BOGOR — Perjalanan dari Pematangsiantar menuju Bogor membawa Evelyn Egidia Sitopu pada pencapaian akademik yang membanggakan. Putri dari keluarga petani hortikultura tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di IPB University dengan indeks prestasi kumulatif hampir sempurna, yakni 3,99.
Evelyn dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University. Lulusan Program Studi Agribisnis tersebut mengikuti prosesi wisuda pada 15 Juli 2026 di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga.
Bagi Evelyn, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kondisi ekonomi keluarga tidak membuatnya berhenti mengejar cita-cita untuk belajar di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Raya, Pematangsiantar, Evelyn mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN, yang kini dikenal sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT.
Usahanya membuahkan hasil setelah ia dinyatakan diterima di IPB University. Evelyn juga memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah sehingga biaya pendidikannya tidak sepenuhnya menjadi beban orang tuanya yang bekerja sebagai petani.
Dukungan tersebut menjadi kesempatan bagi Evelyn untuk memperoleh pendidikan terbaik sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ia kemudian berusaha menjaga kepercayaan tersebut melalui kesungguhan belajar dan konsistensi selama menjalani perkuliahan.
Latar belakang keluarga yang dekat dengan sektor pertanian menjadi salah satu alasan Evelyn memilih Program Studi Agribisnis.
Melalui bidang tersebut, ia dapat mempelajari pertanian secara menyeluruh. Pembelajarannya tidak hanya membahas kegiatan menanam atau menghasilkan komoditas, tetapi juga mencakup penyediaan sarana produksi, proses budi daya, pengolahan hasil, pemasaran, hingga penciptaan nilai tambah.
Evelyn melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki banyak peluang untuk dikembangkan. Pengetahuan di bidang agribisnis diharapkan dapat membantunya menghasilkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Reputasi IPB University dalam bidang pertanian turut memperkuat pilihannya. Lingkungan pendidikan tersebut memberinya kesempatan untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memahami berbagai persoalan dalam sektor agribisnis.
Pencapaian IPK 3,99 tidak membuat kehidupan kuliah Evelyn hanya dihabiskan di ruang kelas. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri.
Beberapa organisasi yang pernah diikutinya adalah Forum for Scientific Students, IPB Finance Club, serta Gugus Disiplin Asrama PKU 59. Melalui kegiatan tersebut, Evelyn memperoleh pengalaman dalam kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan pengelolaan organisasi.
Aktivitas akademik dan organisasi yang berjalan bersamaan memberikan tantangan tersendiri. Evelyn harus belajar membagi waktu antara perkuliahan, tugas, kegiatan organisasi, kompetisi, penelitian, dan berbagai kesempatan pengembangan diri lainnya.
Dari proses tersebut, ia memahami pentingnya disiplin dan konsistensi. Kemampuan mengatur prioritas menjadi salah satu hal yang membantunya mempertahankan prestasi akademik tanpa meninggalkan pengalaman di luar kelas.
Bagi Evelyn, masa kuliah bukan sekadar proses memperoleh nilai tinggi atau gelar akademik. Pengalaman selama berada di IPB University juga membentuk cara berpikir, sikap, dan kepeduliannya terhadap masyarakat.
Ia memandang ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti sebagai teori yang dipelajari di ruang kelas. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pengalaman mengikuti organisasi, penelitian, dan berbagai kegiatan kampus turut membentuk Evelyn menjadi pribadi yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan mampu bekerja bersama orang lain.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Evelyn membawa harapan untuk menggunakan ilmu yang telah diperolehnya dalam pengembangan sektor agribisnis.
Ia ingin pengetahuan dan keterampilannya dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dalam menciptakan inovasi, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan mendukung kemajuan bidang pertanian Indonesia.
Perjalanan Evelyn menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak dari kampung halaman bukanlah penghalang mutlak untuk meraih prestasi. Dukungan pendidikan melalui KIP Kuliah, kerja keras, kedisiplinan, dan keberanian mengikuti berbagai kegiatan menjadi bagian penting dalam pencapaiannya.
Keberhasilannya memperoleh IPK 3,99 sekaligus menjadi lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University membuktikan bahwa kesempatan pendidikan dapat membawa perubahan besar ketika diikuti dengan kesungguhan dan kemauan untuk terus berkembang.
Sumber informasi: Kompas.com dan IPB University.