Informasi merupakan bagian penting dalam menjalankan pekerjaan. Ketika seorang karyawan tidak lagi dilibatkan dalam komunikasi internal, ia bisa mengalami kesulitan menyelesaikan tugas maupun merencanakan pengembangan karier.
Mengutip World Economic Forum, salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika atasan tidak lagi membagikan informasi penting yang berkaitan dengan pekerjaan.
Misalnya, kamu tidak mendapatkan pembaruan mengenai target perusahaan, perubahan strategi tim, atau peluang pengembangan karier yang sebelumnya biasa disampaikan.
Jika hal ini terjadi, cobalah meminta informasi secara langsung. Ajukan pertanyaan yang spesifik mengenai target kerja, prioritas tim, dan keterampilan yang perlu dikembangkan.
Memberikan kritik merupakan bagian dari kepemimpinan. Namun, cara menyampaikannya tetap harus memperhatikan etika dan profesionalitas.
Atasan yang berulang kali merendahkan karyawan dalam rapat, melontarkan sindiran, atau mempermalukan bawahannya di hadapan rekan kerja menunjukkan pola komunikasi yang tidak sehat.
Kritik seharusnya berfokus pada hasil pekerjaan dan disampaikan dengan tujuan memperbaiki kinerja, bukan menjatuhkan harga diri seseorang.
Apabila perilaku tersebut terus berulang, simpan catatan mengenai waktu kejadian, konteks pembicaraan, serta pihak yang menyaksikannya. Kamu juga dapat membicarakan masalah tersebut secara pribadi atau meminta bantuan bagian sumber daya manusia (HR).
Mengalami beberapa tanda di atas bukan berarti kamu harus langsung mengundurkan diri. Ada sejumlah langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum mengambil keputusan besar.
Pertama, evaluasi kembali kinerja berdasarkan target dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan. Pastikan apakah terdapat kekurangan yang memang perlu diperbaiki.
Kedua, ajak atasan berdiskusi secara terbuka dan tenang. Tanyakan apakah ada hal yang perlu ditingkatkan dari pekerjaanmu serta bagaimana ekspektasi perusahaan terhadap posisi yang sedang dijalankan.
Ketiga, dokumentasikan hasil pekerjaan dan komunikasi penting. Catatan tersebut dapat membantu apabila suatu saat diperlukan untuk menjelaskan situasi kepada HR atau pihak terkait.
Jika masalah tidak kunjung membaik, mintalah masukan dari mentor atau bagian HR. Kamu juga perlu mempertimbangkan kondisi keuangan dan rencana karier sebelum memutuskan untuk mencari pekerjaan baru.
Pada akhirnya, mengenali tanda bos ingin kita resign bukan bertujuan membuat karyawan mudah berprasangka buruk terhadap atasannya. Hal terpenting adalah memahami situasi secara objektif, menjaga profesionalitas, dan menentukan langkah terbaik bagi masa depan karier.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir