KEBONCINTA.COM – Upaya meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus dilakukan pemerintah. Sejumlah program pelatihan dalam skema Kredensial Mikro Sumber Daya Manusia Pendidikan Kejuruan mulai memasuki periode pelaksanaan pada Senin, 14 September 2026.
Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kredensial Mikro dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi Guru, Kepala SMK dan Tenaga Kependidikan SMK melalui pelatihan serta sertifikasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri.
Menariknya, bidang yang disiapkan tidak hanya berhubungan dengan pembelajaran konvensional.
Program yang tercantum dalam portal resmi Kredensial Mikro Kemendikdasmen mencakup keterampilan yang berkembang di dunia industri saat ini, mulai dari bisnis digital, teknologi informasi, rekayasa perangkat lunak hingga teknologi robotika.
Salah satu program yang mulai berlangsung 14 September 2026 adalah Pemrograman Robot Humanoid.
Pelatihan tersebut dilaksanakan menggunakan kombinasi pembelajaran daring dan luring dan berlangsung hingga 16 Oktober 2026.
Peserta mempelajari perancangan skema pertunjukan dan pengoperasian robot humanoid yang dapat digunakan menjalankan berbagai misi.
Robot tersebut antara lain dapat diprogram untuk pertunjukan tari daerah, permainan sepak bola robot hingga pertunjukan silat.
Pelatihan memiliki durasi 32 jam pelajaran dengan kuota 20 peserta. Kegiatan luring diselenggarakan di ROBOPARK Indonesia, Pluit, Jakarta Utara.
Selain robot humanoid, program lain yang tercantum mulai 14 September adalah Pembuatan dan Manajemen Konten Penjualan dengan TikTok. Pelatihan tersebut diarahkan pada bidang Bisnis dan Manajemen serta Bisnis Digital dan dilaksanakan secara daring.
Ada pula pelatihan lain dalam program Kredensial Mikro seperti digitalisasi akuntansi menggunakan Accurate Online, desain identitas merek, keamanan siber, pengembangan gim, pengoperasian mesin industri, hingga pelatihan dan sertifikasi kompetensi di sektor konstruksi.
Pilihan kompetensi tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Guru SMK tidak hanya dituntut memahami teori sesuai mata pelajaran yang diampu. Mereka juga perlu mengetahui teknologi, perangkat dan proses kerja yang benar-benar digunakan industri.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa salah satu tujuan Kredensial Mikro adalah memperkuat kompetensi teknis sumber daya manusia pendidikan kejuruan dan menjawab kebutuhan dunia kerja serta ekonomi digital.
Peserta juga diarahkan memperoleh kemampuan teknis, pedagogis dan manajerial yang relevan dengan bidang keahlian maupun mata pelajaran masing-masing.
Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi jembatan antara kompetensi pendidik dan kebutuhan industri.
Ketika guru memiliki pengalaman serta keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri, materi yang diberikan kepada siswa SMK diharapkan semakin relevan dengan kondisi dunia kerja sebenarnya.
Hal tersebut penting mengingat lulusan SMK dipersiapkan tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Melalui pelatihan berbasis industri, guru dapat membawa pengetahuan terbaru ke ruang kelas serta memperkenalkan teknologi yang sedang digunakan perusahaan kepada peserta didik.
Peserta Kredensial Mikro juga memperoleh pengakuan kompetensi melalui sertifikat atau kredensial berbasis industri.
Selain menjadi bukti peningkatan kompetensi, kredensial tersebut dapat mendukung profesionalisme dan pengembangan karier sumber daya manusia pendidikan kejuruan.
Program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi tidak hanya dilakukan dengan menyediakan peralatan baru di sekolah. Kompetensi guru dan tenaga kependidikan juga harus terus diperbarui agar dapat mengikuti perubahan teknologi, industri dan ekonomi digital.
Dengan semakin berkembangnya teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, keamanan siber dan bisnis digital, kemampuan guru mengikuti perkembangan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan lulusan SMK menghadapi dunia kerja masa depan.