Keboncinta.com-- Bagi sebagian orang, sahur hanya dianggap “formalitas” sebelum kembali tidur. Bangun setengah sadar, makan seadanya, lalu rebahan lagi menunggu azan Subuh. Bahkan tak sedikit yang memilih melewatkannya dengan alasan masih kenyang atau terlalu lelah untuk bangun. Padahal, sahur menyimpan manfaat yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar lebih lama.
Dalam tradisi Islam, sahur bukan hanya soal asupan fisik. Ia dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ sebagai pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat sebelumnya. Anjuran ini menunjukkan bahwa sahur bukan ritual tambahan, melainkan bagian penting dari rangkaian ibadah Ramadan. Namun jika ditilik dari sisi kesehatan, hikmahnya terasa semakin masuk akal.
Secara biologis, tubuh membutuhkan energi untuk mempertahankan fungsi vital sepanjang hari. Ketika berpuasa, asupan makanan terhenti selama belasan jam. Sahur berperan sebagai energi simpanan sebelum tubuh memasuki fase tanpa asupan. Tanpa sahur, cadangan energi lebih cepat habis, sehingga rasa lemas, pusing, atau sulit konsentrasi lebih mudah muncul.
Yang jarang disadari, sahur juga membantu menjaga kestabilan gula darah. Setelah tidur semalaman, kadar gula dalam darah cenderung menurun. Jika tidak diisi dengan nutrisi yang tepat, tubuh bisa mengalami hipoglikemia ringan, ditandai dengan tubuh gemetar, lemas, atau sulit fokus. Sahur dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat membantu pelepasan energi yang lebih stabil sepanjang hari.
Selain itu, sahur berkontribusi pada keseimbangan metabolisme. Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, jam biologis yang mengatur pola tidur, hormon, dan metabolisme. Makan di waktu sahur memberi sinyal pada tubuh bahwa ada asupan energi yang perlu diproses, sehingga metabolisme tetap aktif dan tidak “melambat” secara drastis. Inilah sebabnya orang yang rutin sahur cenderung merasa lebih stabil energinya dibanding yang melewatkannya.
Ada juga manfaat yang lebih halus, tetapi terasa dampaknya: kualitas hidrasi. Sahur adalah kesempatan terakhir untuk memenuhi kebutuhan cairan sebelum waktu berbuka. Kekurangan cairan bisa menyebabkan sakit kepala, kulit kering, hingga gangguan konsentrasi. Dengan minum cukup air saat sahur, tubuh memiliki cadangan yang lebih baik untuk menghadapi aktivitas seharian.
Dari sisi psikologis, sahur menghadirkan suasana yang unik. Bangun di waktu sunyi, makan bersama keluarga, lalu menunggu azan Subuh menciptakan momen kedekatan yang jarang ditemukan di hari biasa.