Hujan Es Batu Turun dari Langit? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Jarang Diketahui

Hujan Es Batu Turun dari Langit? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Jarang Diketahui

27 Februari 2026 | 12:07

Keboncinta.com-- Bayangkan siang hari terasa panas seperti biasa. Langit memang mendung, tetapi tak ada tanda-tanda sesuatu yang aneh. Tiba-tiba, bukan hanya air hujan yang turun, melainkan butiran es sebesar kelereng bahkan lebih besar menghantam atap rumah dan halaman. Banyak orang langsung panik. Ada yang mengaitkannya dengan pertanda alam, ada pula yang mengira fenomena ini tidak wajar di negara tropis seperti Indonesia. Padahal, hujan es batu adalah peristiwa alam yang sepenuhnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Fenomena ini dikenal dalam meteorologi sebagai hail. Ia berbeda dengan salju. Salju terbentuk dari kristal es yang jatuh perlahan di wilayah bersuhu sangat dingin, sementara hujan es batu terbentuk di dalam awan badai yang disebut cumulonimbus. Awan ini menjulang tinggi, bisa mencapai belasan kilometer ke atmosfer. Di dalamnya terjadi proses yang sangat dinamis dan “keras”.

Semua bermula dari udara panas di permukaan bumi yang naik dengan cepat. Ketika udara hangat dan lembap ini terdorong ke atas, ia mendingin dan membentuk awan tebal. Namun di ketinggian tertentu, suhu udara bisa berada jauh di bawah nol derajat Celsius, bahkan di atas wilayah tropis sekalipun. Di titik inilah butiran air berubah menjadi kristal es kecil.

Yang membuatnya menjadi es sebesar kelereng bukan hanya suhu dingin, melainkan arus udara naik yang sangat kuat di dalam awan tersebut. Arus ini mendorong butiran es kecil naik turun berulang kali di dalam awan. Setiap kali melewati lapisan uap air, lapisan es baru menempel di permukaannya. Proses ini berulang hingga butiran es menjadi cukup berat dan akhirnya jatuh ke bumi karena tak lagi mampu ditahan arus udara.

Itulah sebabnya, ukuran hujan es bisa berbeda-beda. Ada yang kecil seperti biji jagung, ada pula yang sebesar bola pingpong. Semakin kuat arus udara di dalam awan, semakin lama es “diputar” di atas, dan semakin besar ukurannya saat jatuh.

Lalu, mengapa hujan es bisa terjadi di Indonesia yang notabene beriklim tropis? Banyak orang mengira es hanya mungkin terbentuk di negara bersalju. Faktanya, yang menentukan bukan suhu di permukaan tanah, melainkan suhu di lapisan atas atmosfer.

Tags:
Kehidupan Nyata Gen Z life Fenomena Alam Fakta ilmiah Hujan es batu

Komentar Pengguna