Keboncinta.com-- Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) adalah salah satu satwa paling ikonik yang pernah menghuni pulau Jawa. Dengan tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan harimau Sumatera, namun lincah dan agresif, spesies ini dahulu menjadi penguasa hutan-hutan Jawa.
Sayangnya, selama beberapa dekade terakhir, status kepunahannya terus menjadi bahan diskusi dan perdebatan.
Secara resmi, Harimau Jawa dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 2003 berdasarkan berbagai data lapangan.
Namun kepunahannya dianggap terjadi sejak akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Faktor utama yang memicu hilangnya spesies ini meliputi:
Perusakan habitat akibat ekspansi pertanian dan pembangunan
Perburuan liar, baik untuk perdagangan kulit maupun karena dianggap hama oleh penduduk
Menurunnya populasi mangsa alami seperti rusa dan babi hutan
Hilangnya ekosistem hutan primer di Jawa membuat harimau ini kehilangan ruang hidupnya secara drastis.
Meski telah dinyatakan punah, kabar penampakan harimau Jawa masih sesekali muncul dari masyarakat sekitar hutan. Beberapa warga mengaku melihat sosok besar bergaris, jejak kaki, atau mendengar auman yang tidak biasa.
Baca Juga: Mengapa Harimau Jawa Punah? Mengungkap Jejak Terakhir Sang Raja Rimba Nusantara
Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat berupa foto atau video yang jelas, jejak DNA, atau temuan kamera jebak (camera trap).
Penelitian intensif yang dilakukan di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur—kawasan terakhir yang dipercaya menjadi habitatnya—tidak menemukan bukti keberadaan spesies tersebut sejak 2000-an.
Beberapa ahli tidak sepenuhnya menutup peluang keberadaan individu tersisa, mengingat padatnya hutan dan minimnya akses manusia di beberapa area pegunungan. Namun tanpa bukti konkret, harapan itu tetap dianggap spekulatif.
Secara konservasi, suatu spesies dianggap punah bila tidak ada bukti keberadaannya dalam kurun 50 tahun terakhir—dan Harimau Jawa memenuhi kriteria tersebut.
Baca Juga: Harimau Sumatera Terancam Punah: Mengapa Populasinya Terus Turun? Berikut ini Penjelasannya!
Kemudian secara sains dan data, Harimau Jawa dinyatakan punah. Meski rumor kemunculan masih ada, belum ditemukan bukti yang dapat mengubah status tersebut.
Kepunahannya menjadi pelajaran besar tentang pentingnya menjaga habitat alami dan mencegah perburuan liar agar tragedi serupa tidak terjadi pada satwa yang lain.***