KebonCinta.com-- Guru Ekonomi kelas 10 SMA/MA perlu menyiapkan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan capaian pembelajaran yang berlaku. Memasuki semester genap, penyusunan perangkat ajar menjadi bagian penting agar kegiatan belajar berlangsung terarah, interaktif, dan mudah dievaluasi.
Dalam Kurikulum Merdeka, perencanaan pembelajaran dapat dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan. Dokumen tersebut membantu guru menentukan tujuan pembelajaran, materi, metode, aktivitas siswa, hingga bentuk asesmen yang akan digunakan.
Bagi guru yang sedang mencari referensi perangkat pembelajaran, contoh RPP Ekonomi kelas 10 semester 2 Kurikulum Merdeka berikut dapat dijadikan bahan awal. Rancangan ini menggunakan materi lembaga keuangan dan sistem pembayaran yang dapat dikembangkan sesuai dengan alur tujuan pembelajaran (ATP) di sekolah.
Baca Juga: Bolehkah Minum Air Kelapa Setiap Hari? Ini 5 Manfaat dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Satuan pendidikan: SMA/MA
Mata pelajaran: Ekonomi
Kelas/Fase: X/Fase E
Semester: Genap
Materi pokok: Lembaga keuangan dan sistem pembayaran
Alokasi waktu: 2 pertemuan, masing-masing 2 JP
Model pembelajaran: Problem Based Learning
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan presentasi
Catatan: Identitas dan alokasi waktu dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah serta pembagian materi dalam ATP yang digunakan.
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan pengertian lembaga keuangan, membedakan fungsi bank dan lembaga keuangan nonbank, serta mengidentifikasi berbagai instrumen pembayaran yang digunakan dalam kegiatan ekonomi.
Peserta didik juga diharapkan mampu menganalisis manfaat dan risiko penggunaan pembayaran tunai maupun nontunai, termasuk transaksi digital. Selain itu, siswa dapat menunjukkan sikap kritis, bertanggung jawab, dan berhati-hati ketika mengambil keputusan keuangan.
Materi yang dibahas mencakup pengertian lembaga keuangan, fungsi lembaga perbankan, contoh lembaga keuangan nonbank, sistem pembayaran tunai dan nontunai, serta perkembangan transaksi digital.
Guru dapat menghubungkan materi dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti menabung di bank, menggunakan kartu debit, melakukan transfer melalui aplikasi perbankan, atau membayar belanja menggunakan kode QR.
Melalui contoh tersebut, peserta didik dapat memahami bahwa lembaga keuangan dan sistem pembayaran memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: 3 Jenis Teh yang Baik untuk Kesehatan, dari Membantu Tidur hingga Menjaga Jantung
Media pembelajaran yang dapat digunakan antara lain buku teks Ekonomi kelas 10, papan tulis, presentasi digital, lembar kerja peserta didik, serta contoh ilustrasi transaksi keuangan.
Sumber belajar dapat berasal dari buku yang digunakan sekolah dan informasi edukasi resmi dari lembaga terkait, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Guru perlu memastikan informasi yang digunakan tetap relevan dan sesuai dengan materi pembelajaran.
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan peserta didik. Selanjutnya, guru mengajukan pertanyaan pemantik, seperti, “Mengapa masyarakat menggunakan bank untuk menyimpan uang?” dan “Apa keuntungan serta risiko membayar menggunakan dompet digital?”
Siswa diberi kesempatan untuk menjawab berdasarkan pengalaman sehari-hari. Guru kemudian menghubungkan tanggapan siswa dengan materi lembaga keuangan dan sistem pembayaran.
2. Kegiatan Inti
Guru menjelaskan konsep dasar lembaga keuangan, perbedaan bank dan lembaga keuangan nonbank, serta jenis-jenis sistem pembayaran. Penjelasan dilengkapi dengan contoh yang mudah dipahami agar siswa dapat melihat hubungan antara teori ekonomi dan praktik di masyarakat.
Selanjutnya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh studi kasus mengenai seorang pelajar yang ingin menabung, membeli perlengkapan sekolah, dan melakukan pembayaran secara digital.
Siswa diminta mengidentifikasi layanan keuangan yang sesuai, membandingkan pembayaran tunai dan nontunai, serta menjelaskan risiko yang mungkin muncul, seperti penipuan digital, kebocoran data pribadi, dan pengeluaran yang tidak terkontrol.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi. Kelompok lain memberikan tanggapan, sedangkan guru membantu meluruskan pemahaman yang kurang tepat.
Pada akhir kegiatan inti, guru menegaskan pentingnya memahami fungsi lembaga keuangan, memilih instrumen pembayaran sesuai kebutuhan, dan menjaga keamanan ketika melakukan transaksi.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi Perlu Diwaspadai, Coba 5 Resep Jus Sayuran Ini di Rumah
3. Kegiatan Penutup
Guru bersama peserta didik menyusun kesimpulan mengenai peran lembaga keuangan dan sistem pembayaran dalam kegiatan ekonomi.
Siswa diminta menyampaikan hal yang paling mereka pahami serta satu tindakan yang akan dilakukan untuk menggunakan layanan keuangan secara lebih bijak.
Guru memberikan evaluasi singkat dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir