hasil pemeriksaan kerusakan.

SEKOLAH SUDAH MASUK DATA REVITALISASI

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Kuningan, Rizal Arif Gunawan, menyampaikan bahwa SMPN 1 Luragung sebelumnya telah masuk dalam data program revitalisasi sekolah tahun 2026.

Meski demikian, menurut keterangannya kepada Kuningan Online, sekolah tersebut belum mendapatkan panggilan untuk mengikuti bimbingan teknis program revitalisasi.

Kondisi itu menjadi perhatian karena sekolah kini membutuhkan penanganan segera setelah mengalami kerusakan akibat bencana.

Perlu dibedakan antara masuk dalam data calon program revitalisasi dan sudah memperoleh persetujuan serta pelaksanaan pekerjaan pembangunan.

PEMERINTAH SIAPKAN KOORDINASI PERBAIKAN

Disdikbud Kabupaten Kuningan berencana mempercepat koordinasi dengan BPBD dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Carlan menjelaskan bahwa pengajuan penanganan akan membutuhkan kelengkapan administrasi kebencanaan, termasuk berita acara yang disiapkan melalui koordinasi dengan BPBD.

Kepala SMPN 1 Luragung, Dadang Sutisna, juga telah menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Pendidikan terkait kebutuhan peninjauan dan penanganan kerusakan.

Pihak sekolah berharap perbaikan dapat dilakukan agar ruang belajar kembali digunakan secara aman.

Hingga Selasa, 3 November 2026, perkembangan yang terkonfirmasi adalah peninjauan lokasi, pendataan kerusakan, serta rencana penanganan. Belum ada informasi bahwa seluruh ruang yang rusak telah diperbaiki atau kembali digunakan secara normal.

Tags:
SMPN 1 Luragung Kuningan 2026 sekolah rusak Kuningan angin kencang Kuningan Disdikbud Kuningan BPBD Kuningan Revitalisasi Sekolah bencana sekolah.

Komentar Pengguna