Setelah modul ajar terkumpul, peserta perlu menata dokumen berdasarkan tahun pelajaran, semester, kelas, dan materi yang pernah diajarkan.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
Mulailah dengan mencari dokumen dari perangkat pembelajaran yang tersimpan di komputer, laptop, Google Drive, arsip sekolah, atau dokumen administrasi pribadi.
Pilih modul ajar yang benar-benar pernah disusun dan digunakan dalam kegiatan mengajar.
Jika guru memiliki dokumen RPP dari periode kurikulum sebelumnya, dokumen tersebut juga dapat dipersiapkan sesuai ketentuan RPL.
Susun dokumen secara kronologis agar riwayat pengalaman mengajar mudah diperiksa.
Contoh pengelompokan:
| Tahun Pelajaran | Semester | Materi | Dokumen |
|---|---|---|---|
| 2023/2024 | Ganjil | Akidah | RPP |
| 2023/2024 | Genap | Akhlak | RPP |
| 2024/2025 | Ganjil | Fikih | Modul Ajar |
| 2024/2025 | Genap | Al-Qur'an dan Hadis | Modul Ajar |
| 2025/2026 | Ganjil | Sejarah Peradaban Islam | Modul Ajar |
| 2025/2026 | Genap | Akhlak | Modul Ajar |
Tabel tersebut hanya contoh pengarsipan. Guru perlu mengisi sesuai dokumen dan riwayat pembelajaran yang benar-benar dimiliki.
Sebelum dokumen dikumpulkan, pastikan bagian penting dapat dibaca dan tidak terpotong.
Periksa identitas mata pelajaran, kelas atau fase, tujuan pembelajaran, materi, langkah kegiatan, media, dan asesmen.
Apabila modul merupakan dokumen lama, jangan mengubah tanggal atau identitas agar seolah-olah dibuat pada tahun yang berbeda.
Modul ajar sebaiknya mempunyai hubungan yang jelas dengan materi yang pernah disampaikan kepada peserta didik.
Jika tersedia, guru dapat mengelompokkannya bersama materi ajar, LKPD, media pembelajaran, atau instrumen penilaian dari materi yang sama.
Keterkaitan ini membantu menunjukkan bahwa perangkat tersebut bukan hanya rancangan di atas kertas, tetapi bagian dari pengalaman pembelajaran yang benar-benar dilakukan.
Dokumen dapat disimpan dalam format PDF apabila diminta oleh LPTK.
Contoh susunan folder:
RPL PPG PAI
Penamaan folder tersebut merupakan rekomendasi pengarsipan, bukan format nasional yang wajib digunakan seluruh LPTK.
Peserta tetap perlu mengikuti petunjuk pengunggahan dan penamaan berkas dari perguruan tinggi penempatan.
Baca Juga: Perangkat Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Prota, Promes, RPP, Modul Ajar hingga LKPD
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dokumen yang disampaikan kepada LPTK tetap autentik dan mudah diverifikasi.
Pertama, membuat dokumen lama seolah-olah merupakan dokumen asli. Peserta tidak boleh mengubah tanggal, identitas, atau keterangan penggunaan dokumen untuk menciptakan kesan bahwa perangkat tersebut pernah digunakan pada periode tertentu.
Kedua, tidak menyesuaikan tujuan dengan kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus tercermin dalam aktivitas dan asesmen. Jika tujuan menekankan keterampilan membaca Al-Qur'an, misalnya, asesmen tidak cukup hanya berupa tes pilihan ganda mengenai teori tajwid.
Ketiga, menggunakan CP yang tidak sesuai dengan periode pembelajaran. Dokumen historis harus tetap menunjukkan acuan yang digunakan ketika disusun. Untuk modul baru tahun pelajaran 2026/2027, guru perlu memperhatikan CP terbaru.
Keempat, mengumpulkan modul tanpa identitas yang jelas. Pastikan nama mata pelajaran, kelas atau fase, tahun pelajaran, dan materi dapat dikenali.
Kelima, mengunggah dokumen yang tidak sesuai dengan praktik mengajar. Modul ajar harus menggambarkan pengalaman dan kompetensi profesional peserta sendiri.
Penilaian akhir tetap menjadi kewenangan LPTK berdasarkan instrumen dan rubrik RPL yang berlaku.
Persiapan modul ajar PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026 perlu dilakukan dengan memperhatikan dua hal, yaitu kelengkapan dokumen dan keaslian pengalaman pembelajaran.
Modul ajar yang baik tidak hanya memuat identitas, materi, dan langkah kegiatan, tetapi juga menunjukkan hubungan antara Capaian Pembelajaran, tujuan, proses belajar, dan asesmen.
Khusus untuk PAI, rancangan pembelajaran perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Guru yang sedang mempersiapkan RPL sebaiknya mulai mengumpulkan perangkat dari periode mengajar yang relevan, mengelompokkannya berdasarkan semester, dan memeriksa kesesuaiannya dengan petunjuk LPTK.
Dengan penataan yang baik, modul ajar dapat menjadi bukti pengalaman profesional yang lebih mudah diperiksa sekaligus menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir