Karena itu, mengatur waktu tidur sejak malam sebelumnya menjadi langkah sederhana yang dapat membantu peserta menghadapi hari perlombaan dengan lebih siap.
Bagi orang dewasa, durasi tidur yang umumnya direkomendasikan adalah sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Selain menjaga jadwal tidur, pelari sebaiknya menghindari latihan berat menjelang perlombaan jika tubuh belum pulih sepenuhnya.
Satu hal lain yang disoroti Fanny adalah asupan makanan. Menurutnya, pelari tidak seharusnya sengaja mengurangi makan menjelang perlombaan karena tubuh membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas fisik.
Ia justru menekankan pentingnya memperhatikan asupan makanan beberapa hari sebelum race.
"Jadi tidur yang cukup, sama jangan lupa makan yang banyak. Buat aku penting makan yang banyak dua-tiga hari sebelum lari," ujarnya.
Meski demikian, kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda. Pelari sebaiknya memastikan asupan makanan mencukupi kebutuhan tubuh, bukan sekadar makan dalam jumlah berlebihan.
Karbohidrat, misalnya, merupakan salah satu sumber energi penting untuk berlari. Sementara itu, protein membantu pemulihan otot dan lemak berperan sebagai sumber energi dalam pola makan seimbang.
Menjelang lomba, pilih makanan yang sudah biasa dikonsumsi dan mudah dicerna. Hindari mencoba makanan baru dalam jumlah besar tepat sebelum berlari untuk mengurangi kemungkinan munculnya gangguan pencernaan.
Bagi pelari pemula, menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan cairan dapat menjadi bagian dari persiapan sederhana yang membantu tubuh menjalani perlombaan dengan lebih nyaman.
Pengalaman Fanny Ghassani menunjukkan bahwa mengikuti lomba lari 5K tidak selalu harus berorientasi pada catatan waktu. Bagi mereka yang ingin memulai kebiasaan berolahraga, menikmati proses dan mengenali kemampuan tubuh juga merupakan tujuan yang layak dicapai.
Dengan menjaga konsistensi latihan dua hingga tiga kali seminggu, menambahkan latihan kekuatan, mendapatkan istirahat yang cukup, serta memenuhi kebutuhan nutrisi, persiapan lari dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pelari pemula juga perlu memahami bahwa kemampuan setiap orang berbeda. Karena itu, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap, disertai pemanasan dan pendinginan, serta disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Sementara itu, Director & COO OT GROUP, Donny, mengatakan pihaknya berencana membentuk Crystalin Run, komunitas lari yang ditujukan bagi pemula hingga pelari berpengalaman di Indonesia. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperluas kegiatan lari bersama.
"Antusiasme peserta tahun ini menjadi energi bagi kami untuk terus mendukung perkembangan dunia lari," pungkasnya.
Pada akhirnya, persiapan lari 5K bukan hanya tentang seberapa keras seseorang berlatih, melainkan juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, pemulihan, dan asupan nutrisi. Dengan persiapan yang tepat, pelari dapat menikmati perlombaan sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif secara berkelanjutan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir