Pendidikan
M. Panji Maulana

Contoh Inovasi Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Modul, Video, PTK, dan Karya Guru

Contoh Inovasi Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Modul, Video, PTK, dan Karya Guru

29 Oktober 2026 | 16:36

KebonCinta.com – Inovasi pembelajaran menjadi salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan guru dalam proses Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Kementerian Agama tahun 2026.

Dokumen inovasi pembelajaran digunakan sebagai bukti karya atau pengembangan kegiatan belajar yang pernah dibuat sendiri oleh guru selama menjalankan tugas profesionalnya.

Berdasarkan panduan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Mataram, bukti inovasi pembelajaran dapat berupa modul pembelajaran, video pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), atau karya lainnya.

Namun, tidak sedikit guru yang masih mengalami kebingungan ketika menyiapkan dokumen tersebut. Apakah modul ajar yang biasa digunakan di kelas dapat dianggap sebagai inovasi? Apakah video pembelajaran harus menampilkan guru ketika mengajar? Bagaimana jika guru mempunyai media pembelajaran digital, tetapi belum pernah membuat PTK?

Selain itu, terdapat perbedaan petunjuk mengenai jumlah bukti inovasi yang perlu disiapkan oleh peserta.

Agar tidak keliru, berikut penjelasan mengenai jenis inovasi pembelajaran, contoh karya yang dapat dipersiapkan, cara membuktikan kepemilikan karya, hingga langkah menyusun dokumen untuk RPL PPG Kemenag 2026.

Apa Itu Inovasi Pembelajaran dalam RPL PPG Kemenag?

Inovasi pembelajaran merupakan bentuk pengembangan atau penerapan gagasan, metode, media, maupun karya yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran.

Inovasi tidak selalu harus berupa teknologi canggih atau aplikasi digital yang rumit.

Guru dapat mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Sebagai contoh, seorang guru Bahasa Arab menemukan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan mengingat kosakata baru.

Untuk mengatasi masalah tersebut, guru mengembangkan media kartu kosakata bergambar yang dipadukan dengan rekaman audio pengucapan.

Media tersebut digunakan dalam pembelajaran agar siswa dapat menghubungkan bentuk tulisan Arab, makna, dan pelafalannya.

Contoh lainnya adalah guru Matematika yang mengembangkan alat peraga sederhana untuk membantu siswa memahami konsep pecahan atau guru IPA yang membuat video praktikum menggunakan alat dan bahan yang mudah ditemukan.

Dalam konteks RPL, karya semacam itu dapat dipertimbangkan sebagai bukti inovasi apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan LPTK.

Panduan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan bahwa dokumen inovasi pembelajaran merupakan karya yang pernah dibuat sendiri oleh guru.

Dengan demikian, keaslian kepemilikan dan kesesuaian karya dengan pengalaman mengajar menjadi perhatian penting.

Baca Juga: Apa Itu RPL dalam PPG Daljab Kemenag 2026? Kenali Fungsi dan Proses Penilaiannya

Empat Jenis Dokumen Inovasi Pembelajaran untuk RPL PPG

Mengacu pada panduan LPTK, terdapat empat bentuk utama bukti yang disebutkan dalam kelompok inovasi pembelajaran.

No.Jenis DokumenContoh Karya
1Modul PembelajaranModul yang dikembangkan sendiri berdasarkan kebutuhan siswa
2Video PembelajaranVideo penjelasan materi, demonstrasi, atau tutorial pembelajaran
3Penelitian Tindakan KelasLaporan PTK mengenai perbaikan proses dan hasil pembelajaran
4Karya LainnyaMedia interaktif, alat peraga inovatif, permainan edukatif, dan karya sejenis

Kategori "karya lainnya" memberikan ruang bagi berbagai bentuk karya guru, tetapi penerimaan dokumen tetap mengikuti rubrik penilaian dan petunjuk LPTK.

Berikut penjelasan masing-masing jenis karya tersebut.

1. Modul Pembelajaran yang Dikembangkan Guru

Modul pembelajaran merupakan bahan belajar yang disusun secara sistematis untuk membantu peserta didik mempelajari materi atau mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Dalam konteks inovasi, modul dapat menunjukkan adanya pengembangan pendekatan, penyajian, aktivitas, atau strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Sebagai contoh, guru Bahasa Arab mengembangkan modul pembelajaran keterampilan berbicara yang memadukan dialog sederhana, ilustrasi situasi, latihan berpasangan, serta penilaian kemampuan komunikasi.

Modul tersebut dapat dikembangkan berdasarkan masalah yang ditemukan guru, misalnya siswa kurang percaya diri ketika berbicara dalam bahasa Arab.

Contoh komponen modul pembelajaran:

  1. Sampul dan judul modul.
  2. Identitas penyusun.
  3. Mata pelajaran dan sasaran pengguna.
  4. Latar belakang pengembangan.
  5. Tujuan pembelajaran.
  6. Materi dan petunjuk penggunaan.
  7. Aktivitas atau strategi pembelajaran yang dikembangkan.
  8. Latihan dan evaluasi.
  9. Daftar sumber yang digunakan.
  10. Informasi penggunaan modul dalam pembelajaran.

Dokumen dapat disiapkan dalam bentuk PDF sesuai ketentuan LPTK.

Apabila modul pernah digunakan di kelas, guru dapat menyimpan bukti pendukung, seperti catatan penerapan, dokumentasi kegiatan, atau hasil evaluasi.

Namun, tidak setiap modul ajar biasa secara otomatis dapat dinyatakan sebagai karya inovasi.

Untuk memperkuat penjelasan, guru sebaiknya dapat menunjukkan unsur pengembangan yang dilakukan, permasalahan yang ingin diatasi, dan manfaat modul dalam pembelajaran.

2. Video Pembelajaran Buatan Guru

Video pembelajaran merupakan media audiovisual yang dikembangkan untuk membantu penyampaian konsep, prosedur, materi, atau keterampilan tertentu.

Video dapat berbentuk penjelasan langsung oleh guru, demonstrasi, animasi sederhana, tutorial penggunaan alat, maupun rekaman kegiatan belajar yang disusun untuk tujuan pendidikan.

Sebagai contoh, guru Bahasa Arab membuat video pembelajaran tentang percakapan memperkenalkan diri.

Dalam video tersebut, guru menyajikan contoh dialog, teks Arab, pelafalan, dan latihan yang dapat diikuti siswa.

Guru IPA dapat membuat video demonstrasi percobaan sederhana, sedangkan guru Pendidikan Agama Islam dapat membuat video penjelasan tata cara pelaksanaan ibadah sesuai materi yang diajarkan.

Apakah video harus memperlihatkan wajah guru?

Dalam persyaratan umum inovasi pembelajaran yang dipublikasikan UIN Bandung dan UIN Mataram, tidak ditemukan ketentuan universal yang mewajibkan setiap video inovasi memperlihatkan wajah guru sepanjang tayangan.

Namun, jika LPTK menyediakan rubrik khusus mengenai identitas pembuat atau bentuk dokumentasi video, ketentuan tersebut perlu diikuti.

Guru dapat menyiapkan keterangan mengenai judul, tujuan, materi, waktu pembuatan, serta kontribusinya dalam pengembangan video.

Bagaimana jika video sudah diunggah ke YouTube?

Video yang pernah diunggah dapat disimpan atau didokumentasikan sebagai bukti karya, sepanjang memang dibuat oleh guru yang bersangkutan dan memenuhi ketentuan LPTK.

Jika LPTK meminta file PDF atau JPG sebagai dokumen RPL, peserta dapat menyiapkan lembar informasi karya yang mencantumkan tautan video dan bukti pendukung sesuai petunjuk kampus.

Hal ini tidak berarti tautan YouTube atau dokumen ringkasan otomatis diterima sebagai pengganti video. Tata cara unggah harus dipastikan melalui sistem LPTK.

Apabila video menampilkan siswa, guru juga harus memperhatikan izin penggunaan rekaman, privasi, dan keamanan data peserta didik.

Dokumentasi wajah, nama lengkap, atau informasi pribadi siswa tidak seharusnya dibagikan secara terbuka tanpa dasar yang sesuai.

3. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas atau PTK merupakan bentuk penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki praktik pembelajaran berdasarkan permasalahan yang ditemukan di kelas.

PTK umumnya melibatkan proses perencanaan tindakan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Melalui kegiatan tersebut, guru berupaya mengetahui apakah tindakan pembelajaran tertentu membantu mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik.

Sebagai contoh, seorang guru menemukan bahwa partisipasi siswa dalam pembelajaran masih rendah.

Guru kemudian mencoba menerapkan metode diskusi terstruktur dan melakukan pengamatan terhadap perubahan keterlibatan siswa.

Hasil pengamatan digunakan untuk mengevaluasi tindakan dan menentukan perbaikan berikutnya.

Contoh judul PTK:

"Penerapan Metode Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Bahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs."

Judul tersebut merupakan contoh ilustratif, bukan penelitian nyata yang telah dilaksanakan.

