Keboncinta.com — Teknologi blockchain mulai merambah industri keuangan syariah. Salah satu proyek yang berupaya mengembangkan ekosistem tersebut adalah HAQQ Network, jaringan blockchain yang mengusung prinsip etika dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam. Indonesia menjadi salah satu pasar utama yang ingin dijangkau karena memiliki populasi Muslim besar dan potensi ekonomi digital yang terus berkembang.
Kehadiran blockchain syariah ini ditujukan untuk memberikan akses kepada masyarakat Muslim agar dapat memanfaatkan teknologi Web3 dan aset digital tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keuangan Islam. Melalui sejumlah produk dan inisiatif, HAQQ berupaya membangun ekosistem digital yang mencakup perdagangan aset kripto, pengelolaan zakat, hingga pembiayaan berbasis syariah.
HAQQ Network meluncurkan mainnet sekitar sembilan bulan sebelum pemberitaan ini diterbitkan pada September 2024. Peluncuran tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan jaringan blockchain yang lebih inklusif dan berorientasi pada prinsip keuangan Islam.
Salah satu keunggulan yang dikembangkan HAQQ adalah pendekatan mobile-first. Strategi ini menempatkan perangkat seluler sebagai sarana utama untuk menjangkau pengguna. Melalui Haqq Wallet, masyarakat dapat mengakses layanan Web3 menggunakan perangkat Android maupun iOS.
Dompet digital tersebut dilaporkan telah mencatat sekitar 1,4 juta instalasi. Sementara itu, jaringan HAQQ diklaim telah memiliki lebih dari 5 juta akun dan sekitar 266 ribu pengguna aktif harian. Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap layanan blockchain yang menawarkan pendekatan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Indonesia kemudian menjadi salah satu sasaran utama pengembangan jaringan tersebut. HAQQ melihat peluang dari pertumbuhan ekonomi digital nasional serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.
Indonesia mempunyai ekosistem ekonomi digital yang berkembang pesat. Pertumbuhan sektor digital dan tingginya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi menjadi peluang bagi perusahaan blockchain untuk memperluas pasar.
Selain itu, karakteristik masyarakat Indonesia yang memiliki perhatian terhadap prinsip syariah dinilai sesuai dengan arah pengembangan HAQQ Network. Perusahaan tersebut ingin menyediakan akses ke teknologi blockchain dan Web3 dengan tetap memperhatikan aspek etika dalam transaksi keuangan.
Salah satu layanan yang disiapkan adalah Haqqex. Platform ini ditujukan untuk memfasilitasi perdagangan aset digital dengan kerangka etika Islam. Dengan demikian, pengguna dapat mengakses aktivitas perdagangan kripto melalui layanan yang dirancang memperhatikan prinsip-prinsip syariah.
Co-founder HAQQ, Alex Malkov, menyampaikan bahwa perusahaan ingin memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap keuangan digital yang selaras dengan nilai-nilai mereka.
"HAQQ berdedikasi untuk memberdayakan setiap orang Indonesia dengan kemampuan untuk terlibat dalam dunia keuangan digital dengan cara yang menghormati nilai-nilai etika mereka. Solusi kami dirancang khusus untuk memungkinkan perdagangan aset digital di bawah pedoman etika Islam, memastikan bahwa trader Indonesia memiliki akses ke peluang yang menguntungkan secara finansial dan selaras dengan prinsip-prinsip mereka," kata co-founder HAQQ Alex Malkov, Minggu (1/9/2024).
Selain perdagangan aset digital, HAQQ juga menyiapkan sejumlah inisiatif yang menyasar kebutuhan keuangan umat Islam. Dua di antaranya adalah FairShare dan Firoza Finance.
FairShare dirancang sebagai platform agregator zakat. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat menunaikan kewajiban zakat secara lebih mudah dan transparan melalui dukungan teknologi blockchain.
Sementara itu, Firoza Finance dikembangkan untuk menghadirkan alternatif layanan likuiditas Web3 yang mengikuti prinsip keuangan syariah. Platform ini dirancang agar pengguna dapat menempatkan aset kripto maupun mata uang fiat ke dalam kumpulan investasi yang kemudian disalurkan untuk pembiayaan sesuai ketentuan syariah.
Di sisi lain, Firoza Finance juga menyediakan mekanisme bagi pihak yang membutuhkan pendanaan untuk mengajukan permintaan likuiditas. Dengan model tersebut, penyedia dana dari berbagai wilayah berpeluang berpartisipasi dalam pembiayaan yang ditujukan untuk aktivitas ekonomi sesuai prinsip Islam.
Inisiatif tersebut memperlihatkan upaya HAQQ dalam mengembangkan penggunaan blockchain tidak hanya untuk perdagangan kripto, tetapi juga untuk kegiatan sosial dan pembiayaan.
HAQQ Network juga menyiapkan dukungan pendanaan bagi pengembangan ekosistem blockchain. Perusahaan tersebut memiliki dana ekosistem sebesar US$40 juta yang diklaim telah mendukung 25 proyek di berbagai negara.
Dana tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi, termasuk pengembangan proyek fintech di Indonesia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir