KebonCinta.com-- Saat kulit terkena benda panas, air mendidih, atau percikan minyak, rasa perih biasanya langsung muncul. Dalam situasi seperti ini, sebagian orang memilih mengoleskan pasta gigi karena dianggap mampu memberikan sensasi dingin dan meredakan rasa panas pada kulit.
Kebiasaan tersebut masih sering ditemukan dan beredar melalui cerita dari mulut ke mulut maupun media sosial. Namun, sensasi dingin yang terasa setelah pasta gigi dioleskan tidak berarti bahan tersebut dapat menyembuhkan luka bakar.
Pasta gigi dibuat untuk membersihkan gigi, bukan untuk menangani kulit yang mengalami kerusakan akibat panas. Karena itu, penggunaannya pada luka bakar justru berisiko menimbulkan iritasi dan mengganggu penanganan yang tepat.
Baca Juga: 5 Potensi Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Khasiat dan Risikonya
Sebagian pasta gigi mengandung mentol atau bahan lain yang menimbulkan sensasi dingin di permukaan kulit. Efek tersebut dapat membuat area yang terkena terasa lebih sejuk untuk sementara, tetapi tidak menunjukkan bahwa kerusakan jaringan akibat panas telah teratasi.
Kandungan perasa, deterjen, dan bahan tambahan lainnya juga berpotensi mengiritasi kulit yang sedang terluka. Selain itu, pasta gigi dapat mengotori area luka dan menyulitkan pemeriksaan kondisi kulit oleh tenaga medis.
Oleh sebab itu, pasta gigi bukan pertolongan pertama yang dianjurkan untuk luka bakar. Hindari pula mengoleskan bahan rumahan lain, seperti mentega, minyak, atau bahan yang tidak ditujukan untuk perawatan luka.
Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi panas pada jaringan kulit dan membatasi kerusakan lebih lanjut. Jika mengalami luka bakar akibat panas, lakukan langkah berikut.
1. Dinginkan luka dengan air mengalir
Segera alirkan air keran yang sejuk pada bagian yang terbakar selama sekitar 20 menit. Hindari menggunakan air es atau menempelkan es batu secara langsung karena suhu yang terlalu dingin dapat merusak jaringan kulit.
2. Lepaskan aksesori di sekitar area luka
Jika memungkinkan, lepaskan cincin, jam tangan, atau pakaian yang berada dekat bagian yang terbakar sebelum terjadi pembengkakan. Namun, jangan menarik pakaian yang sudah menempel pada kulit.
3. Jangan memecahkan lepuhan
Lepuhan yang muncul setelah luka bakar sebaiknya dibiarkan utuh. Memecahkannya sendiri dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat pemulihan.
4. Tutup luka secara longgar
Setelah proses pendinginan, luka dapat ditutup dengan penutup steril yang tidak mudah menempel. Jangan membalutnya terlalu ketat dan hindari menempelkan kapas berbulu langsung pada area luka.
Baca Juga: 7 Manfaat Buah Zaitun bagi Kesehatan, dari Jantung hingga Menjaga Sel Tubuh
5. Hindari penggunaan obat atau bahan sembarangan
Jangan langsung mengoleskan pasta gigi, minyak, mentega, atau krim yang tidak sesuai. Untuk menentukan perawatan lanjutan, pertimbangkan kondisi luka dan mintalah saran tenaga kesehatan bila diperlukan.
Tidak semua luka bakar dapat dirawat sendiri di rumah. Segera cari pertolongan medis apabila luka terlihat dalam, berwarna putih atau kehitaman, berukuran luas, atau menimbulkan nyeri yang sangat berat.
Luka bakar pada wajah, tangan, kaki, alat kelamin, atau persendian utama juga perlu mendapat perhatian khusus. Begitu pula luka akibat listrik atau bahan kimia, yang dapat menimbulkan kerusakan lebih serius daripada yang terlihat di permukaan kulit.
Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas, diduga menghirup asap dalam jumlah besar, atau menunjukkan tanda kondisi darurat lainnya, segera hubungi layanan kegawatdaruratan setempat.
Anak kecil, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga mungkin membutuhkan penilaian medis lebih awal.
Informasi kesehatan yang dibagikan berulang kali belum tentu benar.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir