Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Menggunakan Exit Ticket di Kelas, Lengkap dengan Contoh Pertanyaan untuk Siswa

Cara Menggunakan Exit Ticket di Kelas, Lengkap dengan Contoh Pertanyaan untuk Siswa

11 Oktober 2026 | 05:07

KebonCinta.com – Guru sering menutup pelajaran dengan pertanyaan, “Sudah paham semuanya?” Sayangnya, sebagian siswa hanya mengangguk meskipun masih memiliki kesulitan. Exit ticket atau tiket keluar dapat membantu guru memperoleh gambaran pemahaman mereka melalui jawaban singkat pada akhir pembelajaran. Cara ini sederhana, tidak memerlukan perangkat mahal, dan dapat diterapkan di sekolah maupun madrasah.

Apa Itu Exit Ticket?

Exit ticket adalah kegiatan singkat pada menit-menit terakhir pelajaran ketika siswa menjawab satu hingga tiga pertanyaan mengenai materi yang baru dipelajari. Jawaban dapat ditulis pada kertas kecil, kartu, atau formulir digital.

Istilah “tiket keluar” tidak berarti siswa harus membayar atau memperoleh izin khusus untuk meninggalkan kelas. Kegiatan ini menjadi kesempatan menyampaikan hasil belajar sebelum pelajaran berakhir.

Dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025, Kemendikdasmen menekankan asesmen formatif untuk memperoleh bukti perkembangan belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Exit ticket merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut.

Manfaat Exit Ticket bagi Guru dan Siswa

Bagi guru, jawaban singkat membantu menemukan konsep yang sudah dikuasai dan bagian yang perlu diajarkan kembali. Guru dapat menyesuaikan penjelasan, menyiapkan latihan tambahan, atau membentuk kelompok pendampingan.

Bagi siswa, exit ticket memberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan tanpa harus berbicara di depan seluruh kelas. Hasilnya sebaiknya digunakan sebagai umpan balik, bukan alat mempermalukan siswa yang belum memahami materi.

Baca Juga: Ulangan Harian dengan Metode Open Book, Benarkah Memudahkan Siswa? 

Langkah Membuat Exit Ticket di Kelas

1. Tentukan tujuan pembelajaran. Pilih kemampuan yang ingin diperiksa, misalnya menjelaskan proses penguapan atau menemukan gagasan utama paragraf. Hindari pertanyaan yang tidak berkaitan dengan materi hari itu.

2. Siapkan pertanyaan ringkas. Gunakan satu sampai tiga butir yang dapat dijawab dalam sekitar dua hingga lima menit. Gabungkan pertanyaan pemahaman dan kesempatan menyampaikan kebingungan bila diperlukan.

3. Jelaskan cara menjawab. Beri tahu siswa bahwa jawaban akan membantu guru merencanakan pembelajaran berikutnya. Sediakan kertas atau tautan formulir dan pastikan instruksi mudah dipahami.

4. Kumpulkan dan kelompokkan respons. Setelah kelas selesai, pisahkan jawaban yang menunjukkan pemahaman baik, pemahaman sebagian, dan kesulitan yang perlu ditindaklanjuti.

5. Gunakan hasilnya. Awali pertemuan berikutnya dengan klarifikasi, latihan singkat, atau tugas berbeda sesuai pola jawaban siswa.

Contoh Pertanyaan Exit Ticket Berbagai Pelajaran

Bahasa Indonesia: “Tuliskan gagasan utama paragraf yang dibaca hari ini. Sebutkan satu kalimat pendukungnya.” Jawaban menunjukkan apakah siswa dapat membedakan gagasan utama dan informasi pendukung.

Matematika: “Hitung 3/4 + 1/8 dan jelaskan langkah menyamakan penyebut.” Selain jawaban akhir, guru dapat melihat proses yang digunakan siswa.

IPA: “Mengapa air pada pakaian basah dapat berkurang ketika dijemur? Jelaskan menggunakan konsep penguapan.” Pertanyaan ini menilai penerapan konsep pada situasi sehari-hari.

PAI: “Sebutkan satu contoh perilaku amanah di sekolah dan jelaskan alasan perilaku itu termasuk amanah.” Guru dapat menilai pemahaman melalui contoh konkret, bukan hafalan definisi saja.

Format Exit Ticket Siap Salin

Tiket Keluar Pembelajaran

  • Kelas dan tanggal: [Isi]
  • Topik pelajaran: [Isi]
  • Satu hal yang saya pahami: [Jawaban]
  • Contoh penerapan materi: [Jawaban]
  • Hal yang masih membingungkan: [Jawaban]

Guru tidak harus memakai ketiga pertanyaan setiap saat. Untuk kelas awal, jawaban dapat menggunakan gambar, pilihan sederhana, atau penjelasan lisan singkat dengan pencatatan oleh guru.

Cara Membaca Hasil Tanpa Memberi Nilai Angka

Misalnya, dari 30 siswa, 20 sudah mampu menjelaskan penguapan, tujuh baru menyebutkan contoh tanpa penjelasan, dan tiga masih keliru. Guru dapat memberi penguatan singkat untuk seluruh kelas, lalu mendampingi kelompok yang membutuhkan bantuan.

Jumlah tersebut hanya contoh ilustratif.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
ExitTicket AsesmenFormatif PembelajaranAktif StrategiMengajar

Komentar Pengguna