Pendidikan
Hilmi An Naufal

Hari Guru Sedunia 2026 Diperingati Hari Ini, Soroti Perlindungan dan Masa Depan Profesi Guru

Hari Guru Sedunia 2026 Diperingati Hari Ini, Soroti Perlindungan dan Masa Depan Profesi Guru

05 Oktober 2026 | 14:16

KebonCinta.com — Tanggal 5 Oktober kembali diperingati sebagai Hari Guru Sedunia atau World Teachers' Day.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada guru sekaligus membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi profesi pendidik di berbagai negara.

Hari Guru Sedunia telah diperingati sejak 1994.

Tanggal 5 Oktober dipilih karena berkaitan dengan diadopsinya Rekomendasi ILO dan UNESCO Tahun 1966 mengenai status guru.

Tahun 2026 memiliki arti khusus karena menandai 60 tahun sejak rekomendasi tersebut diterbitkan.

Rekomendasi itu menjadi salah satu rujukan penting mengenai hak, tanggung jawab, kondisi kerja serta status profesional guru.

Tema Hari Guru Sedunia tahun ini adalah “Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures”.

Secara umum, tema tersebut membawa pesan mengenai pentingnya berdiri bersama guru, melindungi profesi mereka, meningkatkan status guru serta memikirkan peran pendidik dalam membentuk masa depan.

Perkembangan zaman membuat pekerjaan seorang guru menghadapi tantangan yang terus berubah.

Teknologi digital dan kecerdasan buatan misalnya mulai mengubah cara siswa mencari informasi serta menyelesaikan tugas.

Guru tidak lagi hanya menjadi sumber informasi di ruang kelas.

Pendidik juga mempunyai peran untuk membantu siswa memilah informasi, berpikir kritis serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Perubahan iklim, pendidikan inklusif, migrasi dan berbagai perubahan sosial juga menjadi bagian dari tantangan pendidikan global.

Pada saat yang sama, perhatian terhadap kesejahteraan dan kondisi kerja guru tetap menjadi hal penting.

UNESCO menyoroti status guru dari beberapa sisi, mulai dari penghargaan masyarakat terhadap profesi, posisi guru sebagai tenaga profesional hingga kondisi material dan lingkungan kerja.

Guru membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan serta terlibat dalam proses peningkatan kualitas pendidikan.

Pelatihan juga semakin diperlukan karena metode pembelajaran terus berkembang.

Kemampuan digital misalnya kini menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan.

Namun teknologi tidak menggantikan peran manusia dalam pendidikan.

Hubungan antara guru dan murid tetap mempunyai unsur empati, keteladanan dan pendampingan yang tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh mesin.

Hari Guru Sedunia karena itu bukan hanya momentum memberikan ucapan terima kasih.

Peringatan tersebut juga mengajak pemerintah dan masyarakat melihat kembali bagaimana guru dapat bekerja dalam kondisi yang mendukung mereka memberikan pendidikan terbaik.

Pada tingkat global, rangkaian World Teachers' Day 2026 juga diisi diskusi mengenai perlindungan serta peningkatan status profesi mengajar.

Agenda lainnya adalah penganugerahan UNESCO-Hamdan Prize for Teacher Development.

Di Indonesia sendiri, Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober berbeda dengan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November.

Keduanya sama-sama dapat menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus mengingat bahwa kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Di tengah perkembangan AI dan perubahan dunia kerja, guru akan terus menghadapi tantangan baru.

Namun perannya dalam mendampingi anak tumbuh, belajar dan membangun karakter tetap menjadi bagian penting dalam masa depan pendidikan.

Tags:
Hari Guru Sedunia World Teachers Day Guru pendidikan UNESCO kemendikdasmen sekolah

Komentar Pengguna