Komponen laporan PTK yang umumnya disiapkan:

  1. Judul penelitian dan identitas peneliti.
  2. Latar belakang masalah.
  3. Rumusan masalah dan tujuan penelitian.
  4. Kajian teori yang relevan.
  5. Metode dan tahapan tindakan.
  6. Instrumen pengumpulan data.
  7. Hasil pelaksanaan tindakan.
  8. Pembahasan dan refleksi.
  9. Simpulan penelitian.
  10. Daftar pustaka dan lampiran yang diperlukan.

Guru yang sudah mempunyai laporan PTK dapat memeriksa kelengkapan dan keaslian dokumennya sebelum diajukan untuk RPL.

Apakah PTK wajib dipublikasikan dalam jurnal?

Persyaratan umum inovasi pembelajaran yang tercantum pada panduan UIN Bandung dan UIN Mataram menyebut PTK sebagai salah satu bentuk bukti, tetapi tidak menjelaskan kewajiban universal bahwa setiap PTK harus sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

Oleh sebab itu, peserta perlu memeriksa rubrik LPTK sebelum menyimpulkan bahwa laporan PTK tanpa publikasi pasti diterima atau ditolak.

PTK yang diajukan juga harus merupakan penelitian yang benar-benar dilakukan.

Proposal yang belum dilaksanakan tidak boleh disajikan sebagai laporan penelitian selesai, dan hasil pengamatan tidak boleh direkayasa untuk memenuhi kebutuhan administrasi.

4. Karya Inovasi Pembelajaran Lainnya

Selain modul, video, dan PTK, panduan RPL juga menyebut kategori karya lainnya.

Kategori ini dapat menjadi ruang bagi guru yang mengembangkan media atau produk pembelajaran di luar tiga bentuk sebelumnya.

Contoh karya yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Media pembelajaran interaktif

Guru mengembangkan permainan kuis digital atau media latihan yang membantu siswa mempelajari materi secara mandiri.

Misalnya, guru Bahasa Arab membuat permainan mencocokkan kosakata dan gambar dengan umpan balik otomatis.

Alat peraga inovatif

Guru membuat alat peraga yang membantu menjelaskan konsep abstrak melalui benda konkret.

Contohnya adalah media bangun ruang dari bahan sederhana atau alat simulasi pembelajaran IPA.

Media audio pembelajaran

Guru mengembangkan rekaman dialog, latihan menyimak, atau bahan audio yang dirancang sesuai kebutuhan peserta didik.

Contohnya adalah media audio untuk membantu siswa melatih pelafalan dan pemahaman ungkapan bahasa Arab.

Permainan edukatif

Guru merancang permainan kartu, papan, atau aktivitas kelompok yang digunakan untuk memperkuat pemahaman materi.

Bahan ajar digital interaktif

Guru mengembangkan bahan pembelajaran yang menggabungkan teks, gambar, latihan, video, dan evaluasi dalam satu media.

Perlu ditegaskan bahwa contoh tersebut merupakan kemungkinan bentuk karya yang dapat diajukan untuk diperiksa.

Penerimaan karya tidak dapat dijamin hanya berdasarkan jenis medianya. Peserta tetap perlu mengikuti ketentuan dan rubrik LPTK.

Berapa Jumlah Inovasi Pembelajaran yang Harus Dikumpulkan?

Pertanyaan mengenai jumlah dokumen menjadi salah satu hal penting karena petunjuk antar-LPTK tidak selalu sama.

Berdasarkan laman resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk PPG Dalam Jabatan 2026, dokumen inovasi pembelajaran yang pernah dibuat sendiri dapat dibuktikan melalui salah satu karya berupa modul pembelajaran, video pembelajaran, PTK, atau karya lainnya, dengan ketentuan minimal satu kali.

Sementara itu, laman RPL UIN Mataram mencantumkan ketentuan minimal satu kali per tahun untuk kategori inovasi pembelajaran.

Perbedaan tersebut berarti peserta tidak boleh langsung menganggap satu karya pasti mencukupi semua persyaratan LPTK.

Sebagai contoh, peserta yang ditempatkan di UIN Bandung perlu mengikuti ketentuan RPL kampus tersebut.

Peserta yang ditempatkan di UIN Mataram perlu memastikan ketentuan yang berlaku untuk kelompok dan tahun pelaksanaan PPG-nya, termasuk apakah persyaratan satu bukti per tahun diterapkan dalam penilaian.

Panduan UIN Mataram yang tersedia secara publik juga memuat informasi sistem PPG Transformasi+ Tahun 2025. Karena itu, kesesuaiannya untuk peserta 2026 perlu dikonfirmasi kembali melalui pengumuman LPTK.

Perlu dipahami: satu bukti minimal bukan jaminan memperoleh nilai tertinggi. Penilaian mengikuti rubrik yang berlaku, termasuk keaslian dan kelengkapan dokumen.

Apakah Modul Ajar Biasa Bisa Menjadi Bukti Inovasi?

Modul ajar merupakan salah satu perangkat yang banyak digunakan guru dalam pembelajaran.

Namun, dokumen RPL membedakan kelompok perangkat pembelajaran dan kelompok inovasi pembelajaran.

Pada kelompok perangkat pembelajaran, RPP atau modul ajar digunakan untuk menunjukkan pengalaman merencanakan proses belajar.

Sementara itu, pada kelompok inovasi pembelajaran, dokumen yang diajukan perlu menunjukkan karya atau pengembangan yang pernah dibuat sendiri oleh guru.

Karena itu, modul ajar yang digunakan secara rutin tidak otomatis mempunyai kedudukan yang sama dengan modul pembelajaran yang diajukan sebagai inovasi.

Sebagai contoh, seorang guru menyusun modul pembelajaran berbasis permainan bahasa untuk mengatasi kesulitan siswa mengingat kosakata.

Modul tersebut mempunyai petunjuk penggunaan, aktivitas khusus, serta dokumentasi penerapan.

Karya tersebut dapat dipersiapkan untuk diperiksa sebagai inovasi pembelajaran sesuai rubrik LPTK.

Sebaliknya, modul ajar yang hanya disalin dari dokumen pihak lain tanpa kontribusi pengembangan yang jelas tidak seharusnya dinyatakan sebagai karya inovasi buatan sendiri.

Guru juga sebaiknya tidak berasumsi bahwa satu dokumen dapat otomatis memperoleh penilaian pada dua kelompok RPL sekaligus.

Apabila sebuah karya mempunyai fungsi sebagai perangkat pembelajaran sekaligus inovasi, tanyakan kepada LPTK mengenai cara pengelompokan dan penilaiannya.

Baca Juga: Perangkat Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Prota, Promes, RPP, Modul Ajar hingga LKPD

Contoh Portofolio Inovasi Pembelajaran untuk RPL PPG

Agar karya lebih mudah dikenali, guru dapat menyiapkan ringkasan portofolio yang menjelaskan identitas dan penggunaan inovasi.

Berikut contoh format yang dapat diadaptasi.

PORTOFOLIO KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

A. Identitas Karya

Judul Karya: [Judul Inovasi]

Nama Pembuat: [Nama Guru]

Nama Madrasah: [Nama Madrasah]

Mata Pelajaran: [Mata Pelajaran]

Kelas/Sasaran: [Kelas]

Tahun Pembuatan: [Tahun Sebenarnya]

Jenis Karya: [Modul/Video/PTK/Karya Lainnya]

B. Latar Belakang

Jelaskan masalah pembelajaran yang melatarbelakangi pembuatan karya.

Contoh:

Sebagian siswa mengalami kesulitan memahami kosakata bahasa Arab melalui kegiatan membaca dan menghafal.

C. Tujuan Inovasi

Jelaskan tujuan yang ingin dicapai melalui penggunaan karya.

Contoh:

Membantu siswa memahami kosakata melalui kombinasi gambar, audio, dan latihan interaktif.

D. Deskripsi Karya

Jelaskan bentuk, komponen, dan cara kerja inovasi.

Contoh:

Media pembelajaran memuat kartu kosakata bergambar, rekaman pelafalan, serta permainan mencocokkan kata dengan makna.

E. Cara Penggunaan

Tuliskan bagaimana karya digunakan dalam proses pembelajaran.

Contoh:

Guru memperkenalkan kosakata, kemudian siswa mendengarkan rekaman audio dan melakukan latihan secara berpasangan.

F. Waktu dan Tempat Penerapan

Tahun/Semester: [Periode Sebenarnya]

Madrasah: [Nama Madrasah]

Kelas: [Kelas]

G. Hasil atau Manfaat yang Diamati

Tuliskan hasil penggunaan karya berdasarkan bukti yang tersedia.

Contoh:

Siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam latihan kosakata berdasarkan catatan pengamatan guru.

Hindari menuliskan persentase peningkatan hasil belajar apabila tidak memiliki data pengukuran yang mendukungnya.

H.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Inovasi Pembelajaran RPL PPG Kemenag 2026 modul pembelajaran Video Pembelajaran penelitian tindakan kelas karya inovatif guru

Komentar Pengguna