Langkah pertama adalah menentukan alasan membeli emas. Apakah untuk mempersiapkan biaya pendidikan, mengumpulkan dana pernikahan, merencanakan kebutuhan masa depan, atau membangun aset jangka panjang?
Tujuan tersebut akan membantu menentukan berapa lama emas akan disimpan dan berapa dana yang perlu dialokasikan secara rutin.
Jika uang akan digunakan dalam waktu dekat, pertimbangkan kembali risiko perubahan harga emas. Untuk kebutuhan mendesak, dana tunai atau tabungan yang mudah diakses biasanya lebih sesuai.
Tidak perlu memaksakan diri membeli emas dalam jumlah besar. Pemula dapat memulai dengan nominal yang sesuai kemampuan keuangan, kemudian menambahnya secara rutin.
Misalnya, setelah kebutuhan pokok dan kewajiban bulanan terpenuhi, sebagian uang dapat dialokasikan untuk membeli emas setiap bulan.
Kebiasaan menyisihkan dana secara konsisten membantu membangun disiplin finansial. Namun, jangan menggunakan uang kebutuhan sehari-hari atau seluruh dana darurat untuk membeli emas.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Kurikulum Pemberdayaan untuk Madrasah Aliyah dan Pesantren, Seperti Apa?
Memilih tempat pembelian merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan investasi. Periksa identitas perusahaan, izin usaha yang relevan, ketentuan transaksi, serta rekam jejak penyedia.
Baca pula informasi mengenai biaya pembelian dan penjualan, penyimpanan, pencetakan emas fisik, serta prosedur jika ingin menarik atau mencairkan saldo.
Hindari tawaran yang menjanjikan keuntungan tetap dalam waktu singkat atau mengklaim harga emas pasti naik. Investasi yang wajar tetap memiliki risiko, termasuk risiko penipuan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap kenaikan harga emas otomatis menghasilkan keuntungan. Padahal, harga yang dibayar ketika membeli biasanya berbeda dari harga yang diterima ketika menjual kembali.
Selisih tersebut dikenal sebagai spread. Jika ada biaya administrasi atau penyimpanan, biaya itu juga perlu diperhitungkan.
Karena itu, sebelum membeli emas, bandingkan harga jual dan harga pembelian kembali dari penyedia yang berbeda. Langkah ini membantu memperkirakan berapa lama investasi perlu disimpan agar berpeluang menghasilkan keuntungan setelah memperhitungkan biaya.
Harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, pergerakan nilai tukar, suku bunga, dan permintaan pasar.
Pemula boleh memantau pergerakan harga untuk memahami kondisi pasar. Namun, tidak perlu mengambil keputusan berdasarkan setiap perubahan harga harian.
Jika tujuan investasi bersifat jangka panjang, pembelian rutin sesuai anggaran dapat menjadi strategi yang lebih teratur daripada mencoba menebak titik harga terendah. Strategi ini tetap tidak menjamin keuntungan dan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Bagi yang memilih emas batangan, keamanan penyimpanan perlu diperhatikan. Emas dapat disimpan di tempat yang terkunci dan terlindungi, atau menggunakan fasilitas penyimpanan resmi jika tersedia dan sesuai kebutuhan.
Simpan pula bukti pembelian, sertifikat atau dokumen produk, serta informasi transaksi yang diperlukan ketika emas akan dijual kembali.
Jika memilih tabungan emas digital, amankan akun dengan kata sandi yang kuat dan fitur keamanan tambahan. Jangan membagikan kode verifikasi atau informasi akses kepada pihak lain.
Baca Juga: 6 Ciri Kelelahan Mental yang Sering Tak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat
Ada sejumlah kekeliruan yang dapat mengurangi hasil investasi emas. Salah satunya adalah membeli karena takut ketinggalan ketika harga sedang naik, tanpa mempertimbangkan tujuan dan kemampuan keuangan.
Kesalahan lain adalah tidak menghitung selisih harga beli dan jual.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir