ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Indonesia Buka Kelas BIPA Pertama di Tanzania dan Afrika Timur, Berlangsung hingga Maret 2027 dengan Dukungan Kemendikdasmen

Indonesia Buka Kelas BIPA Pertama di Tanzania dan Afrika Timur, Berlangsung hingga Maret 2027 dengan Dukungan Kemendikdasmen

06 November 2026 | 09:49

KebonCinta.com — Indonesia membuka program kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pertama di Tanzania sekaligus kawasan Afrika Timur melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dar es Salaam dan Muslim University of Morogoro (MUM).

Peresmian berlangsung di Morogoro, Tanzania, pada Kamis, 5 November 2026.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania, Tri Yogo Jatmiko, meresmikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pembelajaran Bahasa Indonesia dan mempererat hubungan pendidikan kedua negara.

PROGRAM BERLANGSUNG HINGGA 15 MARET 2027

Baca Juga: Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Anak Yatim dan Piatu 2026 untuk SD hingga SMA, Daftar Gratis sampai 20 November 

Berdasarkan keterangan KBRI Dar es Salaam yang diberitakan ANTARA, kelas BIPA akan berlangsung hingga 15 Maret 2027.

Program ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada masyarakat Tanzania melalui pembelajaran yang lebih terstruktur.

Peserta tidak hanya akan belajar bahasa, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengenal berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan ketertarikan masyarakat setempat terhadap pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

BEKERJA SAMA DENGAN MUSLIM UNIVERSITY OF MOROGORO

Pelaksanaan program melibatkan Muslim University of Morogoro sebagai mitra lembaga pendidikan di Tanzania.

Kerja sama tersebut memungkinkan kegiatan pembelajaran diselenggarakan melalui lingkungan perguruan tinggi.

KBRI Dar es Salaam berperan dalam menjalin koordinasi serta mendukung pengembangan hubungan pendidikan dan kebudayaan.

Program ini juga memperoleh dukungan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penugasan dua tenaga pengajar untuk menjalankan kegiatan pembelajaran.

DUA PENGAJAR DIDUKUNG PEMERINTAH INDONESIA

Keterlibatan tenaga pengajar dari Indonesia diharapkan membantu peserta memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tujuan program BIPA.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing membutuhkan pendekatan pengajaran yang memperhatikan kemampuan awal peserta.

Pembelajaran dapat dikembangkan melalui kegiatan komunikasi dan pengenalan kosakata dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Namun, jadwal pertemuan setiap kelas, jumlah peserta angkatan pertama, dan susunan materi lengkap belum dirinci dalam publikasi yang diperiksa.

Karena itu, belum dapat dipastikan berapa jam pembelajaran yang diterima setiap peserta selama program berlangsung.

PESERTA JUGA AKAN MENGENAL BUDAYA NUSANTARA

Kelas BIPA tidak hanya diarahkan untuk membantu peserta menggunakan Bahasa Indonesia.

Program juga memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengenal Indonesia secara lebih dekat.

Pengenalan budaya dapat membantu pembelajar memahami konteks penggunaan bahasa dan kehidupan sosial masyarakat penuturnya.

KBRI menilai bahasa mempunyai peran penting dalam membangun hubungan antarmasyarakat dari negara yang berbeda.

68 WARGA TANZANIA PEROLEH BEASISWA KE INDONESIA PADA 2026

Dalam keterangan yang sama, KBRI menyebutkan sebanyak 68 warga Tanzania memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di Indonesia pada 2026.

Program tersebut mencakup pendidikan jenjang sarjana, magister, dan doktoral.

Beasiswa yang disebut antara lain Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Indonesian Aid Scholarship atau TIAS, INSPIRE, Darmasiswa, serta Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia.

Selain itu, terdapat dukungan beasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Jumlah 68 tersebut merupakan warga Tanzania penerima beasiswa pada 2026, bukan kuota baru yang dibuka khusus melalui kelas BIPA di Morogoro.

LEBIH DARI 200 WARGA TANZANIA TELAH MENGENAL BAHASA INDONESIA

Menurut KBRI, lebih dari 200 warga Tanzania telah mengenal dan menggunakan Bahasa Indonesia melalui berbagai program pendidikan Indonesia.

Pembukaan kelas di Muslim University of Morogoro diharapkan memperluas komunitas pembelajar tersebut.

Program ini juga dapat mendukung hubungan alumni pendidikan Indonesia di Tanzania.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempelajari Bahasa Indonesia, peluang pertukaran pengetahuan dan kebudayaan diharapkan terus berkembang.

KELAS BIPA MENJADI JEMBATAN PENDIDIKAN

Duta Besar Tri Yogo Jatmiko menilai pembelajaran bahasa dapat membuka jalan bagi persahabatan dan kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Tanzania.

Bahasa memungkinkan masyarakat dari latar belakang berbeda membangun komunikasi dan memahami budaya masing-masing.

Program ini diharapkan mendorong ketertarikan terhadap peluang pendidikan tinggi di Indonesia.

Meski demikian, keikutsertaan dalam kelas BIPA tidak otomatis memberikan beasiswa atau jaminan penerimaan di perguruan tinggi Indonesia.

Proses penerimaan mahasiswa dan seleksi beasiswa tetap mengikuti ketentuan masing-masing program.

PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

Pembukaan kelas BIPA di Tanzania menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan Bahasa Indonesia di luar negeri.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan bahasa dapat dilakukan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan, perwakilan diplomatik, dan pemerintah.

Selain memperkuat hubungan kebudayaan, kerja sama pendidikan juga diharapkan meningkatkan pemahaman mengenai Indonesia di kawasan Afrika Timur.

Hingga Jumat, 6 November 2026, kegiatan yang terverifikasi adalah peresmian kelas pada 5 November dan jadwal pelaksanaan hingga 15 Maret 2027.

Informasi mengenai program BIPA dapat dipantau melalui Badan Bahasa Kemendikdasmen di https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id serta kanal resmi KBRI Dar es Salaam.

Program tersebut menjadi langkah baru dalam memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional melalui pendidikan dan pertukaran budaya.

Tags:
BIPA Tanzania 2026 Bahasa Indonesia di luar negeri kemendikdasmen Badan Bahasa Muslim University of Morogoro beasiswa KNB pendidikan internasional Bahasa Indonesia Afrika Timur.

Komentar Pengguna