KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka pendaftaran Program Bridging Course Tahun 2026 bagi dosen perguruan tinggi yang ingin meningkatkan kesiapan akademik sebelum melanjutkan pendidikan doktor di luar negeri.
Pengumuman program tersebut dipublikasikan pada Selasa, 27 Oktober 2026, berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3791/DST/B4/DT.04.02/2026 tertanggal 26 Oktober 2026.
Pendaftaran dilakukan secara daring dan dijadwalkan berakhir pada 6 November 2026. Peserta yang memenuhi persyaratan akan mengikuti program pendidikan non-gelar selama satu minggu di Universitas Negeri Yogyakarta pada Desember 2026.
SIAPA YANG BOLEH MENDAFTAR?
Program Bridging Course 2026 ditujukan khusus bagi alumni Program Peningkatan Kualitas Bahasa Inggris (PKBI) atau Talent Scouting yang memenuhi persyaratan.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Internet Rumah 100 Mbps di Bawah Rp200 Ribu, Kemkomdigi Jelaskan Rencananya
Calon peserta harus berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdaftar pada SISTER.
Selain itu, pendaftar berusia maksimal 43 tahun per 31 Desember 2026, telah menyelesaikan pendidikan magister (S2), serta belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menjalani pendidikan doktor.
SYARAT KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS
Pendaftar diwajibkan mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan masa berlaku maksimal dua tahun sejak tanggal penerbitan.
Skor minimal yang dipersyaratkan adalah TOEFL ITP 560, TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
Pengecualian dapat diberikan bagi lulusan magister luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, sesuai ketentuan dalam pengumuman.
DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN
Salah satu persyaratan penting adalah surat izin mengikuti program dari pimpinan perguruan tinggi, minimal setingkat wakil rektor, wakil direktur, atau pejabat setara.
Pendaftar juga harus menyiapkan personal statement berbahasa Inggris dengan panjang maksimal 500 kata. Dokumen tersebut memuat latar belakang akademik, pengalaman penelitian, motivasi, serta rencana studi dan karier.
Selain itu, diperlukan proposal penelitian untuk jenjang doktor dengan panjang 1.500–2.000 kata dalam bahasa Inggris.
Persyaratan lainnya meliputi surat pernyataan pendaftar sesuai format resmi dan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah. Peserta juga tidak diperkenankan menerima beasiswa lain untuk program serupa.
CARA MENDAFTAR BRIDGING COURSE 2026
Calon peserta dapat mengakses portal https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id kemudian memilih menu beasiswa Bridging Course.
Selanjutnya, pendaftar mengikuti petunjuk sistem, melengkapi informasi yang diperlukan, dan mengunggah berkas sesuai persyaratan.
Sebelum mengirimkan pendaftaran, pastikan dokumen sudah lengkap, terutama surat izin pimpinan, sertifikat bahasa Inggris, personal statement, dan proposal penelitian.
MATERI DAN JADWAL PELATIHAN
Program yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 ini berfokus pada penguatan bahasa Inggris akademik, penyusunan proposal riset, keterampilan penelitian, dan persiapan dokumen aplikasi pendidikan luar negeri.
Peserta juga akan memperoleh pembekalan mengenai komunikasi dengan calon pembimbing atau perguruan tinggi tujuan untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA).
Program Bridging Course bukan penerimaan otomatis untuk studi doktor ataupun jaminan memperoleh beasiswa doktor. Kegiatan tersebut merupakan pembekalan akademik sebelum peserta melanjutkan proses studi ke luar negeri.
Informasi dan dokumen pengumuman dapat diperiksa melalui https://www.kemdiktisaintek.go.id. Pertanyaan mengenai program dapat disampaikan kepada administrator beasiswa luar negeri melalui bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir