Keboncinta.com-- Ada kalanya kita merasa lebih bahagia saat unggahan mendapat banyak tanda suka, dipuji atasan, atau memperoleh pengakuan dari orang lain.
Sebaliknya, ketika respons yang diterima tidak sesuai harapan, semangat seolah ikut merosot.
Tanpa disadari, banyak orang mulai mengukur nilai dirinya berdasarkan penilaian di luar dirinya.
Semakin sering hal itu terjadi, semakin sulit pula membedakan mana kebanggaan yang lahir dari diri sendiri dan mana yang hanya berasal dari tepuk tangan orang lain.
Keinginan untuk diterima memang merupakan bagian dari sifat manusia.
Sejak kecil, kita terbiasa mendapatkan apresiasi ketika melakukan sesuatu yang dianggap baik.
Lama-kelamaan, kebiasaan tersebut dapat berubah menjadi ketergantungan.
Kita menjadi ragu mengambil keputusan jika belum mendapatkan persetujuan dari banyak orang.
Pilihan karier, cara berpakaian, hingga pendapat yang disampaikan sering kali disesuaikan agar tidak menuai kritik.
Padahal, hidup yang terus diarahkan oleh ekspektasi orang lain membuat kita kehilangan kesempatan mengenali siapa diri kita sebenarnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, validasi dari luar tidak pernah benar-benar memiliki batas.
Setelah satu pencapaian diakui, muncul keinginan untuk mendapatkan pengakuan berikutnya. Siklus ini bisa terus berulang tanpa akhir.
Akibatnya, seseorang mudah merasa cemas, takut gagal, bahkan enggan mencoba hal baru karena khawatir dinilai buruk.
Padahal, orang yang memiliki rasa percaya diri yang sehat justru mampu menerima bahwa tidak semua orang akan menyukai keputusan atau hasil kerjanya.
Mereka tetap berkembang karena fokus memperbaiki kualitas diri, bukan sekadar mengejar pujian.
Pengakuan memang menyenangkan, tetapi bukan fondasi yang kokoh untuk membangun harga diri.
Fondasi itu lahir ketika seseorang mengetahui nilai yang ia pegang, memahami kelebihan dan kekurangannya, lalu terus belajar tanpa bergantung pada sorotan orang lain.
Mungkin sesekali kita tetap membutuhkan apresiasi sebagai penyemangat.
Namun, akan jauh lebih menenangkan jika kebahagiaan tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian orang lain.