Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Membuat Proposal dan LPJ Kegiatan OSIS 2026/2027: Contoh RAB, Susunan Panitia, dan Laporan Keuangan

Cara Membuat Proposal dan LPJ Kegiatan OSIS 2026/2027: Contoh RAB, Susunan Panitia, dan Laporan Keuangan

31 Oktober 2026 | 05:41

KebonCinta.com – Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) merupakan dua dokumen penting dalam penyelenggaraan kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Keduanya membantu pengurus merencanakan kegiatan secara terarah, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab, serta mengevaluasi hasil pelaksanaan program.

Dalam praktiknya, kegiatan OSIS sering kali bermula dari ide sederhana. Pengurus ingin menyelenggarakan perlombaan antarkelas, kegiatan literasi, bakti sosial, pentas seni, atau program kebersihan lingkungan sekolah.

Namun, sebuah gagasan tidak cukup hanya dibahas melalui rapat pengurus.

Panitia perlu menjelaskan tujuan kegiatan, siapa yang terlibat, kapan kegiatan dilaksanakan, fasilitas yang diperlukan, perkiraan anggaran, serta bagaimana pelaksanaannya akan dievaluasi.

Sebagai contoh, OSIS sebuah SMP berencana mengadakan Pekan Kreativitas Siswa. Pengurus telah menentukan jenis perlombaan dan membentuk panitia, tetapi belum menghitung kebutuhan perlengkapan maupun menyusun jadwal kegiatan.

Akibatnya, sejumlah kebutuhan baru diketahui menjelang pelaksanaan. Panitia mengalami kesulitan mengatur penggunaan ruang dan tidak mempunyai gambaran pasti mengenai biaya.

Persoalan semacam ini dapat dikurangi melalui proposal yang dibuat berdasarkan kebutuhan nyata.

Setelah kegiatan selesai, panitia juga perlu menyusun LPJ yang menjelaskan pelaksanaan program, capaian, penggunaan dana, kendala, dan rekomendasi perbaikan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, kegiatan OSIS perlu memperhatikan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan dan ketentuan pengelolaan satuan pendidikan yang berlaku.

Apabila suatu kegiatan menggunakan anggaran sekolah, penggunaan dan pertanggungjawaban dana harus mengikuti mekanisme resmi sesuai sumber pembiayaannya.

Apa Itu Proposal Kegiatan OSIS?

Proposal kegiatan OSIS merupakan dokumen tertulis yang menjelaskan rencana kegiatan organisasi sebelum dilaksanakan.

Dokumen ini digunakan untuk mengomunikasikan gagasan kepada pembina, kepala sekolah, dan pihak terkait agar kegiatan dapat diperiksa dari segi manfaat, kesiapan, sumber daya, serta keselamatan.

Proposal umumnya memuat latar belakang, nama kegiatan, tujuan, sasaran, waktu, tempat, panitia, rangkaian acara, kebutuhan anggaran, dan mekanisme evaluasi.

Proposal tidak selalu membutuhkan uraian yang sangat panjang.

Untuk kegiatan sederhana yang tidak menggunakan biaya atau fasilitas khusus, sekolah dapat menetapkan format pengajuan yang lebih ringkas.

Namun, kegiatan dengan banyak peserta, penggunaan dana, atau risiko keselamatan yang lebih besar membutuhkan perencanaan yang lebih terperinci.

Apa Itu LPJ Kegiatan OSIS?

Laporan Pertanggungjawaban atau LPJ merupakan dokumen yang dibuat setelah kegiatan dilaksanakan.

LPJ menjelaskan apa yang benar-benar terjadi, bukan sekadar menyalin rencana dari proposal.

Sebagai contoh, proposal mencantumkan target 100 peserta. Ketika kegiatan berlangsung, jumlah peserta aktual hanya 85 orang.

Dalam LPJ, panitia perlu mencatat realisasi 85 peserta dan memberikan penjelasan yang relevan jika terdapat perbedaan dengan target.

Demikian pula, anggaran yang direncanakan sebesar Rp2 juta tidak berarti seluruh jumlah tersebut otomatis telah digunakan.

Laporan keuangan harus menunjukkan dana yang benar-benar diterima, pengeluaran yang didukung bukti, serta saldo atau kewajiban yang belum diselesaikan.

Dengan demikian, proposal merupakan dokumen perencanaan, sedangkan LPJ merupakan dokumen pelaksanaan dan pertanggungjawaban.

Dasar Hukum Proposal dan LPJ OSIS Tahun 2026

1. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan

Peraturan ini mengatur tujuan, organisasi, dan materi pembinaan kesiswaan.

Pembinaan meliputi pengembangan kepemimpinan, kreativitas, prestasi, demokrasi, keterampilan, kewirausahaan, serta kegiatan lain yang mendukung perkembangan peserta didik.

Pasal 5 menempatkan tanggung jawab pembinaan kesiswaan pada kepala sekolah.

Dengan demikian, kegiatan OSIS perlu berada dalam pembinaan dan pengawasan satuan pendidikan.

2. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan

Peraturan ini mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan.

Program OSIS yang menjadi bagian dari kegiatan sekolah perlu diselaraskan dengan perencanaan serta ketentuan pengelolaan satuan pendidikan.

3. Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP

Peraturan ini berlaku untuk pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan tahun 2026.

Apabila kegiatan kesiswaan akan menggunakan Dana BOSP, sekolah wajib memastikan kesesuaian komponen belanja, dokumen perencanaan, dan tata cara penggunaan dana.

Pasal 51 mengatur bahwa kebutuhan penggunaan Dana BOSP harus dituangkan dalam dokumen perencanaan satuan pendidikan.

Pasal 53 juga mengatur mekanisme pengadaan barang dan jasa serta larangan membiayai secara ganda kegiatan yang telah dibiayai penuh dari sumber lain yang sah.

4. Tata Tertib dan Ketentuan Internal Sekolah

Sekolah dapat menetapkan format proposal, prosedur persetujuan, batas pengajuan, mekanisme pelaporan, serta bentuk pemeriksaan kegiatan.

Contoh dokumen dalam artikel ini merupakan format administrasi internal, bukan formulir wajib nasional yang harus digunakan secara identik oleh seluruh sekolah.

Perbedaan Proposal, RAB, dan LPJ OSIS

Ketiga dokumen saling berkaitan, tetapi mempunyai fungsi berbeda.

Proposal menjelaskan kegiatan yang direncanakan, alasan pelaksanaan, manfaat, dan kebutuhan sumber daya.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) merinci perkiraan pemasukan atau sumber pembiayaan dan kebutuhan pengeluaran sebelum kegiatan.

LPJ menjelaskan realisasi kegiatan serta penggunaan sumber daya yang sebenarnya.

Sebagai ilustrasi, OSIS mengajukan pembelian 10 paket perlengkapan kegiatan. Setelah pemeriksaan kebutuhan, sekolah menyetujui delapan paket.

Panitia kemudian membeli delapan paket sesuai prosedur dan bukti transaksi.

Dalam LPJ, jumlah yang dilaporkan adalah delapan paket yang benar-benar diterima dan digunakan, bukan sepuluh paket sebagaimana usulan awal.

Pembedaan ini membantu mencegah kesalahan pencatatan dan pertanggungjawaban.

Langkah 1: Menentukan Kegiatan Berdasarkan Kebutuhan Siswa

Penyusunan proposal sebaiknya dimulai dari identifikasi kebutuhan.

Pengurus dapat mengumpulkan aspirasi siswa, memeriksa program kerja OSIS, serta berkonsultasi dengan pembina.

Sebagai contoh, banyak siswa ingin memperoleh kesempatan menampilkan karya seni, keterampilan, dan kreativitas.

OSIS dapat mengusulkan kegiatan Pekan Kreativitas Siswa yang menampilkan pameran karya, pertunjukan, atau perlombaan edukatif.

Namun, program tersebut perlu mempertimbangkan kalender pendidikan, penggunaan fasilitas, kemampuan panitia, serta hak peserta didik.

Jangan menetapkan kegiatan hanya karena sudah menjadi kebiasaan setiap tahun tanpa meninjau manfaat dan kondisi terbaru.

Langkah 2: Menyusun Latar Belakang Proposal

Latar belakang menjelaskan alasan kegiatan perlu dilaksanakan.

Bagian ini sebaiknya menjawab masalah atau kebutuhan yang hendak ditangani, bukan sekadar memuat kalimat umum yang panjang.

Contoh Latar Belakang Proposal

PROPOSAL PEKAN KREATIVITAS SISWA

Kreativitas merupakan salah satu potensi yang perlu dikembangkan melalui kegiatan pendidikan. Selain pembelajaran di kelas, peserta didik membutuhkan kesempatan untuk menampilkan karya, berkolaborasi, serta mengembangkan kepercayaan diri.

OSIS SMP Harapan Bangsa berencana menyelenggarakan Pekan Kreativitas Siswa sebagai wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan minat secara positif.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh pengalaman bekerja sama, menghargai karya orang lain, serta menunjukkan tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan sekolah.

Proposal ini disusun sebagai bahan pertimbangan dan permohonan persetujuan pelaksanaan kegiatan sesuai mekanisme sekolah.

Contoh tersebut dapat diubah sesuai nama sekolah dan kebutuhan kegiatan.

Langkah 3: Merumuskan Tujuan dan Sasaran

Tujuan menjelaskan hasil yang diharapkan, sedangkan sasaran menunjukkan peserta yang akan dilibatkan.

Untuk Pekan Kreativitas Siswa, tujuan dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan karya.
  2. Mengembangkan kerja sama dan komunikasi antarsiswa.
  3. Melatih pengurus OSIS mengelola kegiatan secara bertanggung jawab.
  4. Mendorong apresiasi terhadap kreativitas dan keberagaman bakat.
  5. Mengembangkan kemampuan evaluasi melalui refleksi setelah kegiatan.

Sasaran dapat berupa peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.

Sekolah perlu memastikan jumlah peserta sesuai kapasitas tempat serta kondisi pengawasan.

Langkah 4: Membuat Susunan Panitia Kegiatan OSIS

Susunan panitia membantu pembagian pekerjaan agar tidak menumpuk pada satu orang.

Contoh Susunan Panitia

SUSUNAN PANITIA PEKAN KREATIVITAS SISWA

Penanggung Jawab: Kepala Sekolah.

Pembina/Pengarah: Pembina OSIS.

Ketua Pelaksana: ....................................

Wakil Ketua: ....................................

Sekretaris: ....................................

Bendahara Kegiatan: ....................................

Koordinator Acara: ....................................

Koordinator Perlengkapan: ....................................

Koordinator Konsumsi jika diperlukan: ....................................

Koordinator Dokumentasi: ....................................

Koordinator Ketertiban dan Keselamatan: ....................................

Koordinator Publikasi: ....................................

Anggota Panitia: ....................................

Struktur tersebut merupakan contoh dan dapat disederhanakan sesuai skala kegiatan.

Bendahara kegiatan membantu pencatatan di bawah pendampingan sekolah, bukan otomatis menjadi pemegang kewenangan pengelolaan dana sekolah.

Langkah 5: Menyusun Jadwal dan Rangkaian Acara

Proposal perlu menunjukkan waktu pelaksanaan dan urutan kegiatan yang realistis.

Contoh Rundown Kegiatan

PEKAN KREATIVITAS SISWA

Hari/Tanggal: Diisi sesuai jadwal yang disetujui.

Tempat: Aula atau halaman sekolah sesuai hasil pemeriksaan fasilitas.

07.30–08.00: Persiapan panitia dan pemeriksaan tempat.

08.00–08.15: Pembukaan kegiatan.

08.15–08.30: Sambutan dan pengarahan.

08.30–10.00: Penampilan atau presentasi karya sesi pertama.

10.00–10.20: Istirahat.

10.20–11.30: Penampilan atau presentasi karya sesi kedua.

11.30–12.00: Apresiasi karya dan penutupan.

12.00–12.30: Pemeriksaan, pembersihan, dan pengembalian fasilitas.

Waktu di atas merupakan simulasi.

Pelaksanaan harus disesuaikan dengan kalender sekolah, waktu ibadah, kebutuhan istirahat, serta ketentuan keselamatan.

Langkah 6: Menyusun RAB Kegiatan OSIS

RAB dibuat sebelum kegiatan untuk memperkirakan kebutuhan biaya.

Setiap komponen perlu mencantumkan jumlah, satuan, harga satuan, dan total perkiraan.

Contoh RAB Pekan Kreativitas Siswa

RENCANA ANGGARAN BIAYA KEGIATAN OSIS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi).

Tahun Ajaran: 2026/2027.

Komponen 1 – Perlengkapan Kegiatan

Jumlah: 10 paket.

Harga Satuan: Rp35.000.

Total: Rp350.000.

Komponen 2 – Bahan Karya Siswa

Jumlah: 20 paket.

Harga Satuan: Rp25.000.

Total: Rp500.000.

Komponen 3 – Media Publikasi

Jumlah: 5 unit.

Harga Satuan: Rp30.000.

Total: Rp150.000.

Komponen 4 – Perlengkapan Dokumentasi

Jumlah: 4 paket.

Harga Satuan: Rp25.000.

Total: Rp100.000.

Komponen 5 – Konsumsi Panitia yang Diizinkan

Jumlah: 20 paket.

Harga Satuan: Rp15.000.

Total: Rp300.000.

Komponen 6 – Perlengkapan Kebersihan

Jumlah: 5 paket.

Harga Satuan: Rp20.000.

Total: Rp100.000.

Total RAB: Rp1.500.000.

Jumlah tersebut merupakan simulasi dan bukan standar harga resmi.

Sekolah harus memeriksa harga sebenarnya, kebutuhan setiap komponen, sumber dana, serta kelayakan pembiayaan.

Apabila menggunakan Dana BOSP, komponen kegiatan harus diperiksa secara khusus terhadap petunjuk teknis tahun 2026 dan RKAS. Pencantuman komponen dalam contoh ini bukan jaminan bahwa seluruhnya dapat dibiayai melalui BOSP.

Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program

Langkah 7: Mengidentifikasi Sumber Dana

Sumber dana dalam proposal harus ditulis secara jelas.

Panitia perlu membedakan dana yang diusulkan, disetujui, dan benar-benar diterima.

Contohnya:

RENCANA SUMBER PEMBIAYAAN

Kebutuhan RAB: Rp1.500.000.

Usulan Dukungan Sekolah: Rp1.500.000.

Status: Menunggu pemeriksaan dan persetujuan.

Dana Diterima: Belum ada.

Pada tahap pengajuan, dana yang masih berupa usulan tidak boleh dicatat sebagai penerimaan kas.

Jika terdapat dukungan pihak lain, sekolah harus memastikan penerimaan tersebut sah, tidak mengikat secara bertentangan dengan ketentuan, dan tercatat melalui mekanisme yang berlaku.

Pengurus juga tidak boleh menetapkan pungutan wajib secara sepihak kepada siswa untuk membiayai kegiatan OSIS.

Langkah 8: Mengajukan Proposal untuk Persetujuan

Setelah proposal lengkap, pengurus menyerahkannya kepada pembina OSIS.

Pembina dapat memeriksa tujuan kegiatan, rincian anggaran, penggunaan waktu, kelayakan tempat, serta keselamatan peserta.

Apabila masih terdapat kekurangan, proposal dikembalikan untuk diperbaiki.

Kegiatan yang membutuhkan persetujuan kepala sekolah atau pejabat lain harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Contoh Lembar Persetujuan Proposal

LEMBAR PEMERIKSAAN DAN PERSETUJUAN KEGIATAN OSIS

Nama Kegiatan: ....................................

Nomor Proposal: ....................................

Tanggal Pengajuan: ....................................

Ketua Pelaksana: ....................................

Pembina OSIS: ....................................

Tujuan Kegiatan: ....................................

Jumlah Peserta: ....................................

Tanggal Pelaksanaan: ....................................

Total Usulan Anggaran: ....................................

Hasil Pemeriksaan Program: ....................................

Hasil Pemeriksaan Anggaran: ....................................

Hasil Pemeriksaan Keselamatan: ....................................

Keputusan: Disetujui / Perlu Revisi / Tidak Disetujui.

Catatan: ....................................

Pihak Berwenang: ....................................

Tanggal Keputusan: ....................................

Persetujuan program dan persetujuan penggunaan anggaran dapat memerlukan mekanisme yang berbeda.

Langkah 9: Melaksanakan Kegiatan Berdasarkan Proposal

Setelah kegiatan disetujui, panitia melaksanakan tugas sesuai pembagian pekerjaan.

Ketua pelaksana mengoordinasikan anggota.

Sekretaris mencatat perkembangan kegiatan dan dokumen penting.

Bendahara kegiatan membantu pencatatan dana melalui mekanisme yang disetujui.

Koordinator perlengkapan memastikan fasilitas digunakan serta dikembalikan sesuai prosedur.

Koordinator keselamatan membantu memastikan peserta mengikuti aturan kegiatan dan melaporkan risiko kepada pembina.

Apabila terjadi perubahan jadwal, anggaran, atau bentuk kegiatan, panitia perlu berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Perubahan kegiatan yang berdampak pada biaya tidak boleh langsung diproses hanya berdasarkan kesepakatan informal panitia.

Langkah 10: Membuat Register Pengeluaran dan Bukti Transaksi

Setiap pengeluaran perlu mempunyai informasi yang dapat ditelusuri.

Contoh Register Keuangan Kegiatan OSIS

REGISTER REALISASI KEUANGAN

Nama Kegiatan: Pekan Kreativitas Siswa.

Nomor Dokumen: ....................................

Dana Diterima Melalui Mekanisme Resmi: Rp1.500.000.

Pengeluaran 001

Tanggal: ....................................

Uraian: Perlengkapan kegiatan.

Jumlah: 10 paket.

Total: Rp350.000.

Nomor Bukti: BKT-001.

Pengeluaran 002

Uraian: Bahan karya siswa.

Jumlah: 20 paket.

Total: Rp500.000.

Nomor Bukti: BKT-002.

Pengeluaran 003

Uraian: Media publikasi.

Total: Rp150.000.

Nomor Bukti: BKT-003.

Pengeluaran 004

Uraian: Dokumentasi.

Total: Rp100.000.

Nomor Bukti: BKT-004.

Pengeluaran 005

Uraian: Konsumsi yang disetujui.

Total: Rp250.000.

Nomor Bukti: BKT-005.

Pengeluaran 006

Uraian: Perlengkapan kebersihan.

Total: Rp100.000.

Nomor Bukti: BKT-006.

Jumlah Realisasi Pengeluaran: Rp1.450.000.

Saldo: Rp50.000.

Perhitungan:

Rp1.500.000 − Rp1.450.000 = Rp50.000.

Angka tersebut merupakan simulasi. Saldo harus diselesaikan sesuai mekanisme dana yang digunakan.

Tidak semua bukti transaksi mempunyai bentuk sama. Sekolah perlu menggunakan dokumen pendukung sesuai persyaratan pembelanjaan dan pertanggungjawaban yang berlaku.

Langkah 11: Membuat Perbandingan RAB dan Realisasi

Setelah kegiatan, panitia membandingkan biaya yang direncanakan dengan pengeluaran sebenarnya.

Berdasarkan simulasi:

Total RAB: Rp1.500.000.

Total Realisasi: Rp1.450.000.

Selisih: Rp50.000.

Persentase realisasi terhadap RAB:

Rp1.450.000 ÷ Rp1.500.000 × 100% = 96,67%.

Dengan demikian, realisasi biaya mencapai sekitar 96,67% dari rencana.

Namun, persentase tersebut bukan ukuran tunggal efisiensi kegiatan.

Pengeluaran yang lebih kecil tidak selalu menunjukkan kegiatan lebih baik apabila tujuan tidak tercapai atau kebutuhan penting tidak dipenuhi.

Demikian pula, penggunaan anggaran sampai 100% bukan tujuan yang harus dikejar apabila kebutuhan telah terpenuhi dengan biaya lebih rendah.

Panitia perlu mengevaluasi biaya bersama hasil kegiatan.

Langkah 12: Menyusun LPJ Setelah Kegiatan

LPJ disusun berdasarkan realisasi dan bukti pelaksanaan.

Dokumen ini sebaiknya memuat identitas kegiatan, tujuan, pelaksanaan, jumlah peserta, hasil, kendala, keuangan, serta rekomendasi.

Contoh LPJ Kegiatan OSIS

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PEKAN KREATIVITAS SISWA

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi).

Tahun Ajaran: 2026/2027.

Penanggung Jawab: OSIS dengan pendampingan pembina.

A. Latar Belakang

Pekan Kreativitas Siswa diselenggarakan sebagai wadah pengembangan bakat, minat, dan kerja sama peserta didik.

B. Tujuan

Memberikan kesempatan kepada murid menampilkan karya serta mengembangkan komunikasi dan kreativitas.

C. Pelaksanaan

Hari/Tanggal: ....................................

Tempat: ....................................

Jumlah Peserta Direncanakan: 100 orang.

Jumlah Peserta Hadir: 90 orang.

Jumlah Panitia: 20 orang.

Kegiatan: Pameran karya, penampilan kreativitas, dan apresiasi peserta.

D. Hasil Kegiatan

Kegiatan terlaksana dengan partisipasi 90 peserta. Peserta memperoleh kesempatan menampilkan hasil karya dan berinteraksi dengan kelompok lain.

E.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
proposal kegiatan OSIS LPJ OSIS contoh RAB OSIS laporan keuangan OSIS susunan panitia OSIS Administrasi OSIS

Komentar Pengguna