Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Membuat Modul Ajar untuk Guru, Lengkap dengan Komponen, Langkah, dan Contoh Format

Cara Membuat Modul Ajar untuk Guru, Lengkap dengan Komponen, Langkah, dan Contoh Format

13 Oktober 2026 | 06:58

KebonCinta.com – Modul ajar membantu guru merencanakan apa yang akan dipelajari murid, bagaimana kegiatan berlangsung, dan cara menilai hasilnya. Dokumen ini tidak harus panjang. Dengan memahami capaian pembelajaran serta kebutuhan kelas, guru dapat menyusun modul sederhana yang siap digunakan dan diperbaiki setelah mengajar.

Apa Itu Modul Ajar?

Menurut panduan Ruang GTK Kemendikdasmen, modul ajar merupakan dokumen perencanaan yang memuat langkah pembelajaran, asesmen, serta media untuk mencapai tujuan pembelajaran. Modul ajar sering disebut RPP Plus karena menyediakan perangkat pendukung yang lebih lengkap.

Modul ajar berbeda dari bahan ajar. Modul memandu keseluruhan kegiatan, sedangkan bahan ajar berupa materi, video, lembar kerja, atau media yang membantu murid mempelajari topik tertentu.

Komponen Modul Ajar yang Perlu Disiapkan

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses menekankan tiga unsur perencanaan: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, serta penilaian atau asesmen. Untuk modul ajar, guru dapat menambahkan identitas kelas, alokasi waktu, media, materi, dan lampiran pendukung sesuai kebutuhan.

Tidak ada keharusan membuat sampul rumit atau memenuhi jumlah halaman tertentu. Yang penting, tujuan, kegiatan, dan asesmen saling berkaitan serta sesuai situasi murid.

1. Mulai dari Capaian Pembelajaran

Buka dokumen Capaian Pembelajaran (CP) sesuai jenjang, fase, dan mata pelajaran pada portal kurikulum atau Ruang GTK. Pahami kompetensi yang perlu dicapai, kemudian tentukan topik yang dapat diajarkan dalam satu pertemuan atau beberapa pertemuan.

Jangan menyalin tujuan dari dokumen lain tanpa menyesuaikannya dengan CP yang berlaku dan kemampuan awal murid.

2. Rumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran perlu menggambarkan kemampuan yang bisa diamati. Sebagai contoh pada IPAS kelas IV, guru dapat menetapkan: “Murid mampu mengidentifikasi contoh gaya dorong dan tarik serta menjelaskan akibatnya pada gerak benda.”

Tujuan seperti ini lebih mudah dinilai daripada pernyataan umum, misalnya “murid memahami gaya” tanpa indikator keberhasilan.

3. Tentukan Asesmen Sejak Awal

Pikirkan bukti yang menunjukkan tujuan telah tercapai. Guru dapat memakai pertanyaan lisan, pengamatan praktik, lembar kerja, atau tugas singkat. Siapkan kriteria sederhana: ketepatan contoh, penjelasan hubungan gaya dan gerak, serta kemampuan menyampaikan hasil.

Asesmen awal dapat digunakan untuk mengetahui pengetahuan murid sebelum kegiatan. Asesmen formatif dilakukan selama proses belajar agar guru bisa segera membantu murid yang kesulitan.

Baca Juga: 4.025 Pendidik Ikuti MODULAR SMA 2026, Sebanyak 362 Konten Digital Siap Masuk Ruang Murid 

4. Rancang Langkah Kegiatan

Susun kegiatan pembuka, inti, dan penutup. Pilih metode yang membuat murid mengalami, mencoba, berdiskusi, dan merefleksikan pembelajaran. Sesuaikan waktu dengan jadwal, ketersediaan alat, serta kebutuhan kelas.

Siapkan pilihan kegiatan atau tingkat dukungan berbeda jika kemampuan murid beragam. Hindari aktivitas yang membutuhkan fasilitas yang tidak dimiliki sekolah.

5. Pilih Media dan Sumber Belajar

Media dapat berupa benda sekitar, kartu gambar, buku, video, atau bahan digital.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
ModulAjar CaraMembuatModulAjar ContohModulAjar

Komentar Pengguna