KebonCinta.com-- Bantuan Papan Interaktif Digital (PID) 2026 menjadi salah satu program yang dinantikan sekolah untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Perangkat yang juga dikenal sebagai Interactive Flat Panel (IFP) ini diharapkan membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik melalui gambar, video, simulasi, dan aktivitas digital interaktif.
Namun, sekolah perlu memahami bahwa mengetahui informasi program tidak sama dengan memastikan diri sebagai penerima bantuan. Ada sejumlah tahapan yang perlu dibedakan, mulai dari pendataan sekolah, verifikasi dan validasi, hingga penetapan penerima serta penyaluran perangkat.
Karena mekanisme untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) tidak sepenuhnya sama, kepala sekolah dan operator perlu menggunakan kanal resmi sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
Baca Juga: Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta dari Kemenag 2026, Cek Syarat dan Batas Pengajuan
Papan Interaktif Digital merupakan perangkat layar sentuh berukuran besar yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di ruang kelas. Dengan teknologi ini, guru dapat menggabungkan penjelasan langsung dengan materi visual dan kegiatan digital yang melibatkan peserta didik.
Pada jenjang PAUD, perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan warna, bentuk, huruf, angka, serta aktivitas bermain sambil belajar. Sementara itu, guru SD dapat menggunakannya untuk menunjang pembelajaran literasi, numerasi, sains, dan berbagai materi yang membutuhkan ilustrasi visual.
Program ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi pembelajaran yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam publikasi PAUDPEDIA pada 25 Februari 2026, Kemendikdasmen menyampaikan realisasi pengiriman 64.190 unit IFP untuk menjangkau 63.842 satuan pendidikan PAUD pada alokasi yang dilaporkan saat itu. Angka tersebut merupakan capaian pada periode pelaporan tersebut, bukan berarti seluruh PAUD di Indonesia telah menerima perangkat.
Untuk SD, pemerintah juga menjalankan proses verifikasi dan validasi calon sasaran bantuan digitalisasi pembelajaran tahun 2026. Proses ini bertujuan memastikan data satuan pendidikan diperiksa sebelum digunakan sebagai dasar penetapan sasaran.
Sekolah dasar dapat menggunakan Sistem Verifikasi dan Validasi Digitalisasi Pembelajaran SD untuk memeriksa data yang berkaitan dengan calon sasaran bantuan.
Portal resmi yang dapat diakses adalah:
https://digpem-sd.kemendikdasmen.go.id/
Berdasarkan panduan verval SD yang dirujuk dalam materi sumber, berikut tahapan yang perlu diperhatikan.
Kepala sekolah atau petugas yang memperoleh kewenangan dapat membuka portal melalui komputer atau laptop. Pastikan alamat situs yang digunakan merupakan domain resmi pemerintah.
Halaman portal menyediakan informasi program, panduan penggunaan sistem, dan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang sering diajukan.
Baca Juga: Penataan Guru 2027 Dimulai, PPPK Paruh Waktu Direncanakan Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi
Proses login menggunakan akun Single Sign-On (SSO) Dapodik milik kepala sekolah. Pengguna perlu memilih peran yang sesuai dan mengikuti petunjuk autentikasi yang tersedia.
Pastikan akun masih aktif dan dapat digunakan. Kata sandi serta kode autentikasi juga harus dijaga agar tidak diketahui pihak yang tidak berwenang.
Setelah berhasil masuk, periksa identitas sekolah yang ditampilkan oleh sistem. Pastikan nama satuan pendidikan dan informasi pendukung lainnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sekolah juga perlu memeriksa formulir verifikasi yang tersedia. Data yang mungkin perlu diperhatikan antara lain identitas kepala sekolah, jumlah peserta didik, ketersediaan listrik, akses internet, alamat, dan titik koordinat sekolah.
Pengisian harus dilakukan secara akurat. Jangan mengubah keterangan hanya agar sekolah terlihat memenuhi persyaratan bantuan.
Jika terdapat data yang tidak sesuai, sekolah perlu menelusuri sumber informasinya terlebih dahulu. Perubahan data yang bersumber dari Dapodik harus dilakukan melalui mekanisme Dapodik, bukan langsung pada portal verval.
Setelah data diperbarui, sekolah perlu menunggu sinkronisasi sesuai mekanisme sistem. Langkah ini penting agar informasi yang digunakan dalam proses verifikasi bersumber dari data resmi.
Jika seluruh informasi sudah diperiksa, simpan draf formulir sesuai petunjuk yang tersedia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir