KebonCinta.com – Kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Perangkat ini dapat digunakan untuk menampilkan presentasi, menulis secara digital, memutar video, membuka aplikasi pendidikan, serta melibatkan siswa melalui aktivitas interaktif.
Namun, di balik kemudahan penggunaannya, terdapat hal mendasar yang tidak boleh diabaikan, yaitu cara menghidupkan dan mematikan perangkat dengan benar.
Sebagian pengguna mungkin terbiasa langsung mencabut kabel listrik atau mematikan sakelar utama setelah pembelajaran selesai. Padahal, kebiasaan tersebut dapat mengganggu proses penutupan sistem dan berisiko menyebabkan kehilangan data atau masalah pada perangkat.
Papan Interaktif Digital merupakan perangkat elektronik yang memiliki sistem operasi dan komponen komputer, sehingga penggunaannya perlu mengikuti prosedur yang sesuai.
Dalam Panduan Pemanfaatan dan Pemeliharaan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2025, Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan petunjuk mengenai cara menyalakan, mematikan, dan merawat papan interaktif.
Lantas, bagaimana cara menyalakan dan mematikan PID dengan benar? Apa perbedaan mode standby dan shutdown, serta bagaimana tindakan yang tepat jika listrik tiba-tiba padam?
Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) merupakan perangkat layar sentuh berukuran besar yang dilengkapi sistem elektronik dan perangkat lunak pendukung pembelajaran.
Berbeda dari papan tulis konvensional, PID memerlukan pasokan listrik dan proses pengoperasian sistem sebelum dapat digunakan secara optimal.
Sebagian perangkat menggunakan sistem operasi Android, sementara perangkat lainnya dapat dilengkapi komputer internal berbasis Windows melalui modul Open Pluggable Specification (OPS).
Ketika perangkat dinyalakan, sistem memerlukan waktu untuk menjalankan layanan, membuka antarmuka, dan menyiapkan aplikasi.
Demikian pula ketika dimatikan. Sistem perlu menyelesaikan proses penutupan aplikasi dan layanan yang sedang berjalan.
Apabila pasokan listrik dihentikan secara mendadak saat sistem masih aktif, terdapat risiko kehilangan pekerjaan yang belum disimpan, gangguan sistem, atau proses pembaruan yang tidak selesai.
Risiko tersebut tidak berarti setiap pemutusan listrik pasti langsung merusak PID. Namun, kebiasaan mematikan perangkat tanpa mengikuti prosedur dapat meningkatkan potensi masalah.
Karena itu, guru, operator sekolah, dan petugas sarana prasarana perlu memahami cara pengoperasian yang aman.
Berdasarkan panduan Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, prosedur umum menyalakan papan interaktif dilakukan melalui tombol daya pada perangkat atau remote control.
Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan.
Sebelum menghidupkan PID, pastikan kondisi perangkat dan lingkungan sekitarnya aman.
Periksa apakah layar dalam keadaan baik, kabel daya tidak rusak, dan tidak ada benda yang menghalangi ventilasi.
Pastikan pula bagian belakang dan samping perangkat tidak terkena air atau kelembapan berlebihan.
Jika ditemukan kabel terkelupas, steker rusak, stopkontak longgar, atau bau terbakar, jangan menyalakan perangkat sebelum diperiksa oleh petugas yang kompeten.
Pemeriksaan sederhana ini penting untuk mengurangi risiko gangguan listrik dan kerusakan perangkat.
Hubungkan kabel daya PID ke stopkontak yang sesuai dengan spesifikasi perangkat.
Gunakan kabel daya yang direkomendasikan produsen dan pastikan sambungan tidak longgar.
Hindari menggunakan terminal listrik yang sudah menanggung terlalu banyak perangkat berdaya besar.
Pada beberapa model PID terdapat sakelar daya utama yang biasanya berada di bagian belakang atau bawah perangkat.
Jika model yang digunakan memiliki sakelar tersebut, aktifkan sesuai petunjuk buku manual.
Perlu diperhatikan bahwa lokasi dan bentuk sakelar tidak selalu sama pada setiap merek PID.
Setelah pasokan listrik tersedia, tekan tombol Power pada panel perangkat atau remote control.
Tombol tersebut biasanya ditandai dengan simbol daya berbentuk lingkaran yang memiliki garis vertikal di bagian atas.
Pada beberapa model, indikator lampu akan berubah warna ketika perangkat mulai menyala.
Sebagai contoh, terdapat perangkat yang menggunakan lampu merah untuk kondisi siaga dan biru untuk kondisi aktif.
Namun, warna indikator dapat berbeda menurut merek dan model sehingga tidak boleh dijadikan patokan universal.
Guru sebaiknya mengenali indikator sesuai petunjuk perangkat yang digunakan sekolah.
Setelah menekan tombol daya, tunggu beberapa saat hingga tampilan awal atau logo perangkat muncul.
Pada PID berbasis Android, proses ini akan dilanjutkan hingga layar utama sistem operasi tersedia.
Jika perangkat menggunakan komputer OPS berbasis Windows, mungkin terdapat proses tambahan sebelum sistem komputer siap digunakan.
Jangan menekan tombol daya berkali-kali hanya karena layar belum langsung menampilkan menu.
Perangkat mungkin sedang menjalankan proses awal atau memuat aplikasi sistem.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyala dapat berbeda berdasarkan spesifikasi perangkat dan kondisi sistem.
Setelah PID menyala, pastikan tampilan layar dapat digunakan.
Guru dapat mencoba membuka menu utama, memeriksa respons sentuhan, mengatur volume, serta memastikan jaringan internet terhubung jika diperlukan.
Apabila hendak menggunakan laptop, sambungkan perangkat melalui HDMI, USB-C, atau metode lain yang didukung PID.
Jika menggunakan fitur interaktif dari laptop, beberapa model juga membutuhkan sambungan USB tambahan untuk mengaktifkan fungsi sentuh.
Dengan pemeriksaan tersebut, guru dapat memastikan perangkat siap digunakan sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
Mematikan PID sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama apabila perangkat telah digunakan untuk membuka beberapa aplikasi dan menyimpan pekerjaan siswa.
Berikut prosedur yang dapat diterapkan.
Sebelum mematikan perangkat, pastikan dokumen atau hasil pekerjaan yang masih diperlukan telah disimpan.
Misalnya, guru baru saja menuliskan penjelasan materi pada aplikasi papan tulis digital.
Jika hasil tulisan tersebut akan digunakan kembali, simpan dalam format yang tersedia, seperti gambar atau PDF.
Apabila guru menggunakan dokumen presentasi, pastikan perubahan yang dilakukan sudah tersimpan.
Langkah ini penting untuk mencegah kehilangan hasil pekerjaan ketika sistem ditutup.
Setelah menyimpan pekerjaan, tutup aplikasi yang tidak lagi diperlukan.
Aplikasi tersebut dapat berupa papan tulis digital, peramban internet, pemutar video, atau aplikasi pembelajaran lainnya.
Jika terdapat proses unggah atau pengunduhan file, pastikan proses tersebut telah selesai atau dihentikan secara aman.
Jangan mematikan perangkat ketika sedang melakukan pembaruan sistem atau pemasangan perangkat lunak yang belum selesai.
Gunakan tombol daya atau menu penutupan sistem yang tersedia pada perangkat.
Dalam panduan Kemendikdasmen, langkah umum mematikan papan interaktif adalah menekan tombol Power, kemudian memilih opsi Shutdown atau menggunakan Sleep/Standby sesuai kebutuhan.
Nama dan posisi menu dapat berbeda menurut model.
Pada beberapa perangkat, tombol daya perlu ditekan untuk memunculkan menu pilihan. Pada model lain, pengaturan penutupan dapat diakses melalui panel sistem.
Hindari menekan dan menahan tombol daya secara paksa tanpa memahami fungsinya, karena tindakan tersebut pada model tertentu dapat memicu pematian paksa.
Jika pembelajaran sudah selesai dan perangkat tidak akan digunakan kembali dalam waktu dekat, gunakan pilihan Shutdown atau prosedur pematian yang disediakan produsen.
Pilihan ini digunakan untuk mengakhiri aktivitas sistem secara normal.
Setelah dipilih, tunggu hingga perangkat menyelesaikan proses penutupan.
Jangan langsung memutus aliran listrik ketika layar masih menunjukkan proses penutupan atau pembaruan.
Perhatikan layar dan indikator yang tersedia.
Pada sebagian perangkat, layar akan menjadi gelap dan indikator berubah menjadi kondisi siaga setelah proses penutupan.
Namun, layar gelap tidak selalu berarti seluruh sistem telah dimatikan.
Pada model tertentu, layar dapat mati sementara komputer atau layanan internal masih aktif.
Karena itu, gunakan petunjuk merek dan model perangkat untuk memastikan status penutupan yang sebenarnya.
Setelah proses penutupan benar-benar selesai, sekolah dapat memutus sumber listrik apabila hal tersebut memang dianjurkan dalam buku manual atau prosedur pengelolaan perangkat.
Misalnya, ketika perangkat tidak akan digunakan dalam jangka waktu panjang.
Namun, jangan menganggap mencabut kabel listrik setiap selesai pembelajaran sebagai kewajiban untuk seluruh jenis PID.
Sebagian perangkat memiliki pengaturan daya, pembaruan, dan mode siaga yang berbeda.
Karena itu, keputusan memutus sumber listrik harus mengikuti ketentuan perangkat serta kebijakan pengelolaan sarana sekolah.
Baca Juga: Cara Merawat Papan Interaktif Digital di Sekolah agar Layar dan Perangkat Tetap Terjaga
Ketiga istilah ini sering dianggap mempunyai arti yang sama, padahal fungsinya dapat berbeda.
Standby atau Sleep
Mode standby atau sleep umumnya digunakan untuk mengurangi aktivitas atau konsumsi daya sementara perangkat masih mempertahankan kesiapan tertentu.
Pada sebagian model, layar menjadi gelap dan dapat kembali aktif dengan menekan tombol daya.
Mode ini dapat digunakan ketika guru hanya beristirahat sebentar dan akan menggunakan PID kembali.
Namun, fungsi tepatnya dapat berbeda. Sebagian model hanya mematikan tampilan, sedangkan model lain menerapkan penghematan daya yang lebih luas.
Shutdown
Shutdown merupakan proses menutup sistem secara normal.
Jika perangkat menyediakan opsi tersebut, guru dapat menggunakannya untuk mengakhiri penggunaan setelah kegiatan pembelajaran selesai.
Memutus Sumber Listrik
Memutus sumber listrik berarti menghentikan pasokan daya melalui sakelar utama atau sambungan listrik.
Tindakan ini berbeda dari menutup sistem melalui menu Shutdown.
Memutus aliran listrik ketika perangkat masih aktif dapat menyebabkan pekerjaan yang belum disimpan hilang atau mengganggu proses sistem.
Oleh karena itu, guru perlu mengetahui perbedaan mode tersebut sebelum menentukan cara mematikan perangkat.
Sebagian Papan Interaktif Digital dilengkapi komputer internal yang dipasang melalui modul OPS.
Komputer tersebut dapat menggunakan Windows dan menyediakan aplikasi tambahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran.
Jika guru menjalankan aplikasi melalui Windows OPS, proses penutupan perlu memperhatikan sistem komputer tersebut.
Langkah umum yang dapat diterapkan adalah:
Namun, beberapa model PID memiliki pengaturan daya terpadu yang memungkinkan komputer OPS menyala atau mati mengikuti pengoperasian papan interaktif.
Karena itu, urutan penutupan dan hubungan daya antara panel dan OPS harus mengikuti petunjuk model yang digunakan.
Sebagai contoh, produsen BenQ menyediakan pengaturan khusus mengenai waktu komputer OPS dinyalakan, baik saat papan interaktif mulai aktif maupun ketika sumber OPS dipilih.
Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi daya setiap perangkat dapat berbeda.
Guru sebaiknya tidak melepas modul OPS ketika perangkat masih tersambung dan aktif. Pemasangan atau pelepasannya harus mengikuti prosedur teknis dari produsen.
Pemadaman listrik merupakan kondisi yang dapat terjadi tanpa direncanakan, terutama pada sekolah yang mengalami gangguan pasokan listrik.
Jika PID tiba-tiba mati karena listrik padam, guru tidak perlu langsung mencoba menyalakannya berulang kali.
Langkah yang dapat dilakukan adalah:
Pertama, periksa kondisi pasokan listrik. Pastikan listrik telah kembali normal dan tidak menunjukkan gangguan berulang.
Kedua, tunggu sebelum menyalakan perangkat kembali. Berikan kesempatan kepada pasokan daya dan perangkat untuk stabil sesuai petunjuk produsen.
Ketiga, periksa indikator perangkat. Pastikan tidak terdapat tanda kerusakan seperti bau terbakar, suara tidak normal, atau kabel terlalu panas.
Keempat, nyalakan PID menggunakan prosedur normal. Gunakan tombol daya dan tunggu hingga sistem selesai memuat.
Kelima, periksa file yang terakhir digunakan. Jika pekerjaan belum sempat disimpan, lihat apakah aplikasi menyediakan fitur pemulihan dokumen.
Jika perangkat gagal menyala setelah listrik kembali normal, guru sebaiknya meminta bantuan operator atau teknisi yang berwenang.
Hindari membongkar perangkat atau mencoba memperbaiki komponen listrik secara mandiri.
Untuk sekolah yang pasokan listriknya tidak stabil, penggunaan pelindung lonjakan tegangan atau perangkat cadangan daya dapat dipertimbangkan sesuai spesifikasi PID dan rekomendasi teknisi.
Terdapat beberapa kebiasaan yang perlu dihindari agar perangkat tetap dapat digunakan secara optimal.
1.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir