KebonCinta.com – Mau mengikuti lomba lari 5K, tetapi bingung menentukan intensitas latihan yang tepat? Artis sekaligus pegiat olahraga Fanny Ghassani membagikan tips persiapan lari 5K yang sederhana dan mudah diterapkan. Menurutnya, pelari tidak perlu berlatih secara berlebihan, terutama jika tubuh sudah terbiasa melakukan aktivitas olahraga.
Alih-alih memaksakan diri mengejar kecepatan, Fanny menekankan pentingnya konsistensi latihan, istirahat yang cukup, latihan kekuatan, serta menjaga asupan makanan sebelum perlombaan.
Bagi Fanny, lari 5 kilometer bukan semata-mata tentang mencatat waktu tercepat. Kesiapan fisik dan kemampuan menikmati proses berlari juga menjadi bagian penting dari pengalaman mengikuti lomba.
Jarak 5K, seperti dalam ajang Crystalin RunXperience 2026, sudah cukup sering ditempuh Fanny saat berlatih. Karena itu, ia memilih mengikuti perlombaan dengan santai tanpa menjadikannya sebagai ajang untuk mengejar catatan waktu pribadi.
"Jujur, aku nggak ada persiapan yang kayak gimana-gimana karena ini fun run aja. 5 kilo memang yang biasa aku lari," ujar Fanny.
Saat berlari, Fanny juga menjaga kecepatan atau pace tetap santai. Ia menyebut detak jantungnya sepanjang lomba tidak lebih dari 130 karena menyesuaikan kecepatan dengan suami dan asistennya yang turut berlari.
Meski tidak melakukan persiapan khusus menjelang perlombaan tersebut, Fanny tetap menilai ada sejumlah kebiasaan penting yang perlu diperhatikan agar aktivitas lari dapat dilakukan secara konsisten dan nyaman.
Konsistensi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kebiasaan berlari. Menurut Fanny, tubuh perlu dibiasakan dengan aktivitas lari agar kebugaran dan kemampuan fisik tetap terjaga.
Ia menyarankan untuk menjaga frekuensi latihan sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Bagi pelari pemula, jadwal tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun rutinitas, dengan tetap menyesuaikan intensitas latihan terhadap kemampuan tubuh.
"Pertama, larinya harus tetap paling nggak seminggu dua-tiga kali harus dijaga," kata Fanny.
Latihan secara rutin tidak harus selalu dilakukan dengan kecepatan tinggi. Pelari dapat memulai dengan kombinasi berjalan dan berlari ringan, kemudian meningkatkan durasi secara bertahap sesuai kondisi fisik.
Dengan pendekatan tersebut, persiapan lari 5K bisa dilakukan secara lebih terukur tanpa harus memaksakan tubuh menyelesaikan latihan yang terlalu berat.
Selain latihan lari, Fanny menilai latihan kekuatan atau strength training juga penting untuk menunjang kebugaran.
Salah satu latihan yang ia lakukan adalah angkat beban. Latihan ini membantu membangun kekuatan otot yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas fisik, termasuk berlari.
"Angkat beban itu harus supaya minim cedera juga," ujar Fanny.
Bagi pelari, latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh dan kemampuan otot dalam menopang gerakan berulang selama berlari. Meski demikian, risiko cedera tidak dapat dihilangkan sepenuhnya hanya dengan angkat beban.
Pelari pemula dapat memulai latihan kekuatan dengan gerakan sederhana, seperti squat, glute bridge, dan latihan otot inti. Beban serta intensitasnya perlu ditingkatkan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi.
Mengombinasikan latihan lari dan latihan kekuatan juga membantu membangun rutinitas olahraga yang lebih seimbang.
Persiapan lomba lari 5K bukan hanya soal berapa jauh atau seberapa cepat seseorang berlatih. Istirahat juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Fanny menyoroti pentingnya tidur yang cukup, terutama menjelang hari perlombaan. Lomba lari umumnya dimulai pada pagi hari sehingga peserta harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri dan menuju lokasi acara.
Ia bahkan menyinggung persiapan peserta perempuan yang terkadang membutuhkan waktu tambahan sebelum berangkat.
"Kadang kalau race itu kan bangunnya subuh, ya. Apalagi cewek-cewek kan harus bermakeup, ya?
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir