Diplomasi Literasi Al-Qur’an Menguat, Kemenag Teken Kerja Sama Strategis di CIBF 2026 Mesir

Diplomasi Literasi Al-Qur’an Menguat, Kemenag Teken Kerja Sama Strategis di CIBF 2026 Mesir

03 Februari 2026 | 15:10

Keboncinta.com-- Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperluas peran globalnya dalam penguatan literasi keislaman.

Dalam ajang Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir, Kemenag menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi internasional sebagai bagian dari diplomasi Al-Qur’an Indonesia di tingkat dunia.

Melalui Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat mitra asal Mesir, yakni United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy.com (Arabic–English Editions), Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Bergeser Fokus! Pemerintah Siapkan Peluang Lebih Besar bagi Lulusan Baru

Kepala UPQ Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Ismail Nur, menjelaskan bahwa seluruh MoU tersebut memiliki ruang lingkup kerja sama yang serupa.

Kolaborasi mencakup percetakan, penerbitan, dan distribusi mushaf Al-Qur’an, sekaligus penguatan literasi serta pengembangan pemikiran keislaman yang moderat dan inklusif.

Menurut Ismail, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada produksi dan penyebaran mushaf Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk membangun jejaring internasional dalam pendidikan keagamaan dan literasi Al-Qur’an.

Indonesia ingin memastikan bahwa mushaf Al-Qur’an hasil percetakan dalam negeri yang berkualitas, sahih, dan terverifikasi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Mesir dan kawasan sekitarnya.

Lebih jauh, MoU ini juga membuka ruang dialog lintas peradaban melalui penyelenggaraan pameran buku dan mushaf Al-Qur’an, seminar internasional, serta forum-forum ilmiah lintas negara.

Baca Juga: Rekrutmen Guru Sekolah Unggul Garuda 2026 Dibuka Lolos Seleksi Berpeluang Resmi Jadi PPPK

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran gagasan, keahlian, dan pengalaman antarbangsa dalam pengembangan literasi keislaman global.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kairo, Republik Arab Mesir, pada 29 Januari 2026. Kesepakatan ini berlaku selama tiga tahun sejak 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan tertulis para pihak yang terlibat.

Ismail menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki arti strategis bagi UPQ dan Indonesia.

Selain memperkuat fondasi kemitraan di kawasan Timur Tengah, langkah ini juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat rujukan internasional dalam percetakan Al-Qur’an yang profesional dan berstandar global.

Melalui kerja sama ini, jalur distribusi resmi mushaf Al-Qur’an Indonesia di Mesir diharapkan semakin terbuka dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sekolah Unggul Garuda 2026 Cari Ratusan Guru Profesional Jalur Pengangkatan PPPK Resmi

Ismail optimistis, kolaborasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan program bersama lainnya, termasuk pameran internasional dan pertukaran keahlian dalam bidang percetakan mushaf.

Ke depan, Kementerian Agama berharap MoU tersebut segera diimplementasikan dalam bentuk program nyata yang berkelanjutan.

Selain memperluas distribusi Al-Qur’an, kerja sama ini diharapkan mampu membangun ekosistem kemitraan jangka panjang antara UPQ dan lembaga-lembaga Islam di Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa.

Ismail juga menekankan pentingnya peran UPQ sebagai role model internasional dalam tata kelola percetakan dan distribusi mushaf Al-Qur’an yang akuntabel, profesional, dan transparan.

Baca Juga: TPG Guru 2026 Disiapkan Lebih Rutin, Ini Prediksi Jadwal Cair dan Syarat Lengkapnya

Dengan langkah ini, kontribusi Indonesia dalam literasi keislaman, kebudayaan, serta pengembangan pemikiran Islam moderat di tingkat global diharapkan semakin kuat.***

Tags:
Internasional Khazanah Islam

Komentar Pengguna