Penilaian dilakukan melalui asesmen awal, penilaian selama proses pembelajaran, dan evaluasi akhir.
Asesmen awal dapat berupa pertanyaan tentang pengalaman siswa menggunakan layanan perbankan atau alat pembayaran. Penilaian formatif dilakukan dengan mengamati partisipasi diskusi, kemampuan menganalisis kasus, kerja sama kelompok, dan penyampaian pendapat.
Untuk mengevaluasi pemahaman siswa, guru dapat memberikan soal berikut.
Hasil asesmen digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus menentukan materi yang perlu diperdalam.
Peserta didik yang telah memahami materi dapat diberi tugas pengayaan berupa perbandingan beberapa metode pembayaran berdasarkan kemudahan, biaya, keamanan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan.
Sementara itu, siswa yang belum memahami materi dapat mengikuti pembelajaran ulang dengan contoh konkret, penjelasan tambahan, serta latihan membedakan fungsi lembaga keuangan dan jenis alat pembayaran.
Setelah pembelajaran selesai, guru dapat mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, efektivitas metode diskusi, keaktifan siswa, dan kesesuaian alokasi waktu.
Refleksi tersebut menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan belajar berikutnya agar materi Ekonomi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
Materi semester genap tidak selalu sama di setiap sekolah karena urutannya dapat mengikuti ATP dan program pembelajaran masing-masing satuan pendidikan. Beberapa topik Ekonomi Fase E yang dapat dipertimbangkan, sesuai cakupan pembelajaran yang ditetapkan sekolah, meliputi lembaga keuangan, sistem pembayaran, uang, serta literasi dan pengelolaan keuangan sederhana.
Guru sebaiknya memeriksa kembali capaian pembelajaran dan ATP yang berlaku sebelum menentukan materi, tujuan pembelajaran, serta alokasi waktu dalam perangkat ajar.
Contoh RPP Ekonomi kelas 10 semester 2 Kurikulum Merdeka ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menyusun kegiatan belajar yang aktif dan kontekstual. Dengan menggabungkan penjelasan konsep, diskusi kelompok, studi kasus, serta asesmen, siswa diharapkan mampu memahami materi Ekonomi sekaligus menggunakannya untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum diterapkan di kelas, rancangan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, fasilitas sekolah, ATP, serta ketentuan kurikulum yang berlaku. Dengan perencanaan yang tepat, pembelajaran Ekonomi dapat membantu siswa membangun pemahaman konsep sekaligus meningkatkan literasi keuangan sejak dini.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir