3. Kegiatan penutup
Guru mengajak siswa merangkum perbedaan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Sebagai refleksi, setiap siswa menuliskan satu konsep yang telah dipahami dan satu pertanyaan yang masih perlu dijelaskan.
1. Kegiatan pendahuluan
Guru mengulas pembelajaran sebelumnya dengan pertanyaan singkat tentang peran ion dalam menghantarkan listrik. Selanjutnya, siswa diajak membahas mengapa kemampuan menghantarkan listrik dapat berbeda antara satu larutan dan larutan lainnya.
2. Kegiatan inti
Guru menjelaskan perbedaan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit sesuai konsep kimia yang dipelajari. Siswa kemudian menganalisis data atau hasil demonstrasi untuk mengelompokkan larutan berdasarkan karakteristik daya hantarnya.
Setiap kelompok menyusun penjelasan mengenai hubungan hasil pengamatan dengan sifat larutan. Mereka juga diminta membedakan bukti yang terlihat secara langsung dengan kesimpulan yang dibuat berdasarkan konsep ilmiah.
Setelah diskusi, kelompok mempresentasikan hasilnya. Kelompok lain memberikan tanggapan, sedangkan guru meluruskan pemahaman yang kurang tepat dan menegaskan konsep utama.
Baca Juga: Guru Biologi Merapat! Berikut Contoh RPP Biologi Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka
3. Kegiatan penutup
Guru dan siswa menyusun kesimpulan tentang perbedaan jenis larutan elektrolit. Siswa kemudian mengerjakan evaluasi singkat untuk mengukur pemahaman masing-masing.
Penilaian dilakukan selama proses belajar maupun setelah kegiatan berakhir. Guru dapat menggabungkan asesmen awal, formatif, dan sumatif sesuai tujuan pembelajaran.
Asesmen awal dilakukan melalui pertanyaan tentang larutan dan kemampuan menghantarkan listrik untuk mengetahui pengetahuan awal siswa.
Asesmen formatif dilakukan dengan mengamati partisipasi dalam diskusi, ketelitian mencatat data, kemampuan menjelaskan hasil pengamatan, serta kerja sama kelompok.
Asesmen sumatif dapat berupa kuis, soal uraian, analisis data percobaan, atau laporan singkat.
Contoh pertanyaan evaluasi:
Guru dapat menggunakan rubrik untuk menilai ketepatan konsep, kualitas alasan, kemampuan membaca data, dan kejelasan penyampaian kesimpulan.
Peserta didik yang belum memahami materi dapat mengikuti pembelajaran ulang melalui gambar partikel, penjelasan sederhana, latihan mengelompokkan larutan, atau diskusi kelompok kecil. Guru perlu mengidentifikasi kesulitan utama siswa agar pendampingan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, siswa yang telah menguasai materi dapat memperoleh tugas pengayaan berupa analisis penerapan elektrolit dalam kehidupan, misalnya pada cairan tubuh, aki, atau proses industri. Hasilnya dapat disampaikan dalam bentuk laporan singkat, infografik, maupun presentasi.
Perencanaan pembelajaran sebaiknya tidak hanya berisi daftar materi dan aktivitas. Guru perlu memastikan bahwa setiap kegiatan mendukung tujuan pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahamannya.
Pilih fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, gunakan pertanyaan pemantik yang mendorong rasa ingin tahu, dan sesuaikan metode dengan kondisi kelas. Asesmen juga perlu dirancang sejak awal agar guru dapat mengetahui apakah siswa telah mencapai tujuan yang ditetapkan.
Contoh RPP ini merupakan rancangan yang dapat dikembangkan, bukan dokumen baku yang harus digunakan sama persis. Guru perlu menyesuaikan materi, alokasi waktu, metode, dan asesmen dengan kurikulum operasional serta perencanaan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Baca Juga: Contoh RPP PKN Kelas 11 Semester Genap Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Tujuan dan Penilaian
Dengan perencanaan yang terarah, pembelajaran Kimia kelas X diharapkan menjadi lebih aktif dan kontekstual. Siswa tidak hanya mengingat istilah kimia, tetapi juga belajar mengamati fenomena, menganalisis bukti, dan menjelaskan hasil pemikirannya secara ilmiah.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir