Pendidikan
Al Fina

Guru SD Tak Perlu Tinggalkan Kelas untuk Belajar Bahasa Inggris, Kemendikdasmen Siapkan Pelatihan Khusus

Guru SD Tak Perlu Tinggalkan Kelas untuk Belajar Bahasa Inggris, Kemendikdasmen Siapkan Pelatihan Khusus

05 November 2026 | 23:29

KebonCinta.com - Persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar menghadirkan tantangan tersendiri bagi para guru. Di tengah kewajiban mengajar dan mendampingi siswa, mereka juga harus meningkatkan kemampuan agar siap menjalankan kebijakan baru pemerintah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam merancang program Pengembangan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI).

Berbeda dengan pelatihan yang mengharuskan guru meninggalkan sekolah untuk mengikuti kegiatan di tempat tertentu, program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih dekat dengan lokasi kerja peserta.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Kuota PPG 2026 Lebih dari 40 Ribu Guru, Cek Kriteria dan Syaratnya! 

Pemerintah akan menghadirkan pengajar dari perguruan tinggi ke sekolah atau wilayah sasaran. Dengan demikian, guru tetap dapat menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sebelum mengikuti pelatihan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani menjelaskan bahwa skema tersebut dipilih agar peningkatan kompetensi tidak mengganggu proses pembelajaran siswa.

Pengajar yang Mendatangi Guru, Bukan Sebaliknya

Salah satu persoalan dalam pelaksanaan pelatihan guru adalah menjaga agar kegiatan belajar di sekolah tetap berlangsung.

Jika guru harus meninggalkan sekolah dalam waktu tertentu, kegiatan pembelajaran berpotensi mengalami penyesuaian. Karena itu, Kemendikdasmen menyiapkan pola pelatihan yang memungkinkan guru tetap menjalankan tugas mengajarnya.

Nunuk menjelaskan bahwa tenaga pengajar dari perguruan tinggi akan mendatangi sekolah atau wilayah yang menjadi lokasi pelatihan.

"Bukan mengirim guru ke sekolah, tapi para pengajar itu datang ke lokasi karena supaya guru-guru tetap bisa mengajar jam pertama, kedua, ketiga setelah itu boleh mulai pelatihan. Jadi esensinya meskipun pelatihan guru, mereka tidak meninggalkan siswanya," terang Nunuk dalam acara Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah PKGSD MBI di Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Pendekatan tersebut diharapkan membuat guru dapat mengikuti peningkatan kompetensi tanpa harus mengabaikan tanggung jawab utama mereka di ruang kelas.

Kursus Intensif 10 Hari dengan 80 Jam Pelajaran

Program PKGSD MBI dirancang sebagai kursus singkat selama 10 hari dengan total 80 jam pelajaran.

Kegiatan tersebut menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pelatihan mandiri. Melalui kombinasi ini, guru mendapatkan kesempatan memperdalam materi sekaligus mempraktikkan metode pengajaran Bahasa Inggris.

Materi pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa. Guru juga akan dibimbing menyusun perangkat pembelajaran, melakukan praktik mengajar, serta mengembangkan strategi yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Hal ini penting karena pengajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan pembelajaran bagi peserta didik di jenjang pendidikan lebih tinggi.

Guru perlu memahami bagaimana menyampaikan materi secara sederhana, komunikatif, dan menyenangkan agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Sebanyak 101 Kampus Dilibatkan dalam Pelatihan

Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menggandeng 101 perguruan tinggi dari total 107 kampus yang memiliki program studi pendidikan Bahasa Inggris.

Perguruan tinggi negeri maupun swasta akan mengambil bagian dalam penyelenggaraan pelatihan di berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, program ini menyasar 58.482 guru dari 58.482 sekolah yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan.

Pemerintah juga telah menyiapkan 3.002 kelas pelatihan untuk mendukung pelaksanaan program.

Selain menyediakan tenaga pengajar, perguruan tinggi bertanggung jawab menyiapkan fasilitator, mengelola bantuan pemerintah, menyusun laporan kegiatan, serta mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.

Koordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota juga dilakukan agar pelaksanaan pelatihan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Guru Dipersiapkan Sebelum Bahasa Inggris Wajib Diterapkan

Pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028.

Kebijakan tersebut membutuhkan kesiapan tenaga pendidik agar pembelajaran dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Kemendikdasmen tidak hanya menargetkan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris guru, tetapi juga penguatan keterampilan pedagogis dalam mengajar anak usia sekolah dasar.

Dengan pola pelatihan yang mendatangi wilayah sasaran, pemerintah berharap semakin banyak guru dapat mengikuti program tanpa harus meninggalkan kegiatan pembelajaran dalam waktu yang panjang.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam program PKGSD MBI juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan pendidikan dasar.

Kampus dapat berkontribusi melalui tenaga pengajar, fasilitator, serta pendampingan yang membantu guru mengembangkan kemampuan mengajar.

Di sisi lain, sekolah menjadi ruang penerapan langsung dari pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti setelah kursus 10 hari selesai. Pendampingan dan penguatan kompetensi secara berkelanjutan tetap diperlukan agar guru semakin siap menghadapi perubahan pembelajaran.

Pada akhirnya, persiapan penerapan Bahasa Inggris di sekolah dasar bukan hanya tentang menghadirkan mata pelajaran baru. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan guru mendapatkan dukungan yang memadai tanpa mengorbankan hak siswa untuk memperoleh pembelajaran yang berjalan secara konsisten.***

Tags:
kemendikdasmen Guru SD bahasa inggris

Komentar Pengguna