News
M. Fadhli Dzil Ikram

Benarkah Tarif Listrik Naik? Cek Fakta di Balik Keluhan Warganet yang Bikin Heboh Threads

Benarkah Tarif Listrik Naik? Cek Fakta di Balik Keluhan Warganet yang Bikin Heboh Threads

06 November 2026 | 12:46

Keboncinta.com — Keluhan masyarakat mengenai kenaikan tagihan listrik ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pelanggan mengaku harus membayar tagihan jauh lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun merasa tidak mengalami peningkatan penggunaan listrik.

Menanggapi keluhan tersebut, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama periode Oktober hingga Desember 2026. Perusahaan menyatakan tarif listrik masih mengikuti ketentuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, mengatakan informasi mengenai kenaikan tagihan yang beredar di media sosial tidak disebabkan oleh perubahan tarif listrik.

Menurutnya, apabila pelanggan mengalami kenaikan nominal tagihan, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan jumlah konsumsi listrik dalam kehidupan sehari-hari.

PLN Pastikan Tarif Listrik Oktober-Desember 2026 Tidak Naik

PLN memastikan tarif listrik pada Oktober hingga Desember 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Kebijakan tarif listrik tetap mengacu pada ketentuan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Dengan demikian, kenaikan nominal tagihan yang dialami sebagian pelanggan tidak serta-merta menunjukkan adanya kenaikan tarif listrik.

PLN menjelaskan bahwa besarnya tagihan dapat dipengaruhi oleh jumlah energi listrik yang digunakan pelanggan. Perubahan pola aktivitas di rumah, kondisi cuaca, hingga meningkatnya suhu udara dapat membuat penggunaan perangkat elektronik menjadi lebih tinggi.

Sebagai contoh, penggunaan pendingin ruangan atau AC dalam waktu lebih lama ketika cuaca panas dapat meningkatkan konsumsi listrik. Begitu pula dengan penggunaan perangkat elektronik lainnya yang berlangsung lebih sering dibandingkan bulan sebelumnya.

Karena itu, pelanggan disarankan memeriksa pemakaian listrik secara berkala untuk mengetahui penyebab perubahan tagihan.

Baca Juga: Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berlaku hingga 4 November 2026, Cek Syarat E-Vouchernya 

Penyebab Tagihan Listrik Bisa Mengalami Kenaikan

Meskipun tarif listrik tidak berubah, jumlah tagihan yang harus dibayar pelanggan tetap dapat mengalami peningkatan. Hal ini berkaitan dengan konsumsi energi listrik yang digunakan selama periode penagihan.

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi kenaikan tagihan listrik:

1. Penggunaan AC lebih lama

AC termasuk perangkat elektronik yang dapat mengonsumsi energi listrik cukup besar. Ketika suhu udara meningkat, pengguna biasanya menyalakan AC lebih lama atau mengatur suhu lebih rendah sehingga pemakaian listrik ikut bertambah.

2. Aktivitas di rumah meningkat

Meningkatnya aktivitas penghuni rumah juga dapat memengaruhi konsumsi listrik. Penggunaan televisi, mesin cuci, komputer, pompa air, dan perangkat elektronik lainnya yang lebih sering dapat meningkatkan jumlah energi yang digunakan.

3. Perubahan kebiasaan penggunaan perangkat elektronik

Kebiasaan membiarkan perangkat elektronik menyala meskipun tidak digunakan dapat menyebabkan konsumsi listrik bertambah. Perangkat yang berada dalam kondisi siaga juga dapat menggunakan energi, meskipun jumlahnya bergantung pada jenis dan karakteristik perangkat.

4. Perubahan kondisi cuaca

Cuaca panas dapat meningkatkan kebutuhan penggunaan kipas angin maupun pendingin ruangan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsumsi listrik bulanan.

Cara Cek Riwayat Pembelian Token Listrik Melalui PLN Mobile

Bagi pelanggan listrik prabayar, PLN menyediakan fitur untuk memantau riwayat pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile.

Fitur tersebut dapat membantu pelanggan mengetahui jumlah dan waktu pembelian token listrik sebelumnya. Dengan begitu, pengguna bisa membandingkan pola pengeluaran listrik dari satu periode ke periode berikutnya.

Berikut langkah-langkah mengecek riwayat pembelian token listrik:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile.
  2. Pilih menu Token dan Pembayaran pada halaman utama.
  3. Klik tombol Tambah ID Pelanggan apabila nomor pelanggan belum terdaftar.
  4. Masukkan ID Pelanggan yang ingin diperiksa.
  5. Pilih menu Riwayat Pembelian Token.

Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat melihat catatan pembelian token yang tersimpan pada akun PLN Mobile.

Cara Cek Konsumsi Listrik Melalui Fitur Catat Meter

Selain memantau pembelian token, pelanggan juga dapat memeriksa pemakaian listrik melalui fitur Catat Meter di aplikasi PLN Mobile.

Fitur ini memungkinkan pelanggan pascabayar melakukan pencatatan angka stand meter secara mandiri melalui foto kWh meter.

Berikut cara menggunakan fitur tersebut:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile.
  2. Pilih menu Catat Meter pada halaman utama.
  3. Klik tombol Mulai SwaCam.
  4. Ambil foto angka stand meter pada kWh meter dengan jelas.
  5. Pilih atau masukkan ID Pelanggan.
  6. Periksa kembali angka stand meter yang dimasukkan.
  7. Klik Kirim untuk mengirimkan hasil pencatatan dan melihat estimasi tagihan.

Pencatatan meter secara mandiri dapat membantu pelanggan memantau konsumsi listrik sekaligus membandingkan pemakaian dengan periode sebelumnya.

Keluhan Tagihan Listrik Naik Ramai di Media Sosial

Sebelum PLN memberikan penjelasan, sejumlah pelanggan telah menyampaikan keluhan mengenai kenaikan tagihan listrik melalui media sosial.

Salah satu keluhan muncul di platform Threads. Seorang pengguna mengaku tagihan listrik rumahnya meningkat dari kisaran Rp850.000-Rp900.000 menjadi sekitar Rp1,7 juta per bulan.

Pengguna tersebut menyebut rumahnya menggunakan beberapa perangkat elektronik, termasuk tiga unit AC dan dua kulkas. Ia mempertanyakan penyebab kenaikan tagihan yang dinilai mencapai hampir dua kali lipat.

Keluhan lain juga disampaikan pelanggan yang mengaku penggunaan listriknya berkurang, tetapi tagihan justru mengalami peningkatan.

Dalam unggahannya, pengguna tersebut mempertanyakan perhitungan biaya listrik berdasarkan konsumsi sebesar 789 kWh yang menurut perhitungannya seharusnya tidak menghasilkan tagihan hingga Rp1,6 juta.

Beragam keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian warganet dan memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan tarif listrik.

Namun, PLN menegaskan bahwa tarif listrik periode Oktober-Desember 2026 tetap dan tidak mengalami kenaikan. Pelanggan yang mengalami perubahan tagihan dianjurkan memeriksa data pemakaian serta memastikan pencatatan meter sesuai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: PLN Siapkan PLTS 1.000 MWp dan Baterai 3,3 GWh di Bali 

Imbauan PLN agar Pelanggan Menggunakan Listrik secara Bijak

PLN mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara aman dan efisien. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa instalasi serta peralatan listrik di rumah secara berkala.

Pelanggan juga dianjurkan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan, terutama peralatan yang masih mengonsumsi listrik ketika berada dalam kondisi siaga.

Selain itu, pemantauan konsumsi listrik melalui aplikasi PLN Mobile dapat menjadi cara untuk mengetahui perubahan penggunaan energi dari waktu ke waktu.

Apabila terdapat ketidaksesuaian antara pemakaian dan tagihan, pelanggan dapat memanfaatkan kanal layanan resmi PLN untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

Dengan memahami pola konsumsi listrik, masyarakat diharapkan dapat mengendalikan penggunaan energi sekaligus mengantisipasi kenaikan pengeluaran bulanan.

Tags:
Tagihan Listrik PLN Tarif Listrik

Komentar Pengguna