Gaya Hidup
Al Fina

Cara Berjalan Bisa Menggambarkan Kepribadian? Ini 5 Gaya Langkah yang Menarik untuk Dikenali

Cara Berjalan Bisa Menggambarkan Kepribadian? Ini 5 Gaya Langkah yang Menarik untuk Dikenali

31 Oktober 2026 | 11:40

KebonCinta.com - Setiap orang memiliki gaya berjalan yang berbeda. Ada yang melangkah cepat dengan gerakan tegas, ada yang berjalan santai, dan ada pula yang cenderung menundukkan kepala saat melewati suatu tempat.

Sekilas, kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, dalam kajian psikologi, bahasa tubuh dan pola gerakan seseorang kerap menjadi salah satu hal yang menarik untuk diamati.

Beberapa penelitian bahkan menemukan hubungan antara kecepatan berjalan dengan karakter kepribadian tertentu. Meski demikian, gaya berjalan bukan satu-satunya indikator untuk mengenali sifat seseorang karena bisa dipengaruhi kondisi fisik, suasana hati, hingga situasi lingkungan.

Baca Juga: Jadwal PPG Daljab Kemenag 2026 Terbaru Resmi Berubah! Catat Tanggal Pendaftaran hingga Pengumuman Kelulusan 

Dilansir dari Bustle, berikut lima gaya berjalan yang kerap dikaitkan dengan karakter kepribadian.

1. Berjalan Cepat Sering Dikaitkan dengan Ekstroversi

Orang yang berjalan dengan tempo cepat biasanya terlihat aktif dan sigap ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga bisa memberikan kesan sebagai pribadi yang memiliki banyak kegiatan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science menemukan adanya hubungan antara kecepatan berjalan yang lebih tinggi dengan sejumlah karakter, seperti ekstroversi, ketelitian, dan keterbukaan.

Ekstroversi sendiri berkaitan dengan kecenderungan seseorang menikmati interaksi sosial. Sementara itu, ketelitian sering diasosiasikan dengan perilaku terorganisasi dan orientasi terhadap tujuan.

Namun, bukan berarti setiap orang yang berjalan cepat pasti memiliki kepribadian ekstrovert. Bisa saja mereka sedang mengejar kendaraan umum, terburu-buru menghadiri pertemuan, atau memang terbiasa berjalan dengan tempo tersebut.

2. Berjalan Lambat Kerap Diasosiasikan dengan Kehati-hatian

Berbeda dengan langkah cepat, seseorang yang berjalan perlahan sering memberikan kesan lebih santai dan tidak terburu-buru.

Dalam sejumlah interpretasi bahasa tubuh, gaya berjalan seperti ini dikaitkan dengan kecenderungan untuk mengamati keadaan sekitar dan mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan.

Orang dengan kebiasaan tersebut mungkin lebih menikmati perjalanan serta memperhatikan detail yang ada di sekitarnya.

Meski begitu, berjalan lambat tidak selalu menunjukkan karakter tertentu. Faktor usia, kondisi kesehatan, kelelahan, dan kenyamanan fisik juga dapat memengaruhi kecepatan seseorang saat berjalan.

3. Langkah Santai Bisa Memberikan Kesan Percaya Diri

Pernah memperhatikan seseorang yang berjalan dengan bahu rileks, kepala tegak, dan langkah stabil? Gaya berjalan seperti ini sering memberikan kesan bahwa orang tersebut merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Hipnoterapis sekaligus penulis Kimberly Friedmutter mengaitkan langkah yang santai dengan rasa percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri.

Seseorang yang tidak terlihat terburu-buru mungkin memberikan kesan mampu mengendalikan ritme aktivitasnya. Mereka juga tampak tidak mudah terpengaruh oleh suasana di sekitarnya.

Namun, kesan yang muncul dari bahasa tubuh belum tentu menggambarkan kondisi emosional seseorang secara keseluruhan. Orang yang terlihat tenang pun bisa saja sedang merasa gugup atau menghadapi masalah tertentu.

4. Langkah Terburu-buru Berkaitan dengan Orientasi Tujuan

Gaya berjalan cepat dengan langkah tegas dan gerakan yang cenderung tersentak-sentak sering memberikan kesan bahwa seseorang sedang mengejar target tertentu.

Menurut Kimberly Friedmutter, pola berjalan tersebut dapat menggambarkan pribadi yang berorientasi pada tujuan, terbiasa bekerja dengan ritme tinggi, atau memiliki jadwal aktivitas yang padat.

Mereka mungkin terlihat sigap ketika berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Waktu juga bisa menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam keseharian.

Meski demikian, produktivitas seseorang tidak dapat dinilai hanya dari kecepatan berjalan. Kemampuan menentukan prioritas, mengelola waktu, dan menyelesaikan pekerjaan tetap menjadi hal yang lebih relevan untuk diperhatikan.

5. Berjalan dengan Bahu Membungkuk Bisa Berkaitan dengan Kondisi Emosional

Gaya berjalan juga dapat berubah mengikuti kondisi fisik maupun perasaan seseorang. Ketika sedang lelah atau menghadapi situasi yang berat, seseorang mungkin terlihat berjalan dengan kepala menunduk dan bahu condong ke depan.

Terapis Providence Hogan mengaitkan postur bahu yang terdorong ke depan dengan kemungkinan seseorang sedang berusaha melindungi diri secara emosional.

Namun, postur tersebut tidak selalu berhubungan dengan kondisi psikologis.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
cara berjalan Psikologi Kepribadian

Komentar Pengguna