KebonCinta.com - Pernah merasa berat badan bertambah, padahal kamu tidak merasa makan dalam jumlah banyak? Kondisi ini bisa membuat bingung, terutama ketika rutinitas sehari-hari terasa tidak banyak berubah.
Namun, kenaikan berat badan tidak selalu hanya berkaitan dengan jumlah makanan utama yang dikonsumsi. Kebiasaan minum minuman manis, ngemil sambil melakukan aktivitas lain, hingga kurang bergerak juga dapat memengaruhi keseimbangan energi tubuh.
Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut empat hal yang bisa kamu evaluasi untuk membantu menjaga kesehatan dan berat badan.
Baca Juga: Kemenekraf Buka Program AKSES 2026 untuk Pendanaan Usaha Kreatif, Begini Cara Daftarnya
Es kopi susu dengan berbagai topping, teh manis, minuman bersoda, hingga kopi blended dengan krim memang bisa menjadi teman beraktivitas. Akan tetapi, beberapa minuman tersebut mengandung gula dan kalori cukup tinggi.
Karena dikonsumsi dalam bentuk cair, jumlah energi dari minuman terkadang tidak terlalu diperhatikan. Padahal, kalori dari minuman tetap berkontribusi terhadap total asupan harian.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengingatkan bahwa konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan dan berbagai masalah kesehatan. Minuman beralkohol turut menyumbang kalori yang perlu diperhitungkan.
Untuk menyiasatinya, kamu bisa lebih sering memilih air putih atau minuman tanpa tambahan gula. Bukan berarti harus langsung berhenti menikmati minuman favorit, tetapi cobalah memperhatikan frekuensi dan jumlah konsumsinya.
Pernah berniat mengambil beberapa potong camilan, tetapi tanpa sadar satu bungkus sudah habis? Kebiasaan ini bisa terjadi ketika perhatian lebih terfokus pada pekerjaan, tontonan, atau aktivitas lain daripada makanan yang sedang dikonsumsi.
Ngemil sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Camilan dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, terutama ketika disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kamu bisa mencoba meletakkan camilan di mangkuk terlebih dahulu daripada makan langsung dari kemasan. Cara ini membantu memberikan gambaran mengenai porsi yang diambil.
Buah, yoghurt dengan sedikit gula tambahan, atau kacang-kacangan dalam porsi yang sesuai juga bisa menjadi alternatif camilan.
Rutinitas yang mengharuskan seseorang duduk berjam-jam di depan laptop dapat membuat aktivitas fisik harian berkurang. Kondisi serupa juga bisa terjadi ketika waktu luang lebih banyak dihabiskan dengan rebahan.
Jika energi yang masuk dari makanan secara konsisten melebihi energi yang digunakan tubuh, kelebihan energi tersebut dapat disimpan, termasuk dalam bentuk lemak.
World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya aktivitas fisik secara teratur untuk mendukung kesehatan dan membantu menjaga berat badan.
Kamu tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, menggunakan tangga jika memungkinkan, atau mengambil jeda untuk bergerak di sela-sela pekerjaan.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian.
Keripik, gorengan, biskuit manis, kue, dan makanan cepat saji memang praktis untuk menemani aktivitas. Namun, sejumlah makanan tersebut memiliki kepadatan energi tinggi, yaitu mengandung banyak kalori dalam porsi yang relatif kecil.
Akibatnya, seseorang bisa mengonsumsi energi cukup banyak tanpa merasa telah makan dalam jumlah besar.
WHO merekomendasikan pola makan yang beragam dan bergizi, termasuk mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. Konsumsi gula bebas dan lemak tidak sehat juga perlu dibatasi.
Meski begitu, kamu tidak harus menghindari semua camilan favorit.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir