Parenting
Rahman Abdullah

Empat Kata Ajaib yang Perlu Diajarkan kepada Anak Sejak Dini, Bekal Penting Membentuk Akhlak Mulia

Empat Kata Ajaib yang Perlu Diajarkan kepada Anak Sejak Dini, Bekal Penting Membentuk Akhlak Mulia

21 Oktober 2026 | 20:17

KebonCinta.com-- Mengajarkan sopan santun kepada anak tidak harus dimulai dari nasihat panjang atau aturan yang rumit. Kebiasaan sederhana dalam berbicara dan memperlakukan orang lain justru bisa menjadi langkah awal untuk membentuk karakter yang baik. Karena itu, orang tua dan guru perlu mengenalkan nilai-nilai kesopanan sejak anak masih berusia dini.

Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah membiasakan anak menggunakan empat kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari, yaitu terima kasih, permisi, tolong, dan maaf. Meski terdengar sederhana, keempat ungkapan ini mengajarkan anak untuk menghargai orang lain, meminta bantuan dengan santun, serta berani mengakui kesalahan.

Gagasan mengenai empat kata ajaib tersebut juga dibahas dalam buku Empat Kata Ajaib karya Cikie Wahab. Kebiasaan ini dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah agar anak tidak hanya memahami sopan santun sebagai teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam keseharian.

Baca Juga: 3 Cara Mengajarkan Kecerdasan Emosional pada Anak, Orang Tua Perlu Mulai dari Rumah 

1. Terima Kasih, Kebiasaan Menghargai Kebaikan Orang Lain

Anak perlu memahami bahwa setiap bantuan dan perhatian yang diterimanya patut dihargai. Mengucapkan terima kasih menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan rasa syukur sekaligus menghormati orang yang telah berbuat baik.

Guru dapat memulainya dengan memberikan contoh langsung di kelas. Ketika seorang teman meminjamkan alat tulis atau membantu merapikan buku, anak dibiasakan mengucapkan terima kasih. Begitu pula ketika menerima hadiah atau mendapatkan bantuan dari orang lain.

Di rumah, orang tua bisa mengajak anak berterima kasih kepada ibu yang menyiapkan makanan, ayah yang mengantarnya ke sekolah, atau siapa pun yang telah membantunya. Dengan pembiasaan tersebut, anak belajar bahwa kebaikan orang lain tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja.

2. Permisi, Cara Sederhana Menunjukkan Rasa Hormat

Kata permisi mengajarkan anak untuk menghormati ruang, waktu, dan keberadaan orang lain. Ungkapan ini penting dikenalkan agar anak terbiasa bersikap sopan sebelum melewati seseorang, memasuki ruangan, atau meminta izin melakukan sesuatu.

Misalnya, ketika melewati orang yang lebih tua, anak dapat mengatakan, “Permisi, Pak,” atau “Permisi, Bu.” Saat bertamu ke rumah orang lain, anak juga dapat mengucapkan permisi sebelum masuk.

Kebiasaan serupa bisa diterapkan ketika anak hendak menggunakan barang milik orang lain atau ingin mengajukan pertanyaan kepada guru. Dengan demikian, anak belajar bahwa keinginannya perlu disampaikan secara santun dan tidak boleh mengabaikan kenyamanan orang lain.

3. Tolong, Mengajarkan Anak Meminta Bantuan dengan Sopan

Setiap orang sesekali membutuhkan bantuan. Karena itu, anak perlu memahami bahwa meminta pertolongan bukanlah sesuatu yang memalukan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik.

Guru dapat membiasakan murid menggunakan kata tolong ketika membutuhkan bantuan teman atau meminta penjelasan mengenai pelajaran yang belum dipahami. Contohnya, “Tolong bantu saya memahami soal ini karena saya masih kesulitan mengerjakannya.”

Di rumah, anak juga dapat menggunakan kata tersebut ketika meminta bantuan orang tua untuk mengambilkan barang atau merapikan sesuatu. Melalui kebiasaan ini, anak belajar menyampaikan kebutuhan tanpa terkesan memerintah.

Lebih dari sekadar pilihan kata, kebiasaan mengatakan tolong juga membantu anak memahami bahwa orang lain memiliki waktu, tenaga, dan kepentingan yang perlu dihormati.

Baca Juga: Pentingnya Literasi Digital untuk Anak, Ini 4 Dampak Buruk yang Bisa Dicegah Sejak Dini 

4. Maaf, Melatih Anak Berani Mengakui Kesalahan

Tidak ada manusia yang selalu benar. Anak pun perlu memahami bahwa melakukan kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki keadaan.

Kata maaf dapat diperkenalkan ketika anak tidak sengaja menyakiti teman, merusak barang milik orang lain, atau berbicara dengan nada yang kurang baik.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Kata ajaib Pendidikan Karakter Sopan santun anak

Komentar Pengguna