Keboncinta.com – Berhadapan dengan orang zalim bukanlah perkara mudah. Perlakuan tidak adil di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat dapat menimbulkan kemarahan, kecemasan, dan tekanan batin. Dalam keadaan tersebut, Islam mengajarkan umatnya untuk bersabar, berdoa, serta memperbanyak dzikir agar hati tetap tenang.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Artinya, ketenangan tidak selalu harus menunggu persoalan selesai. Seorang Muslim dapat menguatkan batinnya melalui dzikir sembari berusaha mencari jalan keluar.
Salah satu dzikir yang dapat diamalkan ketika menghadapi kezaliman adalah kalimat Hasbunallah wa ni'mal wakil. Bacaan ini terdapat dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 173.
Arab:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Latin:
Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl.
Artinya:
"Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."
Dalam hadis riwayat Bukhari, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa kalimat tersebut pernah diucapkan Nabi Ibrahim AS ketika dilemparkan ke dalam api. Rasulullah SAW juga mengucapkannya ketika menghadapi ancaman musuh.
Dzikir ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus menggantungkan harapan kepada Allah, terutama ketika merasa lemah menghadapi perlakuan tidak adil.
Baca Juga: Sakit Tak Kunjung Sembuh? Ini Doa Memohon Keteguhan Iman dan Kesabaran
Doa Nabi Yunus AS juga dapat diamalkan ketika seseorang mengalami tekanan dan kesulitan hidup. Bacaan ini terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 87.
Arab:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin:
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa ini merupakan pengakuan atas kebesaran Allah sekaligus bentuk kerendahan hati seorang hamba. Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan doa Nabi Yunus dalam hadis riwayat Tirmidzi. Doa tersebut dapat menjadi amalan ketika seseorang menghadapi kesulitan dan membutuhkan pertolongan Allah.
Ketika menghadapi ancaman dari penguasa Fir'aun, Nabi Musa AS memohon perlindungan kepada Allah. Doa tersebut tercantum dalam Surah Al-Qasas ayat 21.
Arab:
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Latin:
Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya:
"Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim."
Doa ini mengajarkan bahwa ketika menghadapi ancaman atau perlakuan sewenang-wenang, seorang Muslim dapat meminta keselamatan dan perlindungan langsung kepada Allah.
Baca Juga: Suami Selingkuh? Ini Doa Memohon Kesetiaan dan Keharmonisan Rumah Tangga
Membiasakan dzikir memiliki sejumlah hikmah. Pertama, membantu menenangkan hati ketika menghadapi tekanan. Kedua, melatih kesabaran dan pengendalian emosi agar tidak membalas keburukan dengan tindakan yang melampaui batas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